Pupuk untuk tanaman di rumah

Cepat Untung dan Mudah, Gunakan Pupuk Ini untuk Tanaman di Rumah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Di masa pandemi COVID-19 ini, sebagian orang justru mampu berpikir kreatif dan mampu mencari celah melalui usaha rumahan. Banyak peluang usaha yang bisa Anda lakukan.

Salah satu usaha yang tetap bersinar di masa sulit ini adalah usaha pertanian di rumah. Usaha pertanian ini sangat menguntungkan karena memenuhi kebutuhan dasar manusia yaitu memproduksi bahan pangan.

Usaha pertanian masa kini tidak harus dilakukan di lahan luas. Anda juga bisa memanfaatkan lahan sempit untuk menghasilkan cuan dari usaha tanaman pertanian ini. 

Lalu, tanaman pertanian apa saja yang bisa Anda tanam di rumah sekaligus bisa meraup pundi-pundi rupiah? 

  1. Sosin (Sawi Hijau)

Sosin atau sawi hijau merupakan tanaman yang paling cepat bisa dipanen yakni kurang dari satu bulan. Tak heran jika tanaman ini sangat popular di kalangan masyarakat. 

  1. Tanaman Hidroponik

Tanaman hidroponik saat ini cukup populer. Sayuran yang ditanam dengan car aini cenderung sehat bersih, dan enak di makan. Tanaman yang bisa ditanam dengan cara hidroponik ini diantaranya selada, tomat, dan pak choy.

  1. Bawang Merah dan Putih

Bawang merah dan bawang putih merupakan kebutuhan utama dalam memasak sebagai bahan dasar bumbu. Anda bisa menanam di halaman rumah Anda.

  1. Cabai Merah Keriting

Anda penyuka makanan pedas? Mungkin menanam cabai merah keriting bisa menjadi pilihan yang tepat. Selain untuk dikonsumsi pribadi, cabai merah keriting bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha pertanian.  Anda bisa memanfaatkan lahan di sekitar rumah atau dengan penanaman hidroponik.

  1. Tomat

Kunci utama dalam menanam tomat adalah pada proses stek. Biasanya setelah 1-2 minggu, akar pada tunas akan mulai tumbuh. Inilah saat yang tepat bagi Anda untuk memindahkan tanaman tomat ke dalam media tanam.

  1. Kangkung

Kangkung bisa tanam dengan cara hidroponik. Cara menanamnya pun cukup mudah. Anda hanya perlu mempersiapkan bibit kangkung, pupuk, ZPT (Zat Pengatur Tumbuh), plastik bentuk saringan, dan baskom. Kangkung ini memiliki masa panen yang relatif cepat, hanya butuh waktu 4-6 minggu. 

  1. Bayam

Tanaman bayam mengandung zat besi yang sangat dibutuhkan tubuh. Untuk menanam bayam, Anda hanya perlu bermodal tanah, polybag, pupuk kompos, pestisida alami, dan bibit bayam yang bisa berupa biji atau stek.

  1. Terong

Terong merupakan jenis sayuran yang kaya akan vitamin K, kalsium, dan mineral Bioflavonoid. Untuk menanam terong, yang harus diperhatikan adalah menjaga suhu antara 22-30 derajat celcius. Tanaman terong ini bisa dipanen setelah 3-4 bulan. Kendati demikian, Anda bisa memanen terong sampai pohonnya berusia 4-5 bulan dengan periode panen 3-7 hari sekali.

  1. Jahe

Permintaan jahe meningkat tajam pada masa pandemi COVID-19. Pasalnya jahe ini dipercaya bisa meningkatkan imun tubuh, di samping melancarkan peredaran darah, migrain, hipertensi, sakit gigi, obat masuk angin, dan lain sebagainya. Jahe terdiri dari 3 jenis, yaitu jahe emprit, jahe gajah, dan jahe merah dengan harga yang bervariasi. 

  1. Kunyit

Kunyit selama ini digunakan sebagai pewarna makanan alami, obat, dan bumbu masakan. Dengan harga jual Rp15.000 – Rp50.000, kunyit bisa menjanjikan keuntungan bagi Anda.

  1. Jamur Tiram

Peluang untuk mendapatkan rupiah juga didapatkan dari budidaya jamur tiram yang bisa ditanam di lahan kosong di sekitar rumah Anda. Jamur tiram ini bisa dijual dengan harga Rp10.000 per kilogramnya. 

  1. Vanili

Vanili dikenal sebagai penyedap rasa paling mahal di dunia. Bayangkan, harga jual vanili bisa mencapai kisaran Rp8 juta – Rp 9 juta. 

