Asal muasal janda bolong. Foto: Pinterest

Asal Muasal Janda Bolong dan Cara Tepat Pemupukannya di Rumah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Aktivitas merawat tanaman hias di rumah sangat bermanfaat untuk mengusir rasa jenuh dan stres saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat. Selain itu, beragam jenis tanaman hias juga membuat rumah terasa lebih asri.

Janda bolong menjadi salah satu jenis tanaman favorit yang wajib dimiliki oleh pengoleksi tanaman hias. Tanaman ini sempat viral karena harganya yang fantastis hingga mencapai ratusan juta. Janda bolong biasa ditanam menggunakan pot dan diletakkan di dalam rumah sebagai pelengkap dekorasi ruangan. Bentuknya yang unik membuat sudut rumah menjadi terlihat lebih estetik dan tentunya instagramable.

Tanaman dengan nama ilmiah Monstera Adansonii ini memiliki daun dengan lubang berbentuk oval yang tidak beraturan dan daun hias yang bertepi penuh. Janda bolong juga dikenal dengan dengan sebutan tanaman keju Swiss. Janda bolong memiliki sekitar 41 spesies yang masuk dalam genus Monstera, dan semuanya berasal dari Amerika Tengah dan Selatan.

Mungkin banyak orang yang heran mengapa tanaman ini diberi nama janda bolong. Bahkan ada sebagian masyarakat yang menganggap penggunaan nama janda bolong tidak tepat karena khawatir menyakiti perasaan para wanita yang menyandang status janda. Namun sebenarnya, penggunaan nama janda bolong menyebar berawal dari ketidaksengajaan dan tidak ada kaitan sama sekali dengan janda.

Asal mula nama tanaman janda bolong cukup unik dan berawal dari kalangan masyarakat Jawa. Dalam bahasa Jawa, tanaman ini disebut ron phodo bolong yang artinya daun pada bolong. Ketika diucapkan secara cepat, nama ini terdengar seperti rondho bolong, sementara kata rondo dalam bahasa Jawa berarti janda. Jadilah tanaman ini dikenal luas dengan sebutan janda bolong.

Dikutip dari kompas.com, Minggu (25/4/2021), lubang-lubang pada daun janda bolong sebenarnya terbentuk karena mekanisme alami. Karena habitat asli janda bolong ada di alam atau hutan, tumbuhan ini hidup semi epifit (tumbuhan yang akarnya tetap sampai tanah, merambat, dan menempel pada tanaman lain) sehingga kanopi pohon besar yang lain menutupinya.

Maka, untuk janda bolong dapat bertahan hidup adalah dengan menangkap bintik matahari atau berkas kecil sinar matahari yang menembus kanopi. Hal ini dapat memodifikasi struktur daun janda bolong agar memiliki lubang, area daun yang sama dapat menutupi area yang lebih luas.

Jadi, meskipun beberapa bintik matahari dapat melewati lubang, probabilitas alias insiden penangkapan cahaya tabir surya jadi meningkat karena ada lebih banyak area yang tertutup. Strategi yang dilakukan tumbuhan janda bolong agar sinar matahari dapat terserap efektif adalah dengan membentuk lubang-lubang pada daunnya tersebut.

Adanya lubang-lubang pada daun menjadikan luas penampang daun menjadi kecil sehingga dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan sinar matahari yang diterima dibandingkan apabila luas penampang daun besar atau tidak bolong.

Seorang pakar botani Christopher Muir dari Indiana University sempat mengungkapkan mengapa daun janda bolong berlubang. Christopher menjelaskan lubang pada daun janda bolong terbentuk karena kondisi pencahayaan yang memungkinkan sinar matahari menembus tanaman untuk fotosintesis.

Namun, ada pula yang berpendapat kalau janda bolong sengaja membuat lubang di daun untuk menahan angin badai yang kencang. Janda bolong membelah daunnya untuk memungkinkan angin masuk. Selain itu, ada juga menyebutkan kalau janda bolong melubangi daunnya untuk membiarkan air bersentuhan dengan akarnya. Namun, kedua pendapat terakhir ini masih belum bisa dipastikan kebenarannya, sehingga banyak spekulasi terkait alasan daun janda bolong berlubang.

Awal Tersebarnya Janda Bolong Indonesia

Meski cukup populer di Indonesia sejak lama dengan namanya yang unik, janda bolong sebenarnya bukan tanaman asli dari Tanah Air. Jenis asli tanaman ini berasal dari Amerika Tengah. Bahkan dahulunya, tanaman janda bolong sangat langka ditemukan di Indonesia karena memang lebih banyak tersebar di benua Amerika. Namun , di antara lebih dari 48 spesies monstera, jenis janda bolong termasuk yang paling cepat menyebar di Indonesia.

Dikutip dari casaindonesia.com, Minggu (25/4/2021), tanaman ini menjadi sangat tenar di Indonesia semenjak seorang petani di daerah Bogor berhasil menjualnya kepada orang Jepang dengan harga Rp120 juta. Dari situlah banyak orang Indonesia yang terinspirasi membudidayakan janda bolong dan jenis tanaman monstera lain. Walaupun memang butuh waktu cukup lama bagi tanaman ini untuk menyebar di Indonesia karena teknik budidayanya yang sulit.

