Cara Memilih Pupuk untuk Kesuburan Tanaman

Cara Memilih Pupuk untuk Kesuburan Tanaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu, dan batu jadi tanaman. Lirik lagu Koes Plus berjudul Kolam Susu  ini menggambarkan akan kayanya sumber daya alam Indonesia.

Kekayaan alam Indonesia tentu tiada tandingannya, tetapi saat membahas tanah dan tanaman tidak bisa kita pisahkan dari pupuk. Mengapa demikian? Karena pupuk berfungsi sebagai sumber nutrisi tambahan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman dan juga memperbaiki struktur tanah. 

Saat tanah terus digunakan tentu akan terjadi penurunan kadar hara dan kesuburannya, pupuk berperan penting meningkatkan kembali kondisi lahan.

Dimana unsur hara atau nutrisi yang diperlukan oleh tanaman, seperti karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), sulfur (S), magnesium (Mg), kalsium (Ca), kalium (K), besi (Fe), dan lain sebagainya. Pupuk dapat digunakan lewat tanah, daun, atau injeksi langsung ke batang tanaman.

Perpaduaan lahan dan tanaman yang berkualitas tentunya akan memudahkan bercocok tanam dengan hasil sesuai target, misalnya bunga dan daun yang bagus atau buah dan umbi (kentang-kentangan) yang besar serta melimpah.

Dengan mengoptimalkan fungsi pupuk baik untuk media tanam maupun tanaman akan memudahkan petani atau penghobi tanaman untuk bercocok tanam baik berupa tanaman hias, hortikultura bahkan perkebunan.

Melansir merdeka.com, berikut jenis-jenis pupuk yang bisa digunakan dan terbagi berdasarkan 5 kategori, antara lain:

Berdasarkan Sumber Bahannya

– Pupuk Organik

Pupuk yang berasal dari pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan dan bahan alam lainnya, baik yang diproses secara alami maupun melalui rekayasa manusia. Bentuknya, bisa padat atau cair, contohnya pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk hijau, humus dan pupuk organik buatan.

– Pupuk Anorganik

Berupa pupuk buatan yang diproduksi sejumlah pabrik di dalam negeri dengan PT Pupuk Indonesia sebagai holding company. Sedangkan anak perusahaannya diantaranya PT Pupuk Kaltim yang memproduksi pupuk urea, NPK dan amonia.

Selain itu, ada juga pupuk buatan, ZA dan TSP serta beragam pupuk lain.

Berdasarkan Bentuk Fisiknya

– Pupuk Padat

Pupuk padat adalah pupuk dengan bentuk fisik padatan bukan cairan. Misalnya saja pupuk dalam bentuk butiran atau grunul, tablet atau tepung. Pada umumnya pupuk padat mengandung unsur hara makro.

– Pupuk Cair

Pupuk ini diproduksi dalam bentuk cair. Pupuk cair ini biasanya adalah pupuk dengan unsur hara mikro. Namun demikian ada beberapa jenis pupuk makro yang berbentuk cair.

Berdasarkan Jenis Unsur Hara yang Dikandungnya

– Pupuk tunggal

Pupuk tunggal merupakan pupuk dengan kandungan unsur hara satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya urea yang hanya mengandung unsur N (nitrogen).

– Pupuk Majemuk

Pupuk majemuk dengan kandungan unsur hara lebih dari satu macam. Misalnya NPK yang mengandung unsur N, P, dan K atau diamonium phospat dengan kandungan nitrogen dan fosfor.

Berdasarkan Cara Aplikasinya

– Pupuk Daun

Pupuk daun merupakan jenis pupuk yang khusus diaplikasikan dengan cara disemprotkan pada daun. Biasanya pupuk daun memiliki kandungan unsur hara mikro.

– Pupuk Akar

Pupuk akar merupakan pupuk yang cara pengaplikasiannya dengan cara ditaburkan pada media semai atau di sekeliling tanaman. Pupuk akar ini biasanya adalah pupuk dengan kandungan unsur hara makro. Misalnya urea, NPK, TSP, dan lain sebagainya.

Berdasarkan Cara Melepaskan Unsur Hara

-Fast Release

Jenis pupuk ini memiliki kandungan unsur hara yang mudah dan cepat diserap oleh tanaman. Pupuk jenis ini jika ditebarkan ke media tanam dalam waktu yang relatif singkat, maka unsur hara yang dikandungnya dapat dimanfaatkan langsung oleh tanaman. Jenis pupuk ini misalnya ZA, KCL, dan lain sebagainya.

