Apa Itu Program Demplot dan Manfaatnya bagi Petani?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Bagi Anda yang bergelut di bidang pertanian, tentu tidak asing dengan istilah demplot atau demonstration plot. Demplot merupakan suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan pengaruh sesuatu terhadap tanaman. Demplot bisa berupa inovasi teknologi budidaya, varietas unggul baru, pemupukan dan lain-lain yang disesuaikan dengan demografi wilayah tersebut.

Melalui kegiatan demplot, petani dapat langsung melihat dan mempraktikkan inovasi teknologi budidaya, varietas unggul baru, pemupukan dan lain-lain yang dianjurkan sehingga diharapkan menambah pengetahuan, perubahan sikap dan keterampilan petani dalam pelaksanaan budidaya. Selain itu, kegiatan demplot juga sebagai upaya meningkatkan produktivitas tanaman.

Tujuan metode demplot agar apa yang disosialisasikan penyuluh dapat dimengerti, diterima dan mau diterapkan oleh sasaran yaitu petani. Demplot dinilai sebagai salah satu metode yang efektif karena langsung dipraktikkan di lahan percontohan.

Dalam sosialisasi pemupukan, program demplot adalah metode penyuluhan penggunaan pupuk secara tepat dan berimbang secara langsung kepada petani dengan membuat lahan percontohan untuk mendorong produktivitas pertanian.

Sebenarnya, terdapat beberapa jenis demonstrasi penyuluhan pertanian berdasarkan luasan area yang digunakan serta banyaknya petani atau kelompok yang dilibatkan, yaitu:

  1. Demonstration Plot (Demplot), luas lahan yang digunakan 0,1 hektare.
  2. Demonstration Farming (Demfarm), luas lahan yang digunakan 1–5 hektare.
  3. Demonstration Area (Dem-area), luas lahan yang digunakan 25–100 hektare.
  4. Demonstration Unit (Dem-unit), gabungan kelompok tani dalam satu hamparan.

Demplot Solusi Hadapi Curah Hujan Tinggi

Metode demplot juga bertujuan untuk mengantisipasi anjloknya produktivitas pertanian saat curah hujan tinggi. Seperti diketahui, curah hujan tinggi kerap membuat produksi beberapa komoditas pertanian turun, hingga gagal panen. 

Seperti pada program demplot yang dilakukan Pupuk Kaltim bersama Kelompok Tani Ambalawi Jaya di Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tengara Barat, produksi bawang merah meningkat hingga 30% atau mencapai 20 ton per hektare.

Program demplot tersebut diterapkan pada lahan seluas 0,25 hektare dengan komposisi pemupukan Urea (Prill Daun Buah) 300 kg/hektare, NPK Phonska 300 kg/hektare dan Pupuk Daun 30 liter/hektare. Perlakuan II (PKT-1) pada lahan 0,25 hektare, dengan komposisi pemupukan Urea 300 kg/hektare, NPK Pelangi 300 kg/hektare, Organik 5.000 kg/hektare dan Ecofert 40 kg/hektare.

Dikutip dari Bisnis.com, 14 Mei 2019, Damrus, mewakili Kelompok Tani Ambalawi Jaya, mengatakan selama ini petani bawang merah di Kecamatan Ambalawi hanya mampu menghasilkan 15 ton per hektare, itu pun jika didukung cuaca cerah.

Akan tetapi, pada program demplot dengan pola pemupukan berimbang menggunakan produk NPK Pelangi komposisi 16-16-16 dari Pupuk Kaltim, meski curah hujan terbilang tinggi, ternyata tidak memengaruhi hasil panen.

“Umbi bawang yang dihasilkan juga jauh lebih besar dari biasanya. Apalagi kalau musim hujan seperti saat ini, pasti banyak yang busuk. Tapi hasil demplot sepertinya tidak terpengaruh curah hujan dan panen tetap maksimal,” ujar Damrus.

Hasil panen bawang merah yang mencapai 20 ton per hektare tidak pernah terjadi di Bima dalam 10 tahun terakhir. Peningkatan produktivitas bawang merah melalui demplot bersama Pupuk Kaltim tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bima melalui Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat.

Jika pola pemupukan berimbang menggunakan NPK Pelangi dari Pupuk Kaltim berdasarkan demplot diterapkan petani secara konsisten, bukan hal mustahil Kabupaten Bima akan kembali meraih kejayaan sebagai sentra bawang merah di Indonesia.