Meski begitu, nilai ekonomi janda bolong yang fantastis itu bukan semata karena budidayanya yang sulit.  Menurut Dosen Fakultas Pertanian Unpad Syariful Mubarok, Dikutip dari Pikiran Rakyat, Minggu (25/4/2021), nilai jual janda bolong yang mencapai ratusan juta tersebut merupakan bentuk permainan harga semata untuk meningkatkan nilai jual tanaman hias.

Ia menambahkan bahwa fenomena ini juga pernah terjadi sekitar tahun 2007. Pada saat itu kenaikan harga fantastis pun pernah dialami oleh tanaman hias Anthrium Gelombang Cinta. Seiring dengan banyaknya yang memproduksi jenis tanaman tersebut, harga di pasaran pun menjadi turun drastis.

Walaupun memiliki teknik budidaya yang sulit, proses perawatan tanaman janda bolong tergolong mudah. Itulah salah satu alasan mengapa begitu banyak orang menyukai tanaman ini. Di samping perawatannya yang mudah, janda bolong juga tangguh terhadap berbagai macam hama dan penyakit asalkan tanaman disimpan dan dirawat dengan baik.

Selain karena perawatannya yang mudah dan bentuknya yang unik, janda bolong menjadi tanaman cocok dikoleksi di rumah karena memiliki beragam manfaat, di antaranya:

1. Memperbaiki Kualitas Udara

Jika diletakkan di dalam rumah, tanaman hias ini dapat menyerap berbagai zat beracun dari udara. Misalnya benzena, formaldehida, trichloroethylene, xylene, dan amonia. Sehingga, janda bolong dapat membersihkan dan memperbaiki kualitas udara di sekitarnya.

2. Menyegarkan Mata Lelah

Duduk di dekat tumbuhan janda bolong sambil menikmati keindahan daunnya dapat membantu menyegarkan mata yang lelah. Memandang tumbuhan hijau setelah bekerja di depan layar komputer selama berjam-jam bisa membuat mata kembali segar.

3. Menyerap Kandungan Kimia

Selain menyegarkan mata, tanaman janda bolong ini juga dapat menyerap kandungan bahan kimia yang sering menyebabkan sakit kepala, pusing, iritasi mata, gangguan saluran pernapasan, dan reaksi alergi.

Cara Merawat Janda Bolong Agar Tetap Estetik

Janda bolong termasuk jenis tanaman hias yang cukup mudah dalam hal perawatan. Meski begitu ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tanaman janda bolong Anda tumbuh dengan subur dan tetap terlihat estetik.

1. Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung

Janda bolong tidak memerlukan banyak cahaya matahari. Tanaman ini lebih cocok diberikan cahaya yang cerah tetapi tidak langsung. Paparan sinar matahari secara langsung justru berbahaya karena dapat menyebabkan daunnya layu, menguning, bahkan bisa membuat tanaman mati. 

Janda bolong dapat tetap hidup dengan aman dalam pencahayaan yang sangat minim sekalipun, namun jangan pula diletakkan di tempat yang terlalu gelap. Jika dibiarkan dalam kegelapan, tanaman ini akan mengalami suatu gejala yang bernama fototropisme negatif, yaitu keadaan dimana daun akan tumbuh ke arah kegelapan, bukan arah cahaya.

2. Jangan Terlalu Sering Disiram

Selain kebutuhan cahayanya yang minim, tanaman janda bolong juga tidak perlu disiram sering-sering. Cukup satu sampai dua kali disiram dalam seminggu sudah dapat mendukung pertumbuhan tanaman janda bolong dengan optimal. Pastikan tanah sudah cukup kering sebelum Anda menyiram kembali tanaman ini.

3. Letakkan di Area Lembab

Tanaman janda bolong sebaiknya diletakkan di area yang lembap, cukup dengan suhu ruangan kira-kira 18°C hingga 30°C. Tanaman ini lebih baik dihindari dari ruangan dengan suhu di bawah 15°C.

4. Lakukan Pemangkasan 

Untuk menjaganya agar tidak tumbuh secara berlebihan, pangkaslah tanaman secara teratur agar tanaman dapat tumbuh dengan rapi dan tetap indah dipandang.

5. Berikan Nutrisi dengan Pupuk

Meski termasuk tanaman yang tidak rewel, janda bolong perlu mendapatkan nutrisi tambahan agar tumbuh subur. Lakukan pemupukan secara rutin minimal dua minggu sekali. Salah satu jenis pupuk yang cocok untuk tanaman janda bolong dan tanaman hias lainnya adalah NPK Pelangi 16-16-16 produksi Pupuk Kaltim.

Agar pupuk dapat diserap dengan mudah oleh tanaman, sebaiknya gunakan cara pemupukan dengan dikucurkan. Caranya, siapkan ember yang berisi air 5 liter, kemudian siapkan NPK Pelangi 16-16-16. Masukkan pupuk sebanyak 1 sendok makan ke dalam ember yang berisi 5 liter air dan aduk sampai menjadi larut. Setelah larut, gunakan gayung berukuran kecil dan siramkan air larutan pupuk ke tanaman sebanyak setengah gayung kecil setiap tanaman. (*)