cara membasmi embung tepung pada tanaman

Curah Hujan Tinggi , Hati-hati Serangan Embun Tepung

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Indonesia mengalami puncak musim hujan pada bulan Desember 2022 dan Januari 2023. Hal ini disampaikan oleh kepala BMKG Dwikorita Darmawati. Dari total 669 ZOM (zona musim) di Indonesia, sebanyak 175 ZOM akan memasuki musim hujan pada bulan Oktober 2022 yaitu sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Sebanyak 128 ZOm akan memasuki musim hujan pada bulan November 2022, dan terdapat 113 ZOM yang mengalami periode musim hujan sepanjang tahun.

Puncak musim hujan yang akan terjadi pada bulan Desember 2022 hingga Januari 2023 ini akan tergolong pada hujan ringan, hujan sedang, hingga hujan lebat. Pihak BMKG memberikan peringatan untuk masyarakat tetap berhati- hati terhadap efek negatif dari hujan seperti banjir, longsor dan lain sebagainya. Musim hujan bisa mempengaruhi berbagai sektor seperti sektor Industri, dan tidak terkecuali sektor pertanian.

Bagi para petani musim hujan memang memiliki dampak positif karena menjadikan sumber air yang melimpah. Namun tak dipungkiri musim hujan juga mendatangkan efek negatif. Salah satu penyebabnya karena secara alami air hujan bersifat asam.

Kandungan asam yang terdapat pada air hujan menyebabkan lapisan lilin pada daun menjadi rusak sehingga nutrisi menghilang sehingga tanaman tidak tahan terhadap keadaan dingin, jamur dan serangga, pertumbuhan akar juga akan menjadi lambat sehingga lebih sedikit nutrisi yang terserap, dan mineral- mineral penting yang hilang. 

Penyakit Embun Tepung

Salah satu penyakit yang menyerah tanaman di musim hujan adalah embun tepung. Tani Muda mungkin pernah melihat kumpulan seperti tepung berwarna putih yang terdapat pada tunas, daun dan tangkai beberapa tanaman. Itulah yang disebut dengan embun tepung. Embun tepung sering juga disebut dengan istilah powdery mildew. Penyakit ini disebabkan oleh jamur dan dapat menyerang berbagai jenis tanaman. Penyebaran penyakit ini terbilang cukup mudah apalagi di saat curah hujan tinggi. 

Embun tepung atau powdery mildew disebabkan oleh infeksi jamur powdery yang berasal dari famili Erysiphaceae. Jamur ini dapat menginfeksi daun, bunga, dan buah. Gejala awal yang timbul seperti bercak-bercak putih di permukaan bawah daun dan atas daun.

Jamur ini berkembang saat suhu udara lembab, seperti pada saat musim kemarau dengan suhu tinggi selama beberapa jam lalu diguyur hujan dengan curah tinggi sehingga menjadikan suhu lembap. Penyakit ini juga akan semakin parah selama musim hujan dengan curah hujan yang tinggi. Penyebaran akan semakin cepat dan mudah dengan adanya angin. 

Penyakit embun tepung yang menyerang tanaman akan menyebabkan menurunnya produktivitas tanaman. Apalagi bila terjadi pada periode pertunasan. Embun tepung yang menempel pada tunas akan menyebabkan tunas tidak dapat berkembang secara maksimal. Embun tepung yang terjadi pada buah akan menyebabkan gejala burik kusam permanen pada kulit buah sehingga buah masuk kedalam kategori mutu rendah. 

Cara Pengendalian Embun Tepung

Bila penyakit embun tepung ini dibiarkan, tentu saja akan merugikan secara ekonomi. Panen akan gagal karena penyakit mengalami penurunan produktivitas bahkan menyebabkan tanaman rusak dan mati. Oleh sebab itu butuh pengendalian untuk membasmi penyakit ini.

Untuk mengendalikan penyakit ini sinar matahari adalah hal yang paling utama. Namun Tani Muda juga bisa memberikan beberapa bahan aktif seperti siprokonazol, tembaga hidroksida, atau kapur belerang kepada tanaman. 

Pengendalian paling efektif dilakukan dengan menggunakan bahan aktif siprokonazol yang diberikan menjelang bertunas dan diulang saat daun masih muda. Selain itu, dapat digunakan bahan nabati seperti ekstrak daun nimba.

Senyawa azadirachtin filtrat pada daun nimba mampu merusak membran sel jamur Oidium tingitanium, sehingga metabolisme sel terganggu dan pertumbuhan sel terhambat. Perbedaan konsentrasi filtrat daun nimba mempengaruhi pertumbuhan embun tepung, diketahui bahwa filtrat daun nimba paling efektif adalah konsentrasi 60g/l, 80g/l dan 100g/l dengan persentase serangan embun tepung 11 %; 14,59%; dan 12,67% (Munah, 2014). Sedangkan pada kasus serangan yang parah pada tunas muda disarankan untuk dipangkas, kemudian dimasukkan kantong plastik (diisolasi) agar dapat mengurangi penyebaran konidia di kebun. (Fitri)

Latest Article