cara merawat aglaonema. Foto: Haibunda.com

Aglaonema Dipupuk Dengan Micin, Emang Bagus?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Menanam berbagai tanaman hias menjadi kegiatan yang ramai diminati masyarakat saat pandemi virus corona atau Covid-19 berlangsung. Salah satu tanaman hias yang viral dan menjadi tren adalah aglonema. Di Indonesia, aglaonema memiliki sebutan tanaman sri rejeki. Aglaonema juga dikenal dengan nama chinese evergreen.

Daya tarik utama tanaman ini terletak pada keindahan daun-daun yang berwarna dan punya motif yang variatif. Umumnya aglonema mempunyai daun menyirip. Karena memikat hati, berbagai macam aglonema telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat menarik. Saat ini, aglaonema memiliki bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun, sehingga jauh berbeda dari spesies alaminya.

Di indonesia, terdapat 12 jenis aglaonema yang banyak dibudidayakan, ada aglaonema bidadari, pride of Sumatra, moonlight, adelia, legacy dan claudia. selanjutnya, ada pula aglonema lipstik, widuri, cinta, red kochin, tiara dan red ruby.

Keindahan aglaonema ternyata tidak hanya viral di Indonesia atau Asia Tenggara, melainkan hingga belahan bumi yang lainnya. Di kawasan Eropa dan Amerika Serikat, tanaman ini juga sudah lama dikenal sebagai tanaman hias dalam ruangan. Namun, ada perbedaan selera antara penggemar aglaonema dari daratan Eropa dan Amerika Serikat dengan Asia.

Penggemar aglaonema dari Eropa dan Amerika Serikat disebut-sebut lebih suka memelihara aglaonema yang berwarna hijau atau dominasi nuansa hijau, sedangkan pecinta aglaonema Asia cenderung menyukai yang jenisnya berwarna terang, seperti oranye, kuning, atau merah.

Micin Tidak Cocok untuk Pupuk Aglaonema

Kegiatan merawat tanaman hias, tidak lepas dari penggunaan pupuk agar tanaman tumbuh subur dan tetap indah dipandang. Salah satu bahan yang kerap dijadikan pupuk untuk tanaman hias adalah micin atau MSG.

Micin memiliki kandungan kalium dan natrium, yang mana kedua kandungan tersebut dianggap baik untuk pertumbuhan tanaman. Namun tidak semua tanaman cocok menggunakan micin sebagai pupuk, termasuk untuk beberapa jenis aglaonema.

Micin tidak cocok diberikan kepada aglaonema yang daunnya tidak berwarna hijau atau tidak dominan hijau. Kandungan micin dapat membuat daun tanaman menjadi lebih hijau dan cerah, sehingga warna selain hijaunya akan kalah dan tertutupi.

Penggunaan micin sebagai pupuk bagus untuk aglaonema atau tanaman hias lainnya yang berdaun hijau, karena micin akan membuat warna hijau daunnya lebih cerah dan terang.

Penggunaan micin sebagai pupuk tidaklah salah. Micin mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tanaman, seperti natrium yang berfungsi menjaga kelembapan tanah, nitrogen untuk merangsang pertumbuhan daun dan akar, serta kalium yang dapat meningkatkan fotosintesis dan metabolisme tanaman.

Kandungan micin juga bisa untuk membantu melebarkan bunga pada tanaman hias. Jadi, micin ini sebenarnya lebih tepat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman hias yang berbunga. Micin sangat efektif untuk memunculkan bunga dan membuat bunga jadi lebih lebat dan banyak pada tanaman hias maupun tanaman pangan.

Pupuk yang Paling Ampuh untuk Aglaonema

Agar aglaonema yang Anda tanam cepat memiliki tunas dan tumbuh subur, maka proses pemupukannya menjadi salah satu faktor terpenting. Daripada menggunakan micin, lebih baik mengaplikasikan salah satu pupuk khusus aglaonema, yaitu pupuk Growmore.

Dikutip dari Kompas.com, pupuk yang digunakan untuk membuat aglonema cepat bertunas adalah pupuk Growmore dengan komposisi 32-10-10. Pupuk growmore 32-10-10 merupakan pupuk daun yang diproduksi oleh Amerika Serikat dan distribusikan oleh Nusa Tani di Jakarta. Pupuk ini telah mendapatkan perizinan dari Kementerian Pertanian RI.

