Dorong Petani Milenial, Ini 3 Kegiatan Ciamik Upaya Pupuk Kaltim

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Saat ini, petani milenial memilik peran penting karena untuk melanjutkan pembangunan di sektor pertanian dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Nah, di sinilah kiprah petani milenial dibutuhkan. 

Apalagi transformasi pertanian ke arah digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan dan dipercaya dapat membantu percepatan perkembangan sektor pertanian. Dalam hal ini, petani milenial mempunyai peran yang penting untuk melakukan terobosan di sektor pertanian

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah petani per 2019 mencapai 33,4 juta orang. Dari jumlah tersebut, petani milenial atau petani muda yang berusia 20-39 tahun hanya 8 persen atau setara 2,7 juta orang. 

Karena itulah, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) berkomitmen mencetak 2,5 juta petani milenial di seluruh Indonesia yang maju, mandiri, berdaya saing dan berjiwa kewirausahaan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan, untuk mewujudkan komitmen tersebut perlu dilakukan regenerasi petani demi keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia. Sebab 70 persen lebih petani saat ini sudah berusia lanjut. 

“Maka dari itu perlu dilakukan regenerasi petani, di antaranya dengan program petani milenial. Langkah yang kita lakukan adalah dengan target tercetak 2,5 juta petani milenial hingga 2024,” ujarnya.

Program-program PKT

Ada banyak tantangan Pemerintah terkait pembangunan di sektor pertanian. Salah satunya adalah mendorong generasi muda untuk menjadi petani milenial.

Hal ini karena serapan tenaga kerja khususnya dari generasi milenial pada sektor pertanian masih sedikit. Industri pertanian hanya menyerap tenaga kerja sebanyak 19,18% saja dari total 64,92 juta penduduk kelompok usia muda Indonesia.

Serapan tenaga kerja di sektor pertanian masih jauh lebih kecil dibandingkan sektor lainnya. Pada tahun 2021, Badan Pusat Statistik menyebutkan sektor lain masih lebih banyak menyerap tenaga kerja dari kelompok usia muda. Sebagai gambaran sektor manufaktur mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 25% dan jasa hingga 55,8%.

“Saat ini, terdapat dua hal yang jadi tantangan di industri pertanian modern, pertama adalah kurangnya partisipasi generasi muda dalam bidang pertanian, dan kedua dibutuhkannya digitalisasi sektor pertanian yang cenderung masih tradisional,” kata Senior Executive Vice President (SEVP) Komersial PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Meizar Effendi.

Menurutnya, agar masalah tersebut dapat diatasi generasi muda perlu dilibatkan secara aktif pada sektor pertanian. Salah satu caranya memberikan kepercayaan generasi muda untuk mengisi posisi strategis dalam sektor pertanian sehingga mereka bisa berinovasi dan terus berkembang.

“Sebagai salah satu pelaku industri, PKT melihat bahwa kedua tantangan ini dapat dijawab melalui pelibatan peranan aktif para milenial di bidang pertanian. Di PKT sendiri juga sudah diterapkan, di mana sebanyak 70% karyawan kami merupakan talenta milenial dan beberapa bahkan diberi kesempatan untuk memegang posisi strategis. Harapannya, dengan diberikannya ruang untuk berinovasi, keberadaan generasi milenial dapat membawa perubahan yang positif,” jelasnya.

Untuk mendorong lahirnya petani-petani milenial ini, PKT membuat langkah nyata. Ada beberapa program yang dilakukan PKT, diantaranya Jelajah Agri Pupuk Kaltim, workshop urban farming warga Selambai, dan program Precipalm.

Salah satu program yang dilakukan anak perusahaan dari PT Pupuk Indonesia ini adalah dengan mengadakan Jelajah Agri Pupuk Kaltim untuk melihