Cara Mudah Merawat Bunga Peony, Bunga Favoritnya Meghan Markle

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Peony merupakan jenis tumbuhan berbunga (paeoniaceae) yang berasal dari Tiongkok, Amerika Utara bagian barat, serta Eropa Selatan. Tinggi tanaman ini dapat mencapai sekitar 2–3 meter.

Bunga peony memiliki bau yang harum dan memiliki berbagai macam warna. Biasanya peony akan mulai berbunga pada akhir musim semi sampai awal musim panas.

Spesies peony liar kebanyakan adalah tanaman herba (herbaceous), namun beberapa spesies asal Tiongkok adalah pohon berkayu atau kerap disebut “pohon peony”.

Bunga peony sering digunakan dalam upacara pernikahan di Tiongkok karena dipercaya memiliki makna cinta, kebahagiaan, kemakmuran, dan membawa nasib yang baik.

Meghan Markle, istri Pangeran Harry kerap tampil dengan membawa buket bunga peony yang cantik. Ternyata bunga peony adalah bunga favorit putri Kerajaan Inggris yang baru-baru ini memutuskan keluar dari istana.

Masyarakat Indonesia mungkin tidak banyak yang mengenal bunga peony, pasalnya bunga ini tidak sepopuler lily, mawar, melati, atau krisan. Bunga ini memiliki keunikan tersendiri, berikut beberapa hal menarik tentang bunga peony:

  1. Peony memiliki banyak kelopak bunga berukuran besar dengan diameter sampai 25 cm.

Seorang penjelajah bernama Marcopolo menyebutnya sebagai roses as big as cabbages atau bunga yang sebesar tanaman kol. Bila dirawat dengan baik tanaman bunga peony dapat hidup sampai 100 tahun. 

  1. Peony dapat ditemui dalam semua warna, kecuali warna biru.
  2. Peony menghasilkan nektar yang justru menarik perhatian semut, bukan burung, lebah atau serangga terbang lainnya. Semut membantu peony untuk mekar. Semut tertarik pada nektar yang dihasilkan oleh kuncup bunga. Mereka akan memanjat tanaman dan membantu membuka kuncup untuk mencapai nektar yang ada di dalamnya.
  3. Peony adalah bunga nasional di negara Tiongkok. Bunga ini berasal dari bagian timur Tiongkok dan telah dibudidayakan setidaknya sejak 1000 SM. Masyarakat Tiongkok banyak memajang lukisan bunga peony dengan harapan mendatangkan keberuntungan. Selain cantik, akar, biji, kulit kayu dan bunga peony juga dapat digunakan untuk pengobatan. Orang Tiongkok pertama kali menggunakannya sebagai penghilang rasa sakit.

Makna Warna Bunga Peony

Setiap warna pada bunga peony memiliki makna tersendiri. Sebelum Anda memutuskan untuk menanamnya, menjadikannya sebagai hiasan, atau sebagai hadiah untuk orang tersayang, ketahuilah beberapa makna dari warna-warni bunga peony, di antaranya:

1. Bunga peony warna putih melambangkan maaf. Jika Anda perlu meminta maaf, bawalah beberapa peony putih saat Anda melakukannya. Bunga peony putih bukan hanya simbol kecantikan tetapi juga dapat diartikan sebagai rasa malu dan penyesalan, menjadikannya sarana untuk mengekspresikan penyesalan dan menebus kesalahan.

2. Bunga peony warna merah melambangkan gairah. Seperti banyak hal yang berwarna merah, peony merah melambangkan cinta, gairah, kemakmuran, kekayaan dan kehormatan. Jadi jika Anda ingin mengejutkan pasangan pada malam kencan atau hari jadi, bunga peony merah cocok diberikan kepada pasangan.

3. Bunga peony warna kuning melambangkan lembaran baru dalam kehidupan. Bunga peony kuning melambangkan awal yang baru, menjadikannya ideal bagi siapa saja yang memulai babak baru dalam hidup mereka, baik itu merayakan pekerjaan baru, menyambut tetangga baru, atau memberi selamat kepada teman-teman yang akan segera menjadi orang tua.

4. Bunga peony warna pink melambangkan pernikahan. Bisa dibilang warna paling klasik untuk jenis bunga ini, peony pink sering terlihat di pesta pernikahan dan karangan bunga pengantin karena mereka mewakili pernikahan yang bahagia, keberuntungan dan kemakmuran.

Masih banyak warna lainnya dari bunga peony yang tidak kalah cantik untuk ditanaman di halaman rumah atau cocok digunakan sebagai dekorasi dan hadiah untuk orang yang spesial.

Cara Merawat Bunga Peony

Jika Anda tertarik untuk menanam bunga peony, beberapa hal yang harus diperhatikan saat memulai menanam peony dikutip dari Bibitbunga.com, di antaranya:

  1. Pilih tempat dengan intensitas matahari yang cukup banyak atau sering terkena cahaya matahari. Hal ini membantu pertumbuhan dan masa berbunga peony menjadi lebih sering.
  2. Berilah jarak antara tanaman peony satu dengan peony lainnya kurang lebih sekitar 1 meter. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan tanaman peony menjadi baik, dan jangan Anda tanam peony ini berdekatan dengan semak-semak maupun pohon. Ini akan menimbulkan persaingan dalam memperoleh nutrisi dari dalam tanah.
  3. Jangan menanam peony pada tempat dimana peony sebelumnya tidak dapat tumbuh. Karena mungkin sebelumnya peony tidak mendapatkan nutrisi dari tanah tersebut, jadi apabila Anda memaksakan tetap menanam pada tempat yang sebelumnya peony tidak dapat tumbuh, ini akan sia-sia saja.
  4. Usahakan agar menanam peony pada tempat yang tidak terkena angin yang kencang.
  5. Untuk peony jenis herba akan tumbuh dengan baik ketika pucuk atasnya ditanam pada kedalaman 5 cm. Untuk peony berjenis pohon pertumbuhannya akan baik apabila cangkokannya ditanam pada kedalaman 10–15 cm.
  6. Peony membutuhkan tanah yang lembab namun tidak basah, oleh karena itu siramilah peony dengan rutin agar tanahnya tetap subur dan lembab.
  7. Peony sangat sulit apabila ditumbuhkan dari biji, karena biji peony yang berwarna hitam legam dan berukuran besar memiliki cangkang biji yang sangat tebal dan sulit ditembus oleh air.

Setelah mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menanam peony, Anda juga harus merawatnya dengan baik dan benar agar bunga peony tumbuh subur. Adapun cara merawat tanaman peony, di antaranya:

  1. Meskipun sebenarnya tanaman ini termasuk tanaman yang tidak mudah mati dalam kekeringan, Anda dianjurkan tetap menyiram tanaman peony agar tanah tetap lembab.
  2. Tanaman peony juga tidak wajib diberi pupuk, namun untuk memastikan nutrisi tanaman tetap tercukupi, Anda bisa menggunakan material kompos organik maupun pupuk rendah nitrogen sebagai pupuk untuk tanaman peony.
  3. Jika Anda mendapati semut hinggap pada bunga peony, maka biarkan saja. Semut tersebut jarang sekali menyebabkan tanaman peony rusak. Dengan memakan nectar dari bunga peony, semut telah membantu proses penyerbukan.
  4. Saat mendapati salah satu atau beberapa bunga mati, maka langsung saja potong atau singkirkan bunga yang telah mati. Ini dilakukan agar tanaman peony tumbuh lebih kuat. Apabila bunga yang telah mati dibiarkan, maka biji dari bunga peony berikutnya tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik.

Semoga bermanfaat, ya.