berkebun untuk milenial

Dear Millennial, Ini Cara Meningkatkan Fokus dan Kepercayaan Diri dari Pupuk

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Anjuran untuk melakukan aktivitas di rumah selama pandemi memunculkan beragam hobi baru bagi generasi milenial, salah satunya berkebun.

Topik Pembahasan

Anjuran untuk melakukan aktivitas di rumah selama pandemi memunculkan beragam hobi baru bagi generasi milenial, salah satunya berkebun.

Kegiatan yang dahulu identik dilakukan para orang tua, kini justru digandrungi para millennial. Mulai dari berkebun sayuran dan buah untuk dikonsumsi, hingga mengoleksi tanaman hias dengan berbagai bentuk daun yang sedap dipandang.

Jika Anda termasuk milenial yang tengah asik belajar berkebun, ada baiknya mengenal berbagai jenis dan kegunaan pupuk, baik organik maupun kimia. Sebab pemilihan pupuk yang tepat termasuk salah satu faktor penentu keberhasilan berkebun.

Pemahaman yang baik tentang pupuk berguna untuk meningkatkan fokus dan kepercayaan diri dalam menjalankan aktivitas berkebun. Berikut jenis pupuk organik dan kimia, beserta cara menyimpan yang tepat dikutip dari berbagai sumber.

Pupuk Kimia

Pupuk kimia memiliki kelebihan pada unsur dan senyawa yang mudah larut, serta cepat diserap oleh tanaman tanpa memerlukan proses penguraian.

Meski begitu, terkadang pupuk kimia mengandung kalsium amonium nitrat. Senyawa yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman untuk kebun yang bisa berbahaya di sisi lain. Beberapa jenis pupuk kimia, di antaranya:

1. Urea

Pupuk ini memiliki rumus kimia CO(NH2)2, terbuat dari campuran gas amoniak (NH3) dan gas asam arang. Sekitar 46 kg nitrogen terkandung dalam 100 kg pupuk urea. Kandungan nitrogen yang cukup tinggi tersebut mampu mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sebab nitrogen akan memudahkan proses fotosintesis, sehingga menghasilkan lebih banyak klorofil.

Pupuk urea berbentuk kristal dengan warna beragam, antara putih dan merah muda untuk jenis bersubsidi. Sifatnya higroskopis, sehingga mudah larut dan mudah diserap tanaman. Reaksinya sedikit asam dan mudah terbakar oleh sinar matahari.

2. ZA (zwavelzure amonium)

Pupuk Zwavelzure Amonium mempunyai rumus kimia (NH4)2SO4 yang mengandung sekitar 21% nitrogen dan 24% sulfur. Bentuknya seperti kristal dengan beragam warna, seperti putih, merah muda, biru, abu-abu, dan kuning. Biasanya diterapkan sebagai pupuk dasar oleh petani, sebab reaksi kerja yang agak lambat.

Pupuk ZA mampu menambah unsur hara pada tanaman, memperbaiki kualitas tanaman, menambah nilai gizi pada hasil panen, serta membantu tanaman agar terhindar dari hama.

Pupuk ZA bersifat higroskopis atau mudah menyerap uap air. Terutama pada kelembapan 80 persen atau lebih, jadi mudah diserap tanaman.

Hampir sama dengan urea, reaksinya asam. Kurang baik diberikan pada tanah muda atau tanah yang kurang kandungan kalsium (alkali).

3. SP-36 (super phosphate)

Pupuk SP-36 (super phosphate) atau tertulis P2O5 dalam rumus kimia. Pupuk ini dibuat dengan pencampuran asam sulfat (belerang) dengan fosfat alam.

Fungsi utamanya sebagai penambah unsur hara phospor pada tanaman. Biasanya digunakan di berbagai macam tanaman, seperti perkebunan dan hortikultura.

Pupuk SP-36 kerap digunakan petani untuk membantu tanaman menghasilkan buah yang lebih banyak. Kelebihan lain SP36, bisa membantu memperbaiki kualitas biji, merangsang pembelahan tanaman, mempercepat pemasakan buah, menguatkan batang tanaman, dan memperbesar jaringan sel.

Reaksi kimia yang ditimbulkan tergolong netral. Pupuk SP36 mengandung sekitar 36 persen fosfor dalam bentuk P205 (fosfat).

Karena reaksi kimia yang cukup lambat, SP36 cocok digunakan sebagai pupuk dasar tanaman. Kemudian karena sifatnya higroskopis, pupuk ini bisa disimpan dalam kelembapan udara tinggi.

