Cara Paling Benar Merawat Tanaman dalam Pot Gantung

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pecinta tanaman hias kini mulai melirik tanaman hias gantung. Sesuai namanya, tanaman hias gantung adalah jenis tanaman yang dapat diletakkan menggunakan pot dengan posisi menggantung.

Menanam tanaman hias dalam pot gantung memiliki banyak kelebihan, salah satunya lebih menghemat ruang, sehingga tanaman hias gantung ini menjadi solusi bagi Anda yang memiliki ruangan terbatas dan tidak punya pekarangan.

Tanaman hias gantung memiliki bentuk yang unik. Beberapa jenis tanaman hias gantung menjulur ke bawah, apa pula yang berbunga dan berdaun rimbun dengan warna-warni menarik sehingga cocok dijadikan dekorasi untuk mempercantik ruangan maupun teras rumah.

Selain itu, tanaman hias gantung juga dapat menjadi pemisah ruang sekaligus membuat udara di dalam ruangan menjadi lebih sejuk. Misalnya sebagai pemisah antara ruang keluarga dan ruang tamu, Anda bisa menggantungkannya di tengah-tengah ruangan tersebut.

Jika digantung di kanopi teras rumah, tanaman hias gantung dapat menghalangi paparan sinar matahari langsung ke dalam rumah sehingga membuat Anda betah duduk santai di teras rumah. Rumah Anda juga akan tampak lebih indah dengan hiasan tanaman gantung tersebut.

Kal ini Demfarm.id akan menyajikan informasi seputar tanaman hias gantung. Jenis tanaman, harganya, cara pemupukan, serta perawatan tanaman hias gantung dengan benar. Simak ulasan di bawah ini, ya!

Jenis Tanaman Hias Gantung dan Harganya

Tanaman yang paling cocok diletakkan dengan cara ini biasanya berasal dari tumbuhan rambat sehingga saat digantung dapat merambat indah ke bawah pot. Selain itu tanaman hias dengan bunga menggerombol juga cocok dijadikan tanaman hias gantung karena daun atau bunganya yang menumpuk bisa terlihat jelas meskipun digantung.

Dirangkum dari petanidigital.id, beberapa jenis tanaman hias yang dapat ditanam dengan cara menggantung potnya adalah sebagai berikut:

1. Petunia

Petunia merupakan jenis tanaman berbunga yang berasal dari keluarga solanaceae. Tanaman ini memiliki bunga yang berbentuk terompet dengan posisi tegak menghadap ke atas. Tumbuhan ini berasal dari daerah Amerika Serikat, tetapi bisa tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim tropis.

Walaupun bukan tanaman rambat, petunia memiliki cabang yang lemah sehingga tidak bisa berdiri tegak dan melengkung ke bawah. Jumlah cabang atau rantingnya juga sangat banyak dan menyebabkan bunga yang ada di atasnya mudah bergerombol.

Kondisi inilah yang menjadi faktor pendorong tanaman ini dijadikan sebagai tanaman hias gantung. Petunia juga memiliki banyak spesies, di antaranya:

– Petunia Sweetunia White Merlot

– Petunia Cascadias Magenta

– Petunia Limelight

– Petunia Plus Red

– Petunia Wave Blue

– Petunia Fortunia Early Blue Vein

– Petunia Surprise Lime

– Petunia Lemonade

– Petunia Prism Sunshine

Hasil pemantauan Demfarm.id di beberapa marketplace, harga tanaman petunia relatif terjangkau yakin kisaran Rp35.000 hingga Rp60.000. 

2. Tradescantia

Jika petunia termasuk dalam tanaman hias gantung yang berbunga, maka tradescantia ini golongan tanaman hias gantung dalam bentuk daun.

Tumbuhan ini berasal dari daerah Kolombia, Meksiko, dan Amerika. Di Asia sendiri persebarannya cukup banyak dan dimanfaatkan sebagai tanaman hias.

Tradescantia termasuk tanaman rambat yang mudah dipelihara di segala tempat. Bahkan peletakannya tidak harus digantung, karena bisa di tanam di dalam pot ataupun ditanam langsung di atas tanah.

Keindahannya terletak pada warna dan corak daun yang bervariasi. Bahkan batang tradescantia terbilang cukup unik karena berwarna ungu menyerupai daunnya.

