Tanam Jahe di Rumah. (Foto: TOEYTOEY2530/GETTY IMAGES

Daripada Beli, Tanam Jahe di Rumah Yuk!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pandemi Covid-19 membuat banyak orang lebih menyadari pentingnya hidup sehat untuk memperkuat imun tubuh. Gaya hidup sehat pun menjadi tren, seperti mengonsumsi sayur dan buah, berolahraga di rumah, hingga meminum ramuan herbal. Salah satu bahan ramuan herbal yang paling banyak dicari selama pandemi Covid-19 adalah jahe. 

Beberapa minuman herbal yang menggunakan jahe adalah teh jahe, jamu atau empon-empon, dan wedang jahe. Sensasi hangat dan sedikit pedas dari jahe membuat tubuh terasa lebih hangat. Minuman dari jahe cocok dikonsumsi untuk meredakan gatal tenggorokan dan menghangatkan tubuh di malam hari atau saat tubuh terasa tidak enak.

Jahe adalah tanaman jenis rempah-rempah yang memiliki nama latin Zingiber Officinale. Tanaman jahe memiliki bentuk rimpang atau rhizoma, yakni tumbuhan yang batangnya menjalar ke bawah permukaan tanah dan menghasilkan tunas dan akar baru di setiap ruasnya. Jahe ini berasal dari Asia Pasifik tepatnya berada di daratan India dan Cina.

Dari jenis, bentuk, besar rimpang, dan warnanya, jahe dibagi atas tiga jenis, yaitu jahe putih besar, jahe putih kecil, dan jahe merah. Jahe dapat ditanam di tanah yang memiliki ketinggian 200-600 meter di atas permukaan laut dengan rata-rata curah hujan 2.500-4.000 mm/tahun. Namun, pada umumnya, jahe di Indonesia ditanam di pekarangan rumah.

Manfaat Jahe

Jahe terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Dalam jahe terkandung berbagai nutrisi berupa kalori, karbohidrat, serat, protein, lemak, dan gula. Selain itu, jahe juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh, seperti zat besi, kalium, vitamin B3 dan B6, vitamin C, magnesium, fosfor, zinc, folat, riboflavin (vitamin B2), niacin (vitamin B3). Maka tidak heran jahe termasuk dalam salah satu jenis tanaman obat, berikut beberapa manfaat jahe yang kami rangkum dari halodoc.com

1. Anti Penuaan dan Kanker

Jahe bersifat anti-inflamasi dan anti-oksidatif yang bisa mengendalikan proses penuaan. Tanaman herbal ini juga memiliki potensi antimikroba yang dapat membantu dalam mengobati penyakit menular. Bahkan, manfaat jahe disebut-sebut dapat mencegah berbagai kanker. Akan tetapi, ada satu hal yang mesti digarisbawahi. Menurut jurnal di atas, meski potensi antikanker jahe telah terdokumentasi dengan baik, tetapi manfaat jahe terhadap kanker masih membutuhkan penelitian lebih lanjut sebelum mengklaim kemanjurannya.

2. Meredakan Nyeri Haid

Rutin mengonsumsi air jahe bisa membantu mengurangi nyeri haid. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa jahe yang dikonsumsi dapat meredakan nyeri menstruasi pada wanita. Bahkan, khasiat dari jahe disebut tak berbeda jauh dengan obat ibuprofen dan asam mefenamat. Untuk mendapatkan manfaat ini, cobalah untuk mengonsumsi air jahe setidaknya empat gelas. Minum cairan tersebut selama dua hari masa awal menstruasi.

3. Menurunkan Glukosa Darah sampai Kolesterol

Menurut jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health – mengenai khasiat jahe, rutin mengonsumsi jahe juga bisa menurunkan glukosa darah secara signifikan. Tak cuma itu, konsumsi jahe secara rutin juga bisa menurunkan kolesterol LDL (lemak jahat), trigliserida, sekaligus meningkatkan HLD (lemak baik).

4.Memperkuat Sistem Imun

Mengonsumsi jahe secara rutin juga dapat memperkuat sistem imun tubuh, sehingga tubuh tidak mudah sakit. Jahe banyak mengandung vitamin C dan magnesium. Kandungan ini membuatnya membantu tubuh untuk memperkuat sistem imun. Selain kedua zat tersebut, jahe juga memiliki kandungan gingerols, shogaols, dan zingerones yang dapat berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh.

5. Menangkal Infeksi Bakteri dan Virus

Khasiat jahe juga bisa membantu tubuh untuk menangkal infeksi bakteri dan virus tertentu. Kandungan gingerol dalam jahe dipercaya bisa menghambat infeksi bakteri. seperti shigella, E.coli, dan lain-lain. Minum jahe secara rutin juga bisa membantu mengatasi pilek dan flu.