-Slow Release

Biasa disebut juga dengan pupuk lepas terkendali. Di mana jenis pupuk ini melepaskan unsur hara yang dikandungnya secara perlahan. Pupuk jenis slow release ini melepaskan unsur hara sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. Jenis pupuk ini misalnya pupuk TSP.

Cara Memilih Pupuk untuk Kesuburan Tanaman

Memilih pupuk, bukan perkara yang sulit asal kita tahu akan diaplikasikan untuk lahan yang kondisinya terlebih dahulu telah kita pelajari, apakah jenis tanah kering, rawa atau tanah pegunungan yang lebih subur.

Begitu juga saat akan diaplikasikan ke tanaman, jenis, fungsi dan komposisi pupuk bagian penting dalam menentukan pilihan pupuk yang akan digunakan, dilansir dari pupukkaltim.com berikut beragam produk PT Pupuk Kaltim yang didapat dipilih;

Pupuk urea, disebut juga pupuk nitrogen (N), memiliki kandungan nitrogen 46%. Urea dibuat dari reaksi antara amoniak dengan karbon dioksida dalam suatu proses kimia menjadi urea padat dalam bentuk prill (ukuran 1-3 mm) atau granul (ukuran 2-4 mm) yang keduanya diproduksi oleh Pupuk Kaltim. Urea prill paling banyak digunakan untuk segmen tanaman pangan dan industri, sedangkan urea granul lebih cocok untuk segmen perkebunan, meskipun dapat juga untuk tanaman pangan. Pupuk Urea dipasarkan dan dijual dengan merek dagang  Daun Buah dan Pupuk Indonesia. Khusus urea bersubsidi dengan merek Pupuk Indonesia, produk urea berwarna pink.

NPK Fertilizer

Produk pupuk majemuk NPK dari Pupuk Kaltim terdiri dari dua jenis, yaitu NPK Simple blending dan NPK Fusion. NPK produk Pupuk Kaltim bisa dibuat dalam berbagai komposisi, sesuai kebutuhan tanaman dan jenis tanah. Jenis pupuk ini mengandung tiga unsur hara makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Semua bahan baku NPK berupa unsur N (nitrogen), P (fosfat) dan K (kalium) berkualitas tinggi.

Pupuk NPK nonsubsidi dipasarkan dengan merek dagang NPK pelangi dan NPK pelangi agro. NPK Pelangi adalah merek yang digunakan untuk produk-produk Pupuk Majemuk NPK (Blending) Non Subsidi, tampilan pupuk berwarna-warni, diproduksi oleh Pupuk Kaltim dalam beberapa jenis komposisi unsur hara, diantaranya komposisi 16-16-16 cocok untuk tanaman pangan dan holtikultura.

NPK Pelangi Agro untuk produk-produk Pupuk Majemuk NPK (Compound), dengan komposisi 15-15-15 untuk tanaman industri.

Pupuk Hayati

Ecofert adalah pupuk hayati produksi Pupuk Kaltim yang mampu meningkatkan tersedianya unsur hara N dan P, memacu pertumbuhan tanaman, meningkatkan penyerapan unsur hara tanah dan meningkatkan efesiensi pemupukan ehingga dapat menghemat pupuk NPK hingga 25% dari dosis standar dengan pemakaian Ecofert dosis 20-40 kh/ha saat pengolahan tanah. 

Biotara

Biotara adalah Pupuk Hayati yang adaptif dengan tanah masam lahan rawa, sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman di tanah masam lahan rawa. Biotara mengandung bahan aktif Trichoderma sp., Bacillus sp, dan Azospirillum sp.

Biodex

Selain Ecofert dan Biotara, Pupuk Kaltim juga memproduksi aktivator pengomposan dengan merek dagang biodex, yang mampu mempercepat proses pengomposan dengan bahan aktif jamur unggul. Biodex merupakan bioaktivator perombak atau pendegradasi bahan organik. Formula Biodekomposer Biodex dibuat dengan menggunakan bahan aktif mikroba unggul yang diisolasi dari berbagai sumber bahan yang mengandung lignin dan selulosa tinggi, seperti Trichoderma polysporum, T. viride, dan Fomitopsis meliae.