Bukan Pupuk, Ini Penyebab Tanaman Kamu Mati

Bukan Pupuk, Ini Penyebab Tanaman Kamu Mati

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Tanaman sudah dirawat dengan baik, bahkan diberi pupuk yang berkualitas, tetapi masih layu atau mati? Hal seperti ini bisa menimpa siapapun.

Ada banyak alasan mengapa tanaman Anda sekarat hingga mati. Untuk itu, penting untuk mengetahui penyebabnya, sehingga Anda bisa menyesuaikan cara perawatannya sebelum terlambat. 

Mengapa tanaman yang dirawat bisa tiba-tiba layu dan mati? Dilansir dari Livespace, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kematian tumbuhan. Misalnya jika batangnya lembek dan membusuk, hal yang harus diperhatikan adalah memeriksa akarnya. Jika akarnya masih bagus, potong bagian batangnya untuk menghentikan kebusukan.

Berikut beberapa alasan yang membuat tanaman dan mati meski sudah dirawat.

  1. Terlalu banyak air

Menyiram tanaman terlalu sering bisa mengakibatkan akar tanaman membusuk hingga akhirnya mati. Ada beberapa tanda yang menunjukkan akar membusuk, salah satunya daun menjadi layu. Tanda lain adalah rontoknya daun yang menguning dan tumbuh jamur di permukaan tanah. 

Jika akar tanaman busuk, keluarkan dari pot. Lalu, buang semua akar yang mati dan tanah dalam pot. Tanam kembali tanaman di pot yang baru, kemudian siram dengan sedikit air hingga tanah basah, tetapi tidak tergenang. 

  1. Kurang air

Kekurangan air juga bisa membuat tanaman layu dan mati. Tanda-tanda tanaman kekurangan air hampir sama seperti kebanyakan air. Solusi untuk mengatasi hal ini relatif mudah. Cukup siram tanaman dengan air hingga daun-daun tanaman kembali segar.

  1. Drainase buruk

Pot tanaman biasanya memiliki lubang drainase. Tanpa adanya lubang drainase ini, air akan terkumpul di dasar pot sehingga menyebabkan akar menjadi busuk. Jika pot tidak memiliki lubang drainase, pastikan segera ganti pot tersebut dengan yang baru.

  1. Tidak mengganti pot

Tanaman biasanya terus bertumbuh. Apabila pot tidak diganti, ruang gerak tanaman menjadi terbatas karena ukuran pot sudah tidak sesuai standar. Untuk itu, langkah yang bisa dilakukan adalah mengganti pot dengan ukuran yang lebih besar.

  1. Tidak cukup cahaya

Tanaman membutuhkan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Jika tanaman terlihat layu, pertumbuhannya terbatas, daun lebih kecil dan berada di ruang yang redup, kemungkinan tanaman kurang mendapatkan cahaya matahari. Segera pindahkan ke tempat yang terpapar cahaya matahari.

  1. Hama

Pertumbuhan tanaman kerap terganggu dengan adanya hama seperti tungau laba-laba dan kutu putih yang hinggap. Jika terdapat hama, cuci seluruh tanaman dengan air hangat, lalu semprot dengan insektisida.

Perawatan Tanaman yang Benar 

Dalam merawat tanaman, pupuk menjadi hal yang diperlukan sesuai kebutuhan. Pasalnya, kebutuhan tanaman akan pupuk bisa berbeda-beda, tergantung jenis tanaman dan tanahnya.

Sebagai contoh pengusaha tanaman hias, Olla Nora Palit Bokong yang selama ini menggantungkan pupuk kandang untuk membantu tanaman dalam mendapatkan unsur hara ternyata memiliki masalah. Warna daun aglaonema miliknya tetap kusam. Olla akhirnya menggunakan Pupuk NPK Pelangi 16-16-16 produksi Pupuk Kaltim dalam perawatan aglaonemanya.

“Bisa dilihat sendiri, warna daun aglaonema langsung muncul. Biasanya aglaonema di daerah dingin warnanya nggak seperti ini. Di daerah dingin, pertumbuhannya bagus, tetapi warnanya agak kusam. Kalau pakai NPK Pelangi, daunnya kelihatan warnanya,” kata Olla.