Pupuk Growmore 32-10-10 adalah pupuk majemuk, artinya mempunyai lebih dari satu kandungan unsur hara. Maksud dari komposisi 32-10-10 ini adalah petunjuk kandungan yang ada di dalamnya, yakni kandungan nitrogen 32 persen, fosfor 10 persen, dan kalium 10 persen.

Dilihat dari kadar nitrogennya yang 32 persen, berarti pupuk ini berguna untuk pertumbuhan vegetatif yang maksimal, hal itu dapat menumbuhkan daun dan tunas anakan lebih cepat. Sedangkan fosfor dipergunakan untuk pertumbuhan akar dan batang. Unsur kalium digunakan untuk pertumbuhan generatif atau pembungaan.

Berikut ini tata cara pengaplikasian pupuk Growmore 32-10-10 untuk mempercepat anakan tunas dan membuat subur aglonema:

  1. Masukkan 2 gram atau setengah sendok teh pupuk Growmore 32-10-10 ke dalam botol tabung penyemprot. Dosis yang disarankan biasanya 2 gram pupuk Growmore per 1 liter air. Dosis dapat ditingkatkan jika Anda melihat tanaman aglaonema defisit unsur hara, yang ditandai dengan pertumbuhan yang lambat dan berdaun yang sedikit. Sedangkan tunas anakan lambat munculnya.
  2. Tambahkan 1 liter air ke dalam Pupuk Growmore 32-10-10 yang sudah kamu masukkan ke tabung semprot dan larutkan. 
  3. Setelah selesai, segera semprot air larutan pupuk Growmore 32-10-10 ke daun dan batang tanaman aglaonema secara merata. Penyemprotan perlu dilakukan pada pagi atau sore hari. Pada pagi hari itu dimulai pukul 6-7 pagi sedangkan pada sore hari itu dimulai pukul 5 sore.
  4. Semua bagian tanaman harus disemprotkan air larutan pupuk Growmore mulai dari ujung daun sampai ke ujung batang, demikian juga dengan media tanamnya harus disemprot sampai basah dan rata.
  5. Untuk hasil yang maksimal, lakukan penyemprotan larutan pupuk Growmore 32-10-10 setiap 5 hari sekali.

Kapur Bisa Jadi Cara Mengusir Hama Semut dari Tanaman Aglaonema

Salah satu hama yang kerap mengganggu dan mudah muncul pada tanaman aglaonema adalah semut. Jika hama semut dibiarkan berada pada tanaman aglonema, mereka tak hanya merusak, tapi bisa menyebabkan tanaman mati.

Kini Anda tidak perlu pusing lagi jika tanaman aglaonema Anda diganggu oleh hama semut dan serangga kecil lainnya. Dikutip dari Kompas.com, hama semut dan serangga kecil pengganggu aglaonema dapat dibasmi dengan insektisida yang mudah ditemukan dan ramah di kantong, yaitu kapur ajaib.

Kapur ajaib menjadi bahan pembasmi maupun pencegah semut dan serangga lainnya yang tidak asing untuk digunakan di rumah. Mungkin tidak pernah terpikirkan oleh Anda kapur ajaib juga dapat digunakan untuk mencegah semut dan serangga lainnya yang muncul di tanaman aglaonema.

Untuk cara pengaplikasiannya sangat mudah, Anda hanya perlu menggoreskan atau menaburkan kapur ajaib di sekitaran pot tanaman aglaonema. Pemberian kapur ajaib di sekitaran pot atau di badan luar pot membuat semut dan serangga lain yang merayap tidak bisa mendekati pot tanaman, sehingga mereka tidak bisa menempel pada aglaonema dan menyerangnya.

Kapur ajaib sendiri bisa bertahan selama dua hari, sehingga pengaplikasian kapur ajaib ke sekitaran tanaman aglaonema bisa Anda lakukan setiap dua hari sekali. Atau, Anda bisa menggoreskan lagi kapur ajaib di sekitaran pot tanaman aglaonema ketika hujan turun.

Namun, perlu diingat baik-baik, jangan pernah menaburkan kapur ajaib di atas media tanam atau tanah tempat aglaonema tumbuh, karena kapur ajaib merupakan insektisida, sehingga berbahaya bagi aglonema dan dapat membuatnya rusak. (*)