Beberapa jenis tradescantia di antaranya:

– Tradescantia Zebrina

– Tradescantia Spathacea

– Tradescantia Pallida

– Tradescantia Fluminensis

– Tradescantia Sillamontana

Tradescantia dijual dengan harga beragam, mulai dari Rp10.000 hingga Rp150.000 tergantung jenis dan ukuran tanaman. 

3. Lili Paris

Lili paris memiliki nama ilmiah Chlorophytum comosum. Tanaman hias ini tergolong sangat sederhana dan mudah dibudidayakan.

Bentuknya yang elegan membuat penggemar bunga banyak yang menyukainya sebagai hiasan dalam pot ataupun digantung.

Lili paris memiliki ciri khas daun yang memanjang dengan warna hijau muda di bagian tengahnya dan putih kekuningan di bagian pinggirnya.

Meski dinamai lili paris, tumbuhan ini berasal dari Afrika selatan. Perawatannya yang mudah membuat lili paris ini bisa berkembang sampai Indonesia.

Keunikan tumbuhan ini terletak pada bentuk daunnya yang sangat kecil dan memanjang sehingga tulang daunnya tidak mampu tegak dan melengkung ke bawah. Bentuk ini justru terlihat sangat cantik terlebih jika diletakkan dengan cara digantung.

Beberapa jenis lili paris, di antaranya:

– Chlorophytum comosum vittatum memiliki warna hijau pucat di bagian badan daun dan putih pada tepinya.

– Chlorophytum comosum variegatum, yakni lili paris yang paling banyak beredar dengan ukuran daun lebih kecil memanjang dan bagian tepinya berwarna putih.

– Chlorophytum comosum mandaianum. Jenis lili paris ini paling berbeda karena warna daunnya secara keseluruhan adalah hijau terang dengan garis di tengahnya.

Lili paris termasuk jenis tanaman hias gantung yang cukup murah. Satu tanaman lili paris dibanderol dengan harga sekitar Rp2.500 hingga Rp20.000.

4. Peperomia

Peperomia termasuk tanaman gantung yang memadukan keindahan daun dan bunganya sekaligus. Tanaman asal Brazil ini termasuk dalam suku Piperaceae yang memiliki ribuan spesies.

Saat di alam liar, tanaman ini tumbuh dengan menumpang pada batang dan cabang pohon lainnya meski tidak termasuk tanaman parasit.

Keunikan dan daya tarik peperomia terletak pada bentuk daunnya yang kecil dan lucu. Bahkan motif dan warnanya juga beragam. Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk mengoleksi berbagai jenis peperomia sebagai hiasan gantung.

Beberapa jenis peperomia, di antaranya:

– Peperomia argyreia, keunikannya terletak pada motif dan warna daun yang persis seperti kulit semangka.

– Peperomia scandens yang memiliki ukuran daun kecil-kecil dengan tepinya berwarna putih.

– Peperomia caperata, dibedakan lagi menjadi dua jenis, yakni caperata berwarna merah dan silver.

– Peperomia glabella yang memiliki keunikan dari adanya lapisan lilin pada permukaan daun.

– Peperomia magnoliifolia, merupakan peperomia dengan tepi daun berwarna putih dan tumbuh tegak atau tidak merambat.

Pantauan di beberapa marketplace, peperomia dibanderol dengan harga Rp12.000 hingga Rp150.000.

5. Anggrek

Tanaman yang satu ini sangat familiar di semua kalangan masyarakat sejak dulu. Hebatnya, anggrek masih tetap eksis hingga saat ini di mana sudah banyak tanaman hias baru yang menjadi saingannya. Tanaman ini memiliki nama ilmiah Orchidaceae sehingga dikenal juga dengan sebutan Orchid.

Anggrek juga termasuk tumbuhan yang hidup di batang pohon tanaman lain. Biasanya habitatnya di daerah yang sejuk seperti pegunungan, tapi tidak menutup kemungkinan untuk bisa tumbuh subur di dataran rendah.

Kelebihan yang menonjol dari tanaman anggrek terletak pada bunganya yang berwarna-warni serta memiliki aneka corak yang sangat unik. Tidak heran apabila tanaman anggrek menjadi tumbuhan wajib yang selalu ada di kebun bunga.