Olla juga menggunakan NPK Pelangi 16-16-16 produksi Pupuk Kaltim sebagai tambahan pupuk kandang dan sekam padi untuk pembibitan. Selain itu, aplikasi NPK 16-16-16 juga bisa digunakan untuk tanaman bunga lainnya sesuai dengan kondisi tanaman.

Sebagai contoh mawar yang memiliki batang lebih keras dan cepat tumbuh diberikan NPK Pelangi dengan dosis lebih banyak.

“Kalau jenisnya palem beda lagi, yang bunga-bunga keras banyak kami gunakan NPK Pelangi. Apalagi bougenville, setiap 2 minggu kami kasih NPK Pelangi. Kalau sudah mulai rontok langsung kami kasih, itu langsung cepat muncul lagi bunganya. Padahal tanaman itu maunya di daerah panas,” jelas Olla.

Dalam perawatan, Olla bisa menghabiskan lima kilogram pupuk hanya untuk perawatan. Sedangkan untuk pembibitan, jumlahnya bisa lebih banyak lagi.

Selain penggunaan pupuk yang tepat seperti yang diterapkan Olla, ada faktor penting lain yang harus dilakukan saat merawat tanaman. Simak delapan cara merawat tanaman yang perlu Anda pahami.

  1. Memilih media tanam yang tepat

Ada banyak variasi tanaman. Ada yang bagus jika ditanam di tanah, tetapi ada juga yang kurang ideal dengan tanah. Untuk itu, Anda perlu banyak bertanya dan mencari tahu media tanam yang tepat untuk tanaman Anda.

  1. Ketahui jenis tanaman yang tepat untuk Anda

Jika aktivitas Anda padat, sebaiknya pilih tanaman yang tidak memerlukan perawatan intensif. Khawatirnya, tanaman cepat mati karena Anda lupa atau memberinya sinar matahari.Tetapi jika Anda memang penggiat atau pengoleksi tanaman, silakan saja pilih jenis tanaman yang Anda sukai.

  1. Pastikan mendapat sinar matahari alami secara cukup

Tanaman membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh dengan subur. Merujuk artikel SF Gate, ada beberapa tanaman yang membutuhkan sinar matahari dalam jumlah besar, tetapi ada juga jenis tanaman yang mampu bertahan dengan sedikit sinar matahari.

  1. Perhatikan kecukupan air

Menyiram tanaman sebaiknya dilakukan dua kali sehari dengan merata dan jumlah air yang pas. Saat menyiram, jangan sampai membuat genangan air pada pot tanaman.

  1. Perhatikan jadwal pemupukan

Tanaman juga butuh makan, dalam hal ini diberi pupuk. Ada enam nutrisi penting pada pupuk yakni nitrogen, fosfor, potassium, magnesium, sulfur, dan kalsium. Masing-masing nutrisi memiliki fungsi dan manfaatnya sendiri dalam menyuburkan tanah.

  1. Pantau kelembaban udara

Kelembaban udara juga diperlukan oleh tanaman. Umumnya, tanaman hias lebih menyukai kelembaban udara 40-60% lebih tinggi dari kelembaban udara normal di rumah. Karena itu, Anda perlu menempatkan humidifier untuk meningkatkan kelembaban tanaman Anda.

  1. Bersihkan dari Debu dan Hama

Debu dan hama yang hinggap di tanaman bisa menyebabkan terganggunya proses fotosintesis. Hal itu membuat tanaman akan cepat layu dan gagal tumbuh subur. Karena itu, lakukan bersih-bersih pada tanaman secara berkala minimal seminggu sekali.

  1. Ganti pot tanaman

Jika pertumbuhannya baik, tanaman akan bertambah besar maupun lebar. Ini tandanya Anda harus memindahkan tanaman ke pot yang lebih besar agar pertumbuhan tanaman tetap bisa berjalan sempurna.

Cara merawat tanaman yang tepat ternyata bisa memberikan keuntungan bagi hidup pemiliknya. Sebuah studi yang diterbitkan Journal of Physiiological Anthropology menemukan bahwa adanya tanaman di rumah dapat membuat seseorang menjadi lebih nyaman, tenang, dan alami sehingga mampu mereduksi stress fisiologis dan psikologis. (*)