3 Komoditas Pertanian Terbesar di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Dalam perdagangan internasional, Indonesia memiliki beberapa komoditas unggulan, salah satunya adalah komoditas pertanian. Komoditas pertanian merupakan berbagai produk hasil dari usaha tani yang dapat diperjualbelikan, disimpan, dan dipertukarkan.

Lalu, apa saja yang termasuk dalam komoditas pertanian? Komoditas pertanian meliputi hasil perkebunan, tanaman pangan, perikanan budidaya dan tangkap, peternakan, tanaman hortikulura kelompok sayuran dan buah-buahan, serta komoditas kehutanan.

Pemerintah sendiri terus mendorong pengembangan produk komoditas pertanian lokal yang mempunyai potensi ekonomi tinggi. Selain untuk menggerakkan perekonomian rakyat, upaya tersebut juga dapat menjadi solusi terhadap salah satu isu krisis global saat ini yakni mengenai ketahanan pangan.

“Dalam rangka meningkatkan peran sektor pertanian, pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan menjadi sebuah syarat utama. Sistem pangan nasional tersebut secara kolaboratif meningkatkan produksi pangan yang berkualitas dan aman, didukung oleh lingkungan yang kondusif, stabilitas akses pangan, efisiensi distribusi pangan, serta pemberian bantuan pangan bagi rumah tangga rawan pangan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa sektor pertanian dapat memiliki kontribusi yang semakin besar dalam pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan di sektor pertanian harus dihadapi dengan serius.

“Kita harus serius menggarap ini, bukan hanya untuk meningkatkan nilai tukar petani dan kesejahteraan petani, tetapi untuk menghasilkan sebuah lompatan, sehingga sektor pertanian memiliki kontribusi yang semakin besar dalam mengerakkan mesin pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Apa Saja Komoditas Terbesar di Indonesia?

Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, terlebih dari sector pertanian, perkebunan dan perairan. Ini menunjukkan bahwa industri di sector ini memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Indonesia. Contoh nyata adalah Indonesia menjadi penghasil terbesar minyak sawit, cengkeh, dan kayu manis.

  • Kelapa Sawit
    Kelapa sawit atau yang juga kita kenal dengan julukan buah emas, merupakan salah satu komoditasekspor yang sudah terkenal beberapa tahun terakhir ini. Bukan tanpa alasan, kelapa sawit dijuluki buah emas lantaran kelapa sawit memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

    Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Hal ini disebabkan karena kelapa sawit mampu menghasilkan minyak nabati yang sangat dibutuhkan di dalam sektor industri.

    Karena itu, Indonesia sebagai negara yang memiliki produksi kelapa sawit terbesar di dunia, memiliki peluang yang sangat besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan yang satu ini, agar dapat mempertahankan posisinya sebagai penyedia utama olahan kelapa sawit di pasar dunia. Industri kelapa sawit telah menyediakan lapangan pekerjaan sebesar 16 juta tenaga kerja baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Sepanjang tahun 2021, Sebagian besar persediaan minyak sawit Indonesia digunakan untuk kebutuhan ekspor. Berdasarkan data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), total produksi minyak sawit Indonesia pada 2021 mencapai 51,3 juta ton.

    Rincian produksinya terdiri dari minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebanyak 46,88 juta ton dan minyak inti sawit kasar (crude palm kernel oil/CPKO) 4,41 juta ton. Selain dari hasil produksi, persediaan minyak sawit Indonesia pada 2021 juga ditambah dengan impor sebanyak 59 ribu ton, serta stok awal sebanyak 4,86 juta ton.
  • Cengkeh
    Indonesia merupakan salah satu negara penghasil cengkeh terbesar di dunia. Bisa dibilang, cengkeh telah menjadi primadona pasar dunia sejak dulu karena cengkeh menjadi komoditas unggulan yang mendominasi ekspor Indonesia.

    Menurut data Food Agriculturan Organization (FAO), produksi cengkeh di Tanah Air pada tahun 2020 mencapai 133.604 ton.

    Data Kementerian Pertanian menunjukkan, volume ekspor cengkeh Indonesia sekitar 47,7 ribu ton pada Jumlahnya melonjak 84% dari tahun tahun 2019 yang sebanyak 25,9 ribu ton.

    Melansir Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, cengkeh merupakan rempah asli Maluku yang banyak diincar penjajah. Sebab, pada masa penjajahan cengkeh menjadi salah satu rempah terpopuler dan memiliki harga yang tinggi. Daerah-daerah penghasil cengkeh di Indonesia antara lain Jawa Timur, Maluku, Pulau Sulawesi, Kalimantan Timur, hingga Nusa Tenggara Timur.
  • Kayu Manis
    Tak hanya kelapa sawit dan cengkeh, Indonesia juga menjadi salah satu negara penghasil kayu manis terbesar di dunia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut, 85% kayu manis yang ada di seluruh dunia sebagian besar dipasok dari Indonesia.

    “Indonesia merupakan salah satu produsen utama kayu manis di dunia. Hampir 85% kayu manis dunia dipasok dari Indonesia,” tulis Kemendag.

    Kayu manis Indonesia paling banyak diekspor ke Amerika Serikat, Belanda dan Brasil. Bahkan negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam juga mengimpor kayu manis dari Indonesia.

    Keuntungan yang didapat dari ekspor rempah ini terbilang besar. Sebagai contoh, nilai ekspor kayu manis ke Amerika Serikat mencapai USD122,2 juta setara Rp1,67 triliun (kurs Rp13.715 per USD) pada 2017.

    Jenis kayu manis yang paling banyak dibudidayakan di Tanah Air yaitu Cinnamomum Burmanni. Daerah penghasil terbanyak kayu manis jenis ini di Sumatera Barat dan Pegunungan Kerinci.

Latest Article