Berikut beberapa jenis anggrek yang populer di Indonesia:

– Anggrek dendrobium

– Anggrek hitam

– Anggrek hartinah

– Anggrek bulan

– Anggrek zygonisia

– Anggrek catty cattleya

– Anggrek vanda

– Anggrek grammatophyllum measurianum

Tanaman anggrek dijual dengan harga yang beragam mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah tergantung jenis dan keindahannya. Di beberapa marketplace, anggrek bulan dan anggrek vanda dibanderol dengan harga mencapai Rp2 juta. Wow, mahal juga ya!

Pemupukan pada Tanaman Hias Gantung

Pemupukan menjadi salah satu jenis perawatan yang penting bagi semua jenis tanaman, termasuk tanaman hias gantung. Pupuk berfungsi sebagai sumber zat hara untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman. Pemupukan yang tepat akan membuat tanaman hias gantung yang Anda miliki tumbuh subur dan tetap terlihat indah.

Pupuk kandang merupakan salah satu jenis pupuk yang dianjurkan untuk tanaman hias gantung. Selain menyediakan nitrogen, fosfor, kalium, serta beberapa unsur hara lainnya, pupuk kandang dapat merangsang aktivitas biologi tanah, meningkatkan daya menahan air dan memperbaiki struktur tanah.

Aplikasi pupuk kandang pada tanaman hias gantung yaitu dengan cara dibenamkan ke dalam tanah untuk mengurangi penguapan unsur hara. Sementara untuk pupuk kandang cair, pemberian pupuk dilakukan setelah tanaman tumbuh sehingga unsur hara dapat terserap cepat oleh tanaman.

Selain pupuk kandang, pupuk NPK juga dapat menjadi alternatif pemupukan tanaman hias gantung. Aplikasi pupuk NPK dengan cara menaburkan 20 – 25 butir pupuk per tanaman dua bulan sekali. 

Penggunaan pupuk NPK tidak boleh terlalu sering dan terlalu banyak, karena bisa menyebabkan tanaman hias gantung yang Anda pelihara overdosis. Akibatnya tanaman hias menjadi layu, kering, bahkan bisa mati.

Perawatan untuk Tanaman Hias Gantung

Tanaman hias gantung membutuhkan perawatan yang berbeda dengan tanaman hias yang ditanam langsung di atas tanah atau dalam pot biasa. Dirangkum dari smartgardenindonesia.id, berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam merawat tanaman hias gantung.

1. Sesuaikan Sinar Matahari

Anda harus memahami karakter tanaman yang Anda pelihara, hal itu berkaitan dengan kebutuhan sinar matahari tanaman tersebut. Misalnya kaktus dan bunga lipstik, kedua tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung dan tidak akan tumbuh maksimal jika diletakkan pada tempat yang teduh. Akan tetapi tidak semua tanaman hias gantung membutuhkan sinar matahari. Jika tanaman hias tampak kering dan layu, segera pindahkan ke tempat yang lebih teduh dan terlindungi.

2. Pilih Pot yang Tepat

Pot berbahan dasar plastik adalah jenis yang paling banyak dipilih karena ringan dan praktis. Selain itu, pot tanah liat juga dapat digunakan karena pot ini lebih baik dalam menjaga kelembapan tanah tempat tanaman hias tumbuh. Hanya saja, pot yang terbuat dari tanah liat lebih mudah pecah dan berlumut. 

3. Pemilihan Tali Gantung

Tali gantung untuk pot tanaman hias banyak dijual di pasar dan juga toko bunga. Pilihlah tali yang kuat dan mampu menahan berat tanaman hias beserta media tanam dan potnya. Hindari menggantung pot dengan tali atau kawat yang dibuat sendiri. Selain kurang enak dipandang, tali dan kawat tersebut juga kurang kuat menahan berat pot tanaman hias.

4. Penyiraman yang Tepat

Tanaman hias gantung seringkali dianggap merepotkan karena terus meneteskan air setelah selesai disiram. Untuk menghindarinya, pilih pot yang memiliki piring penadah di bawahnya. Selain itu siram tanaman hias gantung secara perlahan menggunakan selang panjang atau semprotan.

5. Pemupukan Teratur

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, agar tumbuh subur tanaman hias gantung harus diberikan pupuk secara teratur. Perhatikan juga daun-daun yang layu atau mengering. Agar tidak mengganggu keindahan tanaman hias gantung, daun yang layu atau mengering bisa langsung dipangkas. (*)