 Pupuk yang Bagus Untuk Menghasilkan Produk Berkualitas

Pupuk sangat dibutuhkan bagi kesuburan tanaman. Selain pupuk organik, banyak orang juga menggunakan pupuk kimia karena memiliki kelebihan pada unsur dan senyawa yang mudah larut. Senyawa ini cepat diserap oleh tanaman tanpa memerlukan proses penguraian.

Berikut ini berbagai jenis pupuk, baik organik maupun kimia yang diyakini bisa berperan dalam menghasilkan produk tanaman berkualitas.

Pupuk Organik

Pupuk organik berasal dari bahan alami seperti sisa tanaman, kotoran hewan, kotoran manusia, hingga pelapukan kayu. Dengan bahan yang alami, pupuk ini cukup aman dan mampu meningkatkan kandungan unsur hara dalam tanah. 

Ada beberapa jenis pupuk organik yang biasa kita jumpai.

  1. Pupuk Kandang

Pupuk kandang dibuat dari kotoran hewan ternak maupun unggas seperti, sapi, kambing, dan ayam. Jenis pupuk ini sangat efektif menyuburkan tanah karena mengandung banyak unsur hara serta nutrisi makro maupun mikro.

  1. Pupuk Hijau

Sesuai dengan namanya, pupuk hijau berasal dari tanaman atau tumbuhan hijau. Pupuk ini bisa membantu meningkatkan kualitas tanah.

  1.  Pupuk Kompos

Pembuatan pupuk kompos dilakukan melalui dekomposisi dan fermentasi. Bahan yang digunakan adalah sisa bahan organik dari tumbuhan, hewan, dan limbah organik.

  1. Humus

Humus bisa dibuat mirip dengan pupuk kompos, yaitu melalui proses dekomposisi atau pelapukan. Tetapi bahan untuk humus ini terdiri dari daun-daunan, serta ranting tanaman yang membusuk secara alami.

  1. Pupuk Serasah

Pupuk serasah merupakan pupuk yang terbuat dari limbah organik nabati atau komponen tanaman yang sudah tidak terpakai, seperti jerami, sabut kelapa, dan rumput-rumputan.

Pupuk Kimia

Selain pupuk organik, pupuk kimia juga kerap dibutuhkan untuk membantu kesuburan tanaman. Penggunaan pupuk kimia ini tidak boleh berlebihan agar tidak merusak tanah dan tanaman. 

Salah satu produsen pupuk berkualitas adalah PT Pupuk Kaltim. Perusahaan pupuk nasional yang berkantor pusat di Bontang, Kalimantan Timur ini menghasilkan beragam pupuk kimia berkualitas seperti pupuk urea dan NPK. Selain kedua pupuk tersebut, masih ada pupuk lain yang biasa digunakan masyarakat untuk menghasilkan produk tanaman berkualitas.

  1. Pupuk Urea

Pupuk urea biasa disebut juga sebagai pupuk nitrogen karena memiliki kandungan nitrogen hingga 46%. Urea ini dibuat dari reaksi amoniak dan karbon dioksida melalui suatu proses kimia menjadi urea padat dalam bentuk prill (ukuran 1-3 mm) atau granul (ukuran 2-4 mm).

  1. Pupuk NPK

Pupuk NPK merupakan campuran dari tiga unsur makro, yakni Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Meski memiliki fungsi masing-masing, secara umum, pupuk NPK berperan untuk merangsang pertumbuhan akar dan daun tanaman, membantu pembentukan enzim dan vitamin, serta sebagai pembentuk dinding sel tanaman.

  1. Pupuk KCl 

Pupuk KCl kerap digunakan oleh para petani. Pupuk ini cocok diaplikasikan ke tanaman buah. Pupuk ini mampu meningkatkan kualitas buah pada tanaman. Selain itu, juga mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit, kerusakan maupun stress, batang tanaman menjadi lebih kokoh, serta produksi panennya akan melimpah.

  1. Pupuk TSP 

Pupuk TSP ini kaya akan kandungan fosfor yang berfungsi untuk mendukung proses fotosintesis pada tanaman. TSP juga biasa digunakan untuk mempercepat perakaran pada tanaman yang masih muda.

  1. Pupuk ZA

Pupuk ZA berbentuk mirip garam dan bersifat higroskopis. Pupuk ini mengandung nitrogen dan belerang yang berfungsi sebagai penambah unsur belerang pada tangah.  

Itulah rekomendasi jenis pupuk organik dan pupuk buatan untuk menghasilkan tanaman berkualitas. Sebaiknya penggunaan pupuk buatan diberikan seimbang dengan pupuk organik sehingga akan menghasilkan produk tanaman yang lebih maksimal dan berkualitas. (*)