modal pupuk bisa hasilkan uang

Cuma Modal Pupuk, Kamu Bisa Hasilkan Uang dari Rumah Aja

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Bukan hanya kios-kios penjual pupuk yang kini kebanjiran pembeli, tetapi platform belanja dalam jaringan (daring) alias online pun tak ketinggalan menawarkan pupuk sebagai salah satu produk andalan yang juga banyak peminatnya.

Di era pembatasan aktivitas untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, bercocok tanam menjadi salah satu tren kekinian, hobi berjamaah. Hampir setiap rumah kini memiliki beragam tanaman, bukan hanya tanaman hias tetapi juga beragam sayuran dan buah.

Tahukah kamu, bagaimana pentingnya peran pupuk dalam merawat tanaman?. Pupuk menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari karena bercocok tanam bukan hanya mengikuti tren tetapi juga alternatif usaha di tengah pandemi. Bahkan, tak tanggung-tanggung banyak warga yang kaya mendadak karena tanaman yang mereka  budidayakan harganya sangat fantastis.

Lalu apa sebenarnya pupuk itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pupuk adalah penyubur tanaman yang ditambahkan ke tanah untuk menyediakan senyawa unsur yang diperlukan oleh tanaman, pupuk bisa berasal dari proses pembusukan tanaman atau biasa disebut organik dan buatan pabrik atau anorganik.

Di negara kita, beredar berbagai macam pupuk khusus keluaran pabrik holding PT Pupuk Indonesia dibagi menjadi dua kategori pupuk bersubsidi dan nonsubsidi jika berdasarkan sasaran pendistribusiannya.

Harga pupuk bersubsidi diatur khusus oleh pemerintah dengan menyasar kelompok tani yang terdaftar dalam aplikasi pendataan penerima pupuk bersubsidi atau e-RDKK dan memiliki kartu tani.

Pupuk bersubsidi dan nonsubsidi sebenarnya memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda hanya komposisi dan ketersediaan produknya yang lebih banyak pupuk komersial, berikut harga bermacam-macam pupuk olahan pabrik, salah satunya PT Pupuk Kaltim;

1. Harga pupuk di pasaran

Pasca pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 tahun 2020 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2021.

Harga pupuk bersubsidi mengalami kenaikan menjadi Rp2.250 per kilogram dari sebelumnya Rp1.800 per kg untuk urea. Sedangkan pupuk SP-36 menjadi Rp2.400 per kg dan pupuk ZA Rp1.700 per kg.

Namun, ketersediaan pupuk subsidi tentu sangat terbatas hanya petani yang tergabung dalam kelompok tani, terdaftar di e-RDKK  dan memiliki kartu tani bisa mendapatkan produk tersebut.

Sedangkan pupuk nonsubsidi atau komersial produknya cukup banyak bahkan bisa dibeli di platform belanja online, dengan berat dan harga yang bervariasi.

Salah satunya produk pupuk keluaran pabrik PT Pupuk Kaltim yang sangat diminati karena konsumen banyak yang merasakan tepat dalam pengaplikasiannya di lahan maupun tanaman, berikut daftar harga pupuk nonsubsidi yang dijual pada sejumlah aplikasi belanja online;

Pupuk urea daun PT Pupuk Kaltim, Rp5.000 per 1/2  kg 

Pupuk urea prill daun buah Rp400.000 per karung isi 50 kg

Pupuk NPK Pelangi 16-16-16 Rp23.000 per 2 kilogram, NPK Pelangi produksi PT Pupuk Kaltim merupakan pupuk majemuk yang dibuat dengan teknik pencampuran secara fisik (bulk blending) menggunakan bahan baku yang berkualitas tinggi. Bahan baku utama dalam pembuatan NPK Pelangi adalah Urea Granul, DAP, dan KCL Flake.

Pupuk SP-36 nonsubsidi Rp250.000 per 50 kg

Pupuk ZA nonsubsidi Rp150.000 – Rp295.000 per 50 kg

2. Tanaman yang sedang tren

Ada belasan tanaman hias yang dapat menjadi pilihan penggemar tanaman agar tidak ketinggalan dengan tren kekinian.

Aglonema dan caladium merupakan dua diantara tanaman hias yang masih akan menjadi tren tahun ini.

Mengutip rumah.com, ada enam tanaman hias daun yang berada pada puncaknya diminati masyarakat yaitu;

1.Sukulen

2.Monstera

3.Anthurium

4.Sanseviera

5.Calathe Black Lipstick

6.Aglaonema

7.Caladium

Sedangkan  tanaman hias bunga adalah;

1.Begonia

2.Epiphyllum Chrysocardium

3.Hoya

4.Adenium

5.Hortensia

6.Bougenville

3. Memasarkan lewat perpesanan instan

Menawarkan produk secara konvensional dengan membuka pangkalan tanaman atau toko pupuk memang masih tetap dipertahankan. Cara pemasaran konvensional masih cukup efektif untuk menjual beragam produk.

Namun, pemanfaatan teknologi yang terus berkembang kini lebih menjadi pilihan pelaku usaha untuk menawarkan produknya. Tersedianya aplikasi yang memudahkan pelaku usaha menawarkan produknya. Melansir kumparan.com, ada tiga top aplikasi perpesanan yang paling banyak digunakan untuk bisnis.

1.Line

Jika produk segmennya kaum muda, aplikasi ini sangat tepat digunakan karena beragam fitur Line sasarannya memang anak muda. Line shopping sangat cocok untuk menawarkan produk dengan menyasar generasi muda.

2.WhatsApp

Saat ini, mayoritas pemilik telepon seluler dipastikan menggunakan aplikasi WhatsApp, pemasaran melalui fitur WhatsApp Blast kini paling banyak dimanfaatkan.

Kenapa demikian, karena WhatsApp Blast memiliki jangkauan pengiriman pesan instan yang tak terbatas, sampai ribuan nomor.

3.Telegram

Aplikasi ini, memiliki tampilan yang mudah digunakan sehingga menjadi kelebihan yang diminati ratusan juta pengguna telegram.

Dengan menggunakan instans view-nya telegram dipastikan fitur tersebut sangat membantu bisnis pelaku usaha.

Dengan harga pupuk yang terjangkau dan harga jual bunga yang fantastis, memulai bisnis tanaman hias dari rumah cukup menjanjikan. Apalagi teknologi informasi terbarukan saat ini mendukung menjalankan bisnis tersebut. Ditambah peminat tanaman hias saat ini mengalami peningkatan karena telah menjadi gaya hidup di tengah pandemi Covid-19.