4. KCl (kalium klorida)

Pupuk KCl dibuat dari ekstraksi mineral kalium dan mengandung sekitar 60 persen kalium dalam bentuk K2O. Bentuknya bubuk atau serbuk merah.

Jenis pupuk yang mudah larut dalam air, sehingga mudah diserap oleh tanaman. Unsur klorida yang terkandung bersifat toksik atau racun bagi tanaman tertentu, seperti wortel dan kentang.

Reaksi kimianya netral hingga masam. Cocok digunakan sebagai pupuk dasar atau pupuk susulan.

5. NPK Phonska (nitrogen phosphate kalium)

Pupuk NPK digunakan sebagai penyeimbang unsur hara makro dan mikro pada tanah. Sebab mengandung unsur zat hara yang paling banyak dan sangat dibutuhkan tanaman, yakni nitrogen, fosfat, kalium, magnesium, dan kalsium.

Kelebihan pupuk NPK, mencegah tanaman supaya tidak kerdil. Juga memperkuat pertumbuhan akar jadi lebih kuat, banyak, dan panjang, sehingga mudah menyerap zat hara di tanah.

Pupuk ini bisa diaplikasikan di berbagai jenis tanah, sebab menimbulkan reaksi kimia yang netral. Pupuk jenis ini bisa digunakan sebagai pupuk dasar atau pupuk susulan.

Pupuk Organik

Berbeda dengan kimia, pupuk organik berasal dari bahan alami sisa makhluk hidup. Bahan dasar utamanya, seperti sisa tanaman, kotoran hewan, kotoran manusia, dan pelapukan kayu.

Karena bahannya alami dan terbilang aman, pupuk ini bisa meningkatkan kadar kandungan bahan organik dan unsur hara dalam tanah. Serta meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Jenis pupuk organik yang umum digunakan, di antaranya:

  1. Pupuk kandang
    Pupuk kandang berasal dari kotoran hewan ternak maupun unggas, seperti kerbau, sapi, kambing, dan ayam. Jenis pupuk ini efektif dalam menyuburkan tanah dan tanaman.

    Pupuk kandang mengandung banyak unsur hara atau nutrisi makro seperti fosfor, nitrogen, dan kalium. Kemudian unsur mikro seperti magnesium, sulfur, kalsium, besi, natrium, molibdenum, dan tembaga.
  2. Pupuk hijau
    Sedangkan pupuk hijau termasuk jenis pupuk organik dengan bahan dasar sisa tanaman atau tumbuhan hijau. Biasanya jenis pupuk ini dibuat dari tanaman hasil panen. Pupuk yang efektif membantu meningkatkan kualitas tanah.
  3. Pupuk kompos
    Berikutnya jenis pupuk kompos yang terbentuk dari sisa bahan organik. Berasal dari tumbuhan, hewan, dan limbah organik, yang secara alami melalui dekomposisi atau fermentasi.
  4. Pupuk hayati
    Pupuk hayati atau pupuk mikrobiologis merupakan jenis pupuk yang bekerja dengan memanfaatkan organisme hidup.
  5. Humus
    Selanjutnya jenis pupuk humus, yang dihasilkan dari proses dekomposisi atau pelapukan dari daun-daunan, serta ranting tanaman yang membusuk secara alami.

Manfaat Berkebun Bagi Kesehatan

Berkebun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental. Mungkin itu sebabnya aktivitas berkebun di rumah menjadi pilihan banyak orang selama pandemi COVID-19. Berikut kami rangkum beberapa manfaat berkebun bagi kesehatan:

Meningkatkan daya tahan tubuh

Kegiatan berkebun biasanya dilakukan di luar ruangan atau di tempat yang terkena sinar matahari. Sinar matahari, terlebih saat pagi hari, menghasilkan sinar ultraviolet yang bila menyentuh kulit akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin D.

Vitamin D memiliki peranan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan kalsium yang berguna untuk menguatkan tulang.

Menghilangkan stres

Menanam tanaman dan melihat perkembangannya setiap hari, mulai dari tumbuhnya tunas, daun, bunga, hingga buah atau sayuran yang dapat di
panen, memberikan rasa puas tersendiri.

Warna-warni dari tanaman juga membuat pemandangan menjadi lebih indah sehingga dapat membuat perasaan menjadi tenang dan tentram.

Paparan sinar matahari ketika kamu bercocok tanam juga dapat memicu otak untuk melepaskan hormon serotonin, yakni hormon yang dapat meningkatkan suasana hatimu.