6. Meredakan Sakit Otot

Menurut studi dari University of Georgia, Amerika Serikat, jahe memiliki efek antiperadangan yang juga berkhasiat mengurangi sakit oto . Namun, banyak sumber mengatakan jika meredakan sakit otot merupakan manfaat dari jahe merah. Dalam penelitian itu, para ahli melakukan riset terhadap 74 orang untuk melakukan beberapa jenis latihan. Subjek penelitian tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang diberi suplemen jahe dan kelompok yang hanya diberi pil mengandung gula. Hasilnya nyeri otot pascaolahraga pada kelompok pertama, lebih ringan 25% ketimbang kelompok kedua.

7. Meredakan Mual pada Ibu Hamil

Menurut studi dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, jahe bermanfaat untuk meredakan gejala morning sickness atau mual-mual pada awal kehamilan. Ekstrak akar jahe telah digunakan lebih dari dua ribu tahun untuk mengatasi gejala gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, sembelit, perut kembung, dan bersendawa.

8. Mengatasi Masalah Pencernaan

Salah satu manfaat dari jahe merah lainnya adalah mampu mengatasi dan mencegah masalah pencernaan. Ekstrak minyak jahe dipercaya mampu mengatasi masalah sakit perut karena kandungan antibakterinya. Gangguan di pencernaan umumnya terjadi akibat bakteri jahat yang masuk, sehingga konsumsi jahe cocok sebagai antitesis.

Cara Menanam dan Merawat Jahe di Polybag

Setelah mengetahui beragam manfaat dari jahe, ada baiknya Anda memiliki stok jahe di rumah. Jahe termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan, daripada membelinya, Anda bisa menanamnya sendiri di rumah. Tidak perlu lahan yang luas, budidaya jahe dapat menggunakan polybag. Berikut cara menanam dan merawat jahe di polybag yang bisa Anda lakukan di rumah.

1. Pilih Jenis Jahe yang Akan Ditanam

Pertama tentukan jenis jahe yang ingin Anda tanam. Ada tiga jenis jahe yang biasa dimanfaatkan sebagai rempah atau obat, agar tidak keliru berikut ciri dari masing-masing jenis jahe:

  • Jahe putih besar dengan umbi berwarna putih kekuningan dan berukuran 8-8,5 cm;
  • Jahe putih kecil dengan umbi berwarna putih kekuningan, berlapis-lapis, dan berukuran 3-4 cm;
  • Jahe merah dengan umbi berwarna merah atau jingga muda, berlapis-lapis, berbau tajam, dan berukuran 4-4,5 cm.

2. Pembibitan

Setelah menentukan jenis jahe yang ingin ditanam, langkah selanjutnya adalah pembibitan. Pilih rimpang jahe yang gemuk dan berkulit halus. Umumnya, rimpang jahe yang baik digunakan untuk pembibitan adalah yang berumur minimal 10 bulan. Rendam rimpang tersebut dengan air hangat selama satu malam. Lalu, letakkan rimpang di tanah hingga bertunas. Simpan di tempat yang kering dan tidak terkena sinar matahari langsung.

2. Pemindahan Bibit ke Media Tanam

Siapkan media tanam berupa berupa tanah yang dicampur pupuk organik dengan perbandingan 1:1. Rimpang jahe yang telah bertunas dapat dipindahkan ke media tanam setelah tunas berukuran 1-2 cm. Potong rimpang jahe menjadi potongan kecil terlebih dahulu. Setiap potong bisa memiliki beberapa tunas. Lalu, letakkan rimpang tersebut 5-10 cm di dalam tanah.

3. Perawatan Tanaman Jahe

Agar jahe tumbuh dengan baik, jauhkan pot dari sinar matahari langsung dan letakkan di tempat bersuhu 24-30 derajat celcius. Lingkungan dingin hanya akan memperlambat pertumbuhan jahe, bahkan membuat bibit tidak tumbuh.

Siram jahe setiap hari dengan air secukupnya. Air tidak boleh sampai menggenang agar jahe tidak busuk. 

4. Pemanenan

Umur panen jahe merah kurang lebih sekitar 10 bulan. Tanaman yang sudah tua dan siap panen adalah tanaman yang sudah melewati masa mengering, di mana daun dan batangnya berubah menjadi kuning dan sudah mengering.

Proses panen jahe yang kita tanam di polybag sangatlah mudah, karena kita tidak perlu susah payah untuk menggali cukup dengan merobek kantung polybag yang sudah mulai lapuk. Bersihkan jahe hasil dengan air mengalir, lalu keringkan. Jahe pun siap dikonsumsi.

Bagaimana, mudah bukan menanam jahe menggunakan polybag? Selamat mencobanya di rumah ya! (*)