Manfaat pohon pule

Dikenal Angker, Ternyata Pohon Pule Banyak Manfaatnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pernah dengar pohon pule? Pohon satu ini memang tidak sepopuler pohon jati, namun memiliki banyak manfaat. Di Indonesia, khususnya Kalimantan, kayu pohon pule digunakan untuk membuat beragam perkakas rumah tangga dan bahan baku berbagai jenis kerajinan yang bernilai ekonomi.

Karena daunnya yang rimbun dan batangnya yang tinggi, pohon pule juga dimanfaatkan untuk penghijauan. Beberapa pemerintah daerah di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Malang, dan Semarang, memilih pohon jenis ini untuk memperbaiki kualitas udara, mencegah banjir, serta pelestarian lingkungan di wilayah perkotaan.

Pohon dengan nama latin Alstonia scholaris ini merupakan jenis tanaman keras yang umumnya hidup di Pulau Jawa dan Sumatra. Pule banyak dijumpai di kawasan terbuka, bersemak atau hutan campuran, hutan primer atau sekunder, hutan jati, atau pinggir ladang pada ketinggian 50 – 1.500 mdpl.

Mitos Tentang Pohon Pule

Bagi masyarakat di beberapa daerah, pohon pule kerap dikaitkan dengan hal mistik sehingga disebut sebagai pohon angker. Beberapa mitos tentang pohon pule yang beredar di masyarakat, di antaranya sebagai berikut.

1. Tempat Tinggal Makhluk Halus

Beredar mitos, pohon pule menjadi tempat tinggal makhluk halus. Bukan hanya makhluk halus biasa, kelompok masyarakat tertentu percaya jika pohon pule adalah tempat bersemayamnya raja jin. Selain itu, di bagian tengah pohon juga dipercaya sebagai tempat menyimpan mustika gaib.

2. Mampu Mengobati Gangguan Jin

Selain dianggap sebagai tempat tinggal makhluk halus, kayu dari pohon pule juga dipercaya mampu menyembuhkan gangguan jin atau kesurupan. Kayu pule dianggap memiliki kekuatan supranatural yang dapat mengusir energi negatif di dalam rumah atau dalam diri seseorang.

3. Pohon Sakral di Bali

Pule dianggap sebagai pohon yang sakral di Bali. Pohon ini umumnya tumbuh di tempat yang juga dianggap sakral, seperti pura dan kuburan. Seperti pohon-pohon besar yang dianggap bertuah lainnya, biasanya pada batangnya dililitkan kain berwarna tertentu misalnya kain putih kuning atau kain poleng yang bercorak seperti papan catur. Hal ini menandakan bahwa pohon tersebut harus dilestarikan. 

Kayu pule dimanfaatkan oleh masyarakat Hindu yang ada di Bali sebagai bahan dasar alat-alat yang berhubungan dengan seni sakral, seperti tapel (topeng), kulkul (kentongan), patung, dan lain-lain yang umumnya digunakan di pura atau upacara Hindu. Untuk memindahkan tanaman ini pun tidak bisa sembarangan, harus menggunakan ritual tertentu.

Pohon Pule Berkhasiat Sembuhkan Berbagai Penyakit

Dibalik mitos yang beredar tentang pohon pule, ternyata pohon ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Pohon ini telah lama digunakan dalam pengobatan Ayurveda, yakni salah satu metode pengobatan tradisional tertua di dunia yang berasal dari India. 

Hampir semua bagian dari pohon ini, mulai dari daun, bunga, getah dan batangnya dimanfaatkan sebagai pengobatan herbal. Hal ini dikarenakan pohon pule kaya akan kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid yang sangat bermanfaat.

Pohon pule mengandung senyawa aktif ditamine, echitanine, serta echitamine yang dapat digunakan sebagai alternatif dari kina, yakni tanaman yang digunakan sebagai bahan obat malaria. Kandungan senyawa lainnya yang terdapat pada pohon pule adalah akuammidine (rhazine), pikrinin, strictamine dan tetrahidroalstonin.

Dirangkum dari sehatq.com, berikut beberapa manfaat pohon pule bagi kesehatan.

1. Sebagai Antidiabetes

Diabetes merupakan kondisi medis di mana terdapat gangguan metabolisme yang menyebabkan hiperglikemia, yaitu kadar gula darah melebihi kadar normal. Kandungan betulin dan lupeol asestat pada ekstrak daun pule dianggap bermanfaat sebagai antidiabetes karena mampu menurunkan kadar gula darah dan menjaga kesehatan pankreas.

2. Sebagai Antikanker

Senyawa antikanker merupakan senyawa yang mampu menghambat bahkan mematikan sel kanker. Alkaloid dan triterpen yang terdapat pada daun pule memiliki aktivitas apoptosis (mematikan sel kanker) dan immunomodulatori (meningkatkan pertahanan tubuh).

3. Sebagai Antibakteri

Infeksi bakteri pada manusia dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti diare, penyakit kulit, dan TBC. Pohon pule memiliki kandungan butanol yang kuat pada kulit batangnya yang dapat menghambat bakteri strain M. Tuberculosis (TBC) yang sensitif dan resisten.

Selain itu, pohon pule juga memiliki 70 jenis senyawa alkaloid yang mayoritasnya ada di daunnya. Senyawa ini bermanfaat sebagai antibakteri yang mampu menghambat serta membunuh bermacam-macam bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

4. Sebagai Antioksidan

Radikal bebas merupakan senyawa yang dapat menyebabkan banyak penyakit degeneratif. Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menangkal radikal bebas sehingga menjaga kesehatan sel.

Kandungan antioksidan dalam bentuk senyawa alkaloid, saponin, terpenoid, flavonoid, fenolik, tanin, steroid, dan glikosida yang terdapat pada daun, batang, dan lateks pohon pule, efektif dalam menangkal radikal bebas.

Senyawa etanol yang tinggi juga merupakan kunci dari begitu banyaknya manfaat dari pohon pule. Ekstrak etanol ini khususnya banyak ditemukan pada bagian daun. Dalam pengolahannya, bagian-bagian dari pohon pule dapat dibuat menjadi minyak esensial, tonik, rebusan, perasan, bubuk ekstrak, serta pasta sebelum digunakan untuk pengobatan.

Meski demikian, manfaat-manfaat pohon pule ini membutuhkan banyak penelitian lebih lanjut untuk benar-benar memvalidasi khasiatnya bagi tubuh manusia. Selain itu, sedikitnya informasi mengenai efek samping juga membuat pohon ini tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan.

Cara Budidaya Pohon Pule

Pohon pule banyak dibudidayakan oleh para pecinta tanaman pohon. Daunnya yang bersih mengkilap serta batangnya yang memiliki kesan tua membuat pohon pule nampak kharismatik. Budidaya pohon pule tidak begitu sulit, Anda dapat menanamnya dari biji atau dengan cara stek batang. 

Cara Menanam Pohon Pule dari Biji

1. Menyiapkan biji atau benih pule

Hal pertama yang harus disiapkan adalah biji atau benih pule. Anda bisa membelinya di toko benih tanaman atau lewat situs jual beli online. Tidak sulit menemukannya, sebab benih pohon ini banyak dijual.

Selain itu, Anda juga bisa mengambil sendiri biji pule dari buahnya. Pastikan benih pule sehat dan tidak terkena hama agar pertumbuhannya baik dan bisa tumbuh dengan cepat.

2. Menyiapkan Media Tanam

Cara menanam pohon pule berikutnya adalah menyiapkan media tanam yang tepat. Media tanam yang Anda butuhkan untuk tanaman yang satu ini adalah tanah yang dicampur dengan sekam.

Anda bisa menyimpan media tanam di wadah semai agar biji cepat tumbuh. Basahi media tanam kemudian taruh biji pule di atas tanah. Taburkan tanah di atas biji pule secara pelan sampai biji tertutup oleh tanah.

3. Menunggu Biji Berkecambah

Selanjutnya, Anda bisa menunggu sampai biji pada wadah semai berkecambah. Umumnya dibutuhkan waktu sekitar dua bulan agar biji dapat tumbuh dan berubah menjadi benih.

4. Memindahkan Media Tanam

Cara menanam pohon pule dari biji terakhir adalah memindahkan benih ke media tanam yang lebih besar. Siapkan polybag yang telah berisi tanah, sekam dan kompos. Kemudian tanam benih pule ke polybag.

Pohon pule tergolong tanaman yang tumbuh cepat dan akan tumbuh sekitar 120 cm selama tiga bulan. Pastikan tanaman terkena sinar matahari yang cukup selama lima jam sehari.

Cara Menanam Pohon Pule dari Stek Batang

1. Menyiapkan Batang Pule yang Sudah Tua

Pohon pule tidak mudah mati dan akan tetap hidup asalkan akarnya basah dan menempel pada tanah. Karena itu, stek batang merupakan salah satu metode populer dalam membudidayakan pohon pule.

Pertama, siapkan batang pohon pule yang sudah agak tua atau berkayu. Usahakan pohon masih segar atau memiliki getah agar dapat tumbuh dengan baik.

2. Menyiapkan Media Tanam

Berikutnya, siapkan polybag berisi tanah sebagai media tanam tanaman. Jangan campurkan sekam pada media tanam ini agar media menjadi lebih padat. Tancapkan stek pohon pulai ke polybag sedalam 5 cm dan siram dengan air.

Anda juga bisa menutup tanaman menggunakan plastik agar tanaman tidak terkena hama dan mengurangi penguapan.

3. Menyimpan Tanaman di Tempat Teduh

Terakhir, simpan tanaman di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Setelah tiga minggu, tanaman akan menumbuhkan daun muda. Terus rawat tanaman sampai pohon tumbuh tinggi.

Penulis: Eva