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan di Journal of Physiological Anthropology menemukan, bahwa berinteraksi dengan tanaman dalam ruangan dapat mengurangi stres secara psikologis dan fisiologis.

Studi lain dari Jepang menyimpulkan, hanya dengan menatap tanaman di meja kerja saja kita dapat mengurangi tingkat kecemasan.

Sarana latihan fisik

Bila kamu tidak suka berolahraga, berkebun dapat menjadi aktivitas pengganti olahraga. Gerakan berkebun mulai dari mengeruk tanah untuk mengisi pot, memindah-mindahkan pot yang sudah ditanami, memupuk tanaman, hingga mengangkat ember air untuk menyiram tanaman akan membuatmu menggunakan banyak otot dan berkeringat.

Menjaga kesehatan otak

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa berkebun mampu menjaga kesehatan otak karena kegiatan ini akan membuat pikiran menjadi sibuk dan fokus, sekaligus membuka kesempatan untuk berinteraksi sosial dengan orang di luar rumah.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa tanaman memiliki efek menenangkan. Efek tersebut dapat membantu untuk fokus pada tugas dan retensi memori.

Sebuah studi dari University of Michigan menemukan, saat kita menghabiskan waktu di luar ruangan, tepatnya di sekitar tanaman, dapat meningkatkan retensi memori hingga 20 persen.

Termotivasi mengkonsumsi makanan sehat

Jika Anda memilih untuk menanam sayur atau buah-buahan secara organik, Anda dan keluarga akan termotivasi untuk mengonsumsi makanan sehat yang Anda tanam.

Anda tidak perlu lagi jauh-jauh berbelanja sayur dan buah karena bisa langsung memanen dari kebun sendiri yang jauh lebih sehat dan bebas pestisida.

Masih banyak manfaat lain yang dapat Anda dapatkan dari aktivitas berkebun. Jika Anda belum pernah berkebun, jangan ragu untuk memulainya, ya!

Tips Berkebun Bagi Pemula

Setelah mengetahui manfaat berkebun di atas, mungkin Anda yang sebelumnya tidak tertarik, mulai meliriknya sebagai hobi baru. Jangan khawatir kesulitan saat memulai berkebun, berikut kami bagikan tips berkebun bagi pemula.

  1. Observasi sinar matahari
    Sinar matahari jadi salah satu hal yang krusial dalam pertumbuhan tanaman. Keberhasilan mengolah kebun ditentukan oleh tingkat paparan sinar matahari yang didapat.

    Maka dari itu kamu perlu mengetahui area mana di rumahmu yang mendapat sinar matahari paling baik.

    Jika area rumah agak sulit mendapatkan akses sinar matahari karena tertutup kanopi, Anda dapat mencoba mengganti sebagian kanopi dengan yang berwarna transparan.
  1. Pastikan sumber air tersedia
    Jika jumlah tanaman masih sedikit, Anda masih bisa menggunakan air dari tower di rumah. Namun jika jumlah tanaman semakin banyak, Anda harus mencari air alternatif untuk menyiram tanaman agar lebih hemat air.

    Misalnya dengan membuat tampungan khusus air hujan menggunakan drum. Pastikan tempat tampungan selalu ditutup dan rajin dibersihkan agar tidak jadi sarang nyamuk.

    Anda juga bisa memanfaatkan air bekas mencuci sayuran atau tetesan air AC yang ditampung. Pastikan air bekas yang digunakan aman dari bahan kimia berbahaya ya.
  1. Jangan habiskan uang
    Saat pertama memulai berkebun, pasti akan banyak peralatan yang harus Anda miliki. Rencanakan dengan cermat pengeluaran untuk berkebun dan pilih alat sesuai kebutuhan. Jangan sampai pengeluaran tiba-tiba membengkak karena hobi baru ini.
  2. Pilih pupuk yang sesuai
    Sebelumnya artikel ini telah membahas berbagai jenis pupuk organik dan kimia. Untuk memilih jenis pupuk yang sesuai untuk jenis tanaman dan kondisi tanah, Anda dapat menanyakannya di toko pertanian tempat Anda membeli pupuk.
  3. Pastikan kebun tetap rapi
    Berkebun di rumah bukan jadi alasan rumah jadi terkesan kotor dan berantakan. Anda juga harus menjaga estetika kebun rumahmu. Pastikan Anda rajin membersihkan kebun dan menyusun tanaman dengan apik agar kebun di rumah menjadi spot menarik untuk dipandang. (*)