Demplot Salah Satu Program Pupuk Indonesia Grup, termasuk Pupuk Kaltim

Demplot merupakan salah satu program Pupuk Indonesia Grup sebagai produsen pupuk terbesar di Tanah Air. Penggunaan pupuk berimbang untuk sejumlah komoditi terbukti berhasil meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Berdasarkan sejumlah demplot yang dilakukan oleh anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) yaitu Pupuk Kujang, Pupuk Sriwidjaja Palembang, Petrokimia Gresik, dan Pupuk Kaltim berhasil meningkatkan produktivitas padi, jagung, dan bawang.

Program demplot dilakukan sebagai bentuk layanan dan edukasi yang dilakukan oleh Pupuk Indonesia Grup kepada petani untuk mendorong produktivitas lahan dan hasil pertanian masyarakat dengan mengedukasi langsung penggunaan pupuk secara tepat dan berimbang sehingga hasil panen yang didapatkan lebih maksimal.

Wilayah di Indonesia memiliki karakteristik dan jenis tanaman yang beragam. Dengan jenis tanaman yang berbeda dan karakteristik lahan yang beragam tersebut dibutuhkan pola pemupukan yang sesuai untuk mendorong produktivitas lahan.

Hingga April 2019, program demplot Pupuk Indonesia tercatat telah dilakukan di 109 unit di berbagai wilayah di antaranya Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah sepanjang 2019.

Dalam menjalankan program demplot, Pupuk Kaltim bekerjasama dengan kelompok tani. Salah satunya bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Banyuwangi pada 11 Juli 2020 lalu. 

Demplot yang dilaksanakan di lahan pertanian milik Ketua KTNA Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, di Dusun Krajan, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Dari demplot tersebut, Michael menuturkan bahwa ada peningkatan produktivitas panen dari sebelumnya 6 ton per hektare menjadi 8,8 ton per hektare.

Pada tahap pemupukan dasar, lahan demplot diberi produk Ecofert yang merupakan produk hayati dari Pupuk Kaltim. Adapun tahap pemupukan lanjutan, tanaman di dalam demplot diberi pupuk Urea dan NPK Pelangi 16-16-16. Hasilnya, peningkatan produksi yang cukup signifikan karena naik dari 6 ton per hektare menjadi 8,8 ton per hektare.

Penggunaan pupuk berimbang menjadi langkah penting untuk meningkatkan hasil panen. Untuk itu, Pupuk Kaltim berkomitmen memastikan ketersediaan pupuk, khususnya yang bersubsidi untuk kebutuhan petani di seluruh wilayah distribusi perusahaan sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah. 

Jumlah pasokan pupuk yang tersedia dipastikan di atas rata-rata alokasi. Begitu juga dengan penambahan alokasi 1 juta ton dipastikan terpenuhi dengan baik. 

Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, dikutip dari laman resmi Pupuk Kaltim mengatakan untuk mendukung distribusi pasokan dari lini 1 hingga lini 3, Pupuk Kaltim telah menerapkan teknologi inovasi Distribution Planning and Control System (DPCS).

“Melalui teknologi DPCS yang kini digunakan di seluruh anak perusahaan Pupuk Indonesia, jumlah pasokan hingga distributor dan kios, termasuk alur distribusi bisa diketahui secara langsung, sebagai upaya memastikan ketersediaan pupuk agar tidak ada kelangkaan di daerah,” terang Qomaruzzaman. 

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal menambahkan teknologi DPCS lebih memudahkan pemantauan alur distribusi sekaligus memantau kebutuhan dan stok di seluruh indonesia sesuai tugas distribusi tiap anak perusahaan.

“Pupuk Indonesia berkomitmen untuk menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi pemerintah di seluruh wilayah nusantara, sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Gusrizal. 

Begitu pula dalam mendukung aplikasi kartu tani, Pupuk Indonesia grup berkomitmen turut mengedukasi langsung petani melalui distributor dan kios, tentang tata cara aplikasi penebusan pupuk, sehingga pemahaman petani untuk menebus kebutuhan pupuk menggunakan kartu tani terlaksana sesuai target.

“Pupuk Indonesia sangat mendukung program kartu tani, dan telah menerbitkan kebijakan kepada produsen anak perusahaan, agar turut mensosialisasikan implementasi kartu tani bersama pemerintah daerah dan kementerian pertanian,“ terang Gusrizal. (*)