3 Jenis Pupuk Urea yang Perlu Diketahui Petani Indonesia: Manfaat dan Kandungan di Dalamnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pupuk merupakan bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara untuk menopang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Setiap jenis pupuk memiliki kandungan unsur hara, kelarutan dan kecepatan kerja yang berbeda sehingga dosis dan jenis pupuk yang diberikan berbeda untuk tiap jenis tanaman dan karakteristik tanah. Salah satu jenis pupuk yang cukup banyak digunakan petani adalah pupuk urea.

Urea disebut juga pupuk nitrogen (N) karena memiliki kandungan nitrogen yang tinggi yakni 46%. Urea dibuat dari reaksi antara amoniak (NH3) dengan karbondioksida (CO2) dalam suatu proses kimia menjadi urea padat berbentuk prill atau granul.

Beberapa manfaat penggunaan pupuk urea pada tanaman, yaitu:

– Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun atau klorofil yang mempunyai peranan sangat penting dalam proses fotosintesa.

– Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain).

– Menambah kandungan protein tanaman.

– Dapat dipakai untuk semua jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, tanaman perkebunan.

– Dengan pemupukan yang tepat dan benar (berimbang) secara teratur, tanaman akan tumbuh segar, sehat dan memberikan hasil yang berlipat ganda dan tidak merusak struktur tanah.

Kekurangan unsur nitrogen akan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Tanda-tanda yang tampak secara fisik pada tanaman yang kekurangan unsur nitrogen, yaitu:

– Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan.

– Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil.

– Daun tua berwarna kekuningan. Pada tanaman padi dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun.

– Pertumbuhan buah tidak sempurna seringkali masak sebelum waktunya.

Peran Penting Pupuk Urea

Pupuk urea memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Pentingnya urea bagi sektor pertanian membuat Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian dan Perdagangan memberikan subsidi bagi produk urea pertanian sehingga harga jual urea lebih rendah di tangan petani.

Peraturan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menperindag No. 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. 

Urea subsidi dan nonsubisidi dibedakan dengan perbedaan warna produk. Pupuk urea bersubsidi memiliki warna merah muda cerah, sedangkan pupuk urea nonsubsidi berwarna putih bersih. Harga pupuk urea bersubsidi ditentukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 59/Permentan/SR.310/12/2016.

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) merupakan produsen pupuk urea terbesar di Indonesia. Urea produksi PKT sendiri dipasarkan dengan merek dagang Daun Buah untuk sektor nonsubsidi, dengan butiran pupuk yang berwarna putih dan variasi kemasan antara lain 2 kg, 5 kg, 10 kg, 20 kg dan 50 kg. Sedangkan urea bersubsidi disalurkan dengan merek dagang Pupuk Indonesia Holding Company, mempunyai butiran pupuk berwarna pink, dengan kemasan 50 kg.

PKT memiliki 5 pabrik urea, yakni Pabrik 1A, Pabrik 2, Pabrik 3, Pabrik 4, dan Pabrik 5. Produk urea jenis prill diproduksi oleh Pabrik 2 dan Pabrik 3, sedangkan produk urea jenis granul diproduksi oleh Pabrik 1A, Pabrik 4, dan Pabrik 5. Kapasitas total pupuk mencapai 3,43 juta ton Urea per tahun.

Berikut tiga jenis pupuk urea produksi PKT serta kandungan dan manfaatnya yang perlu diketahui petani Indonesia.

Urea Granul Daun Buah

Urea Granul Daun Buah adalah merek yang digunakan untuk pupuk urea granul nonsubsidi yang diproduksi PKT. Pupuk ini berwarna putih dengan ukuran butiran 2 – 4,75 mm. Urea granul lebih cocok untuk segmen perkebunan dan industri.

Keunggulan Urea Granul Daun Buah, yakni:

1. Melepaskan unsur hara nitrogen lebih lambat (slow release) sehingga nitrogen tersedia di dalam tanah untuk periode yang lebih lama dan dapat diserap lebih banyak oleh tanaman.

2. Memiliki butiran yang lebih besar namun tetap mudah diaplikasikan dan dapat disimpan lebih lama.

Urea Prill Daun Buah

Urea Prill Daun Buah adalah merek yang digunakan untuk pupuk urea prill nonsubsidi yang diproduksi PKT. Pupuk ini berwarna putih dengan ukuran butiran 1 – 3,35 mm. Urea prill banyak digunakan pada segmen tanaman pangan dan industri.

Keunggulan Urea Prill Daun Buah, yakni:

1. Menyediakan unsur nitrogen yang dapat segera diserap oleh tanaman. 

2. Memiliki butiran yang tidak mudah menggumpal (caking) sehingga mudah dalam aplikasi dan dapat disimpan lebih lama.

Dari sisi mutu, pupuk urea Daun Buah baik prill maupun granul telah memiliki standar internasional dan bersertifikat SNI. Bahkan produk ini telah diekspor oleh PKT ke luar negeri. Produk ini juga telah diujikan pada beberapa komoditas di berbagai daerah di Indonesia melalui demonstration plot (Demplot) pola pemupukan berimbang.

Bagi petani yang butuh pendampingan untuk pola pemupukan berimbang, PKT juga mempunyai tenaga lapangan yang andal di setiap kabupaten yang siap memberikan arahan dan masukan terkait penggunaan pupuk secara tepat.

Urea Pupuk Indonesia

Urea Pupuk Indonesia adalah merek yang digunakan khusus untuk pupuk urea bersubsidi. Cirinya berwarna merah muda (pink) dan khusus digunakan untuk tanaman pangan.

Urea bersubsidi memiliki spesifikasi kadar air maksimal 0,50%, kadar biuret maksimal 1%, kadar nitrogen minimal 46%, bentuk butiran prill dan dikemas dalam kantong bercap Pupuk Indonesia dengan isi 50 kg.

Sepanjang kuartal I 202 PKT mencatatkan telah memproduksi 904.91 ton pupuk urea yang telah didistribusikan ke delapan wilayah tanggung jawabnya yaitu, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Hingga 30 April 2021, PKT telah menyalurkan urea subsidi sebanyak 320.077 ton atau 32 persen dari alokasi berdasarkan SK Mentan tahun 2021. Sementara itu, stok urea subsidi sebanyak 190.089 ton.

Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi mengatakan, peran PKT dalam produksi dan distribusi pupuk disinergikan dengan para pemain lainnya di sektor pangan, serta merupakan elemen penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Namun tidak hanya itu, kami juga memastikan penyaluran pupuk berkontribusi penting dalam mendukung produktivitas petani dan kesuksesan musim tanam, serta menjaga perputaran ekonomi nasional selama pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 saat ini menjadi momentum yang semakin memacu kami untuk terus menjalankan komitmen tersebut,” jelasnya melalui siaran pers pada 10 Mei 2021 lalu. (*)