Belajar Lebih tentang Pupuk NPK, Kamu harus Tahu

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Untuk memperoleh tanaman yang sehat dan penuh nutrisi, Anda harus memastikan tanaman tersebut memiliki tanah yang baik. Nah, agar menghasilkan tanah yang baik, tentu diperlukan pupuk yang sesuai.

Pasalnya pupuk berguna untuk menggantikan nutrisi yang dikeluarkan tanaman dari tanah, dan hal itu bisa berdampak pada hasil panen dan produktivitas yang berkurang secara signifikan. Itu sebabnya fungsi pupuk NPK diperlukan untuk melengkapi nutrisi tanah dengan mineral yang dapat diserap dan digunakan oleh tanaman.

Pupuk NPK adalah pupuk yang mengandung tiga unsur hara makro yang penting bagi tanaman, yaitu Nitrogen (N) Fosfor (P) dan Kalium (K). Ketiganya merupakan nutrisi utama dalam fungsi pupuk NPK yang diperlukan untuk mengisi nutrisi tanaman. Masing-masing nutrisi dasar ini memainkan peran kunci bagi pertumbuhan tanaman.

Unsur N (Nitrogen) berfungsi sebagai penyusun asam amino (protein), asam nukleat, nukleotida serta klorofil. Hal ini akan menjadikan tanaman lebih hijau, pertumbuhan tanaman secara keseluruhan menjadi lebih cepat serta meningkatkan kandungan protein pada hasil panen.

Unsur P (Phosphor) berfungsi sebagai penyimpan dan menyalurkan energi untuk semua aktivitas metabolisme tanaman. Dampak positifnya adalah terpacunya pertumbuhan akar, memacu perkembangan jaringan, merangsang pembentukan bunga dan pematangan buah, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.

Unsur K (Kalium) pada tanaman salah satunya adalah sebagai aktivator enzim yang berpartisipasi dalam proses metabolisme tanaman. Selain itu juga membantu proses penyerapan air dan hara dalam tanah. Unsur hara K juga membantu menyalurkan hasil asimilasi dari daun ke seluruh jaringan tanaman.

Selain tiga unsur penting tersebut, juga ada beberapa tambahan unsur hara mikro seperti klorida, besi, mangan, kalsium, magnesium, sulfur, dan lain sebagainya yang terkadang ditambahkan oleh produsen pupuk.

Pada dasarnya, semua tanaman membutuhkan nitrogen, fosfor, dan kalium untuk tumbuh dengan baik. Tanpa kecukupan dari salah satu dari nutrisi ini, tanaman berpotensi tinggi gagal.

Dilansir dari gardeningknowhow.com, mengetahui nilai dan fungsi pupuk NPK dapat membantu Anda memilih yang sesuai untuk jenis tanaman yang ditanam. Misalnya, jika menanam sayuran berdaun, mungkin akan lebih cocok menerapkan pupuk yang memiliki jumlah nitrogen lebih tinggi untuk mendorong pertumbuhan daun. Jika menanam bunga, mungkin akan lebih cocok menerapkan pupuk yang memiliki jumlah fosfor yang lebih tinggi untuk mendorong lebih banyak bunga yang mekar.

Cara Menggunakan Pupuk NPK

Ada dua cara yang bisa kamu coba untuk mengaplikasikan pupuk NPK pada tanaman. Kamu bisa menaburkannya langsung atau melarutkannya terlebih dahulu lalu mengucurkan pada tanah.

  1. Sistem tabur
    Sistem tabur atau sistem tanam adalah salah satu cara memakai pupuk NPK pada tanaman dengan menaburkan atau menanam butiran-butiran pupuk NPK ke media tanam tanaman. Cara memakai pupuk NPK dengan sistem tabur adalah menyiapkan satu sendok makan pupuk atau sesuaikan dengan tanaman. Penaburan pupuk NPK bisa dilakukan ke empat sisi pot tanaman, yakni bagian depan,belakang, kanan, dan kirinya. 

    Namun, usahakan pupuk tidak mengenai batang maupun daun tanaman. Selain itu, hindari menamburkan pupuk NPK terlalu dekat karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

    Pastikan jaraknya cukup jauh dari batang, paling tidak 10 sentimeter (cm) jika memungkinkan. Untuk memudahkan, taburkan pupuk NPK di dekat bibir pot tanaman, lalu siram secukupnya. Alternatifnya, basahi sedikit media tanam dan buat sebuah lubang sekitar 10 cm dari batang tanaman, kemudian segera tutup kembali lubang tersebut. 
  2. Sistem Kocor
    Sistem siram atau kocor adalah cara memakai pupuk NPK dengan melarutkannya menggunakan air, lalu menyiramnya ke media tanam tanaman. Caranya, larutkan seperempat sendok makan pupuk NPK ke dalam 1,5 liter air dalam botol plastik bekas, lalu aduk atau kocok hingga merata. Pastikan pada bagian bawah botol sudah tidak ada lagi butiran pupuk NPK yang belum larut.

    Setelah larut, siramkan pupuk secukupnya ke media tanam secara merata, tetapi tidak terlalu banyak hingga mengenai akar. Artinya, takaran pemberian pupuk NPK harus disesuaikan dengan ukuran tanaman.

    Lakukan penyiraman dengan cara mengelilingi bagian pinggiran media tanam tanaman.  Saat menyiram pupuk NPK ke media tanam, pastikan tidak mencipratkan daun tanaman karena dapat menyebabkan layu. Jika terciprat dengan tidak sengaja, segera bilas daun dengan air bersih. 

Rekomendasi Pupuk NPK dari PKT

Pupuk NPK terbukti banyak dibutuhkan untuk nutrisi tanaman. Namun, kita harus memilih dengan benar pupuk NPK yang berkualitas karena di pasaran sangat banyak beredar pupuk NPK.

Salah satu pupuk NPK yang berkualitas adalah NPK Pelangi. Pupuk ini merupakan salah satu pupuk unggulan yang diproduksi PKT.

NPK Pelangi adalah jenis pupuk majemuk produksi PKT. Pupuk ini mengandung unsur hara Nitrogen, Phospor dan Kalium yang sangat dibutuhkan tanaman. Selain meningkatkan produktivitas tanaman padi, NPK Pelangi juga terbukti membuat tanaman lebih kokoh, tidak mudah rebah, dan daunnya hijau lebih lama.

NPK Pelangi terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu NPK Blending dan NPK Fusion. NPK Pelangi jenis blending diproduksi dengan proses mechanical blending, dan berasal dari bahan baku berkualitas tinggi, yaitu urea granul, DAP (Diammonium Phospate) dan KCL Flake, serta filler berupa Mg dan Ca sehingga butirannya berwarna warni.

Sedangkan NPK Pelangi jenis Fusion diproduksi melalui proses steam granulation sehingga memiliki butiran pupuk homogen yang mengandung unsur N, P dan K dalam satu butirannya. Keunggulan NPK Pelangi adalah dapat diformulasikan dengan sangat fleksibel sesuai kebutuhan pelanggan, serta terbukti dapat meningkatkan hasil panen.

Latest Article