Budidaya

Budidaya Tanaman Jagung: Pupuk dan Teknik yang Tepat Hasilkan Buah yang Sehat

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Tanaman jagung dikenal sebagai tanaman dengan kemampuan beradaptasi yang cukup luas, mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh di lahan yang kering ataupun subur. Kemudahan inilah yang membuat masyarakat gemar bertani jagung.

Selain itu, pangsa pasar yang ditawarkan juga cukup besar, sebab kebutuhan jagung, baik di dalam maupun luar negeri terus meningkat. Harga jual yang cukup prospektif, serta ada urgensi peningkatan produktivitas jagung nasional yang diserukan oleh Kementerian Pertanian juga membuat banyak petani memilih untuk menanam jagung.

Lalu, apa saja kriteria tanah yang cocok untuk budidaya tanaman jagung? 

Kriteria Tanah yang Cocok untuk Budidaya Tanaman Jagung

Tanaman jagung dapat tumbuh di segala kondisi tanah, mulai dari marjinal hingga subur. Namun, untuk hasil produksi yang lebih baik, tanaman jagung akan optimal jika dibudidayakan di tanah yang subur, kaya humus, gembur, dan mengandung kapur.

Tanaman jagung membutuhkan air yang harus selalu tersedia namun tidak terlalu menggenang. Air ini dosisnya bisa lebih banyak apabila jagung dalam kondisi perkecambahan dan pembentukan tongkol.

Selain kondisi tadi, tanaman jagung juga membutuhkan tingkat keasaman tanah (pH tanah) sebesar 5,5 sampai 7,5. Hal ini berkaitan dengan ketersediaan unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan tanaman jagung. Selain itu, jenis tanah yang dibutuhkan antara lain tanah berpasir, grumosol, latosol, dan andosol.

Tanaman jagung mampu tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1800 mdpl. Namun, untuk hasil yang optimal, tanaman jagung bisa dibudidayakan pada ketinggian maksimal 600 mdpl. Perihal ketinggian, selalu pastikan bahwa air tersedia dengan baik dan optimal. Kedalaman air tanah berada pada 50 sampai 200 cm.

Sebagai tambahan, apabila tanah mengandung garam, sebaiknya tidak melebih angka 7% karena dapat menghambat pertumbuhan jagung. Lalu, kemiringan lahan sebagai tempat budidaya jagung diusahakan maksimal 8%. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya erosi tanah.

Pengelolaan Tanah Gambut untuk Budidaya Jagung

Usaha tani tanaman jagung manis mempunyai tingkat resiko tinggi, terutama jika ditanam pada lahan gambut yang baru dibuka. Namun tanaman jagung manis mempunyai nilai ekonomi tinggi, dibandingkan tanaman jagung pipil. 

Berdasarkan hasil analisis usaha tani jagung manis pada lahan gambut yang baru dibuka, tingkat keuntungan lebih rendah dibandingkan pada lahan gambut yang sudah diusahakan. Hal ini karena biaya persiapan lahan lebih tinggi dibandingkan pada lahan gambut yang sudah lama diusahakan untuk pertanian.  

Meskipun demikian, pengembangan tanaman jagung manis ini cukup memberikan prospek yang menguntungkan jika didukung oleh pengelolaan lahan yang tepat. Misalnya dengan pemberian amelioran baik berupa abu, pupuk kandang ayam, atau tanah mineral yang sangat mendukung keberhasilan pengembangan jagung manis di lahan gambut. 

Pengelolaan tanah gambut berhasil dilakukan warga Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Warga Rasau Jaya kini tidak lagi membakar lahan gambut sebelum menanam, tetapi dengan agro teknologi pertanian. 

Dengan demikian program penanaman jagung di lahan gambut ini sekaligus bisa terintegrasi dengan pabrik pengolahan pakan unggas. Semua bagian jagung bisa dimanfaatkan. Kulit untuk kerajinan tangan, bongkol dan serasah untuk pupuk organic. 

Pengelolaan lahan gambut ini dilakukan atas kerja sama Universitas Tanjungpura dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Barat. Setelah diolah, jagung di lahan gambut yang berhasil dipanen mencapai 7-8 ton per hektar. Jumlah ini lebih banyak 2-3 ton per hektar dibandingkan sebelum program berjalan. 

Cara Menanam Jagung, Mulai dari Pemupukan Hingga Panen

Jagung merupakan salah satu bahan makanan pokok yang ada di indonesia, jadi sangat penting untuk memperlakukannya sehingga nanti hasilnya dapat maksimal.

Berikut ini adalah beberapa cara penting yang harus dilakukan sebelum dan sesudah tumbuh tanaman jagung tersebut.

1. Menentukan benih.

Saat ini banyak benih-benih jagung unggul yang disediakan di toko-toko pertanian. Karena itu, para petani tidak perlu lagi memilih benih jagung yang baik dan buruk karena sudah melalui uji coba di lapangan.

2. Mempersiapkan lahan

  • Jika lahan sudah ada maka berikutnya adalah melakukan pengolahan dengan mencangkul atau membajak agar tanah menjadi gembur.
  • Berikan pupuk kandang di area yang akan ditanami jagung, agar nantinya lebih memudahkan dalam penanaman. Sebaiknya pemberian pupuk kandang diberi jarak sesuai dengan jenis jagung yang akan ditanam.

3. Penanaman Jagung

Penanaman jagung sebaiknya menunggu curah hujan yang benar-benar sudah basah sampai lapisan terdalam tanah, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman jagung. Tanam jagung dengan jarak sesuai jenis jagung yang akan ditanam, karena tiap jenis tanaman jagung beda jarak dan penanganannya kurang lebih 70-80 x 20-25 cm, dengan jumlah biji per lubang satu saja, agar pertumbuhan dapat optimal.

4. Perawatan Tanaman Jagung

Perhatikan baik gulma dan tanda-tanda penyakitnya. Jika terlalu banyak rumput, segera lakukan penyiangan secara manual atau bisa juga menyemprot dengan obat pembunuh rumput yang sudah banyak jenis yang disediakan di toko-toko pertanian.

5. Pemupukan

Pemupukan yang sering diabaikan oleh petani adalah pupuk dasar,Pupuk dasar berfungsi untuk menyiapkan nutrisi bagi tanaman pada fase awal pertumbuhan. Saat berkecambah, jagung menggunakan nutrisi dari biji jagung. Setelah beberapa hari nutrisi dari biji akan habis dan akar mulai berfungsi mencari makanan. Disinilah terjadi proses adaptasi terhadap lingkungan yang biasanya diiringi dengan stres tanaman. Semakin lama stres pertumbuhan akan semakin terhambat. Untuk memperpendek fase stres ini, kebutuhan hara harus tercukupi. Kecukupan nutrisi ini akan meningkatkan daya tahan tanaman saat fase rawan tersebut. Selain itu pupuk dasar juga memacu pertumbuhan lebih cepat dan sehat.

Salah satu pupuk andalan yang biasa digunakan para petani untuk tanaman jagung adalah NPK Pelangi. Pupuk yang diproduksi Pupuk Kaltim ini telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas lahan dan kapasitas hasil pertanian di berbagai daerah melalui program Demonstration Plot (Demplot).

 6. Pemanenan

Ini hal yang paling ditunggu-tunggu, biasanya waktu panen berjarak kurang lebih 100 hari, tergantung jenis jagung yang ditanam, pahami ciri-ciri dari tanaman tersebut yang biasanya semua batang sudah mengering tetapi masih kokoh.

Dengan konsep penanaman hingga panen seperti itu, para petani bisa menjual komoditi jagung ke masyarakat luas. Harga komoditi jagung di tingkat produsen sendiri bervariasi di tiap daerah, mulai dari Rp1.918 hingga Rp4.500 per kilogram. 

Variasi harga juga terjadi di tingkat eceran. Di tingkat eceran ini, harga per kilogram jagung mulai dari Rp2.689, sementara harga tertinggi mencapai Rp8.500. Namun, harga tersebut seringkali mengalami perubahan dari waktu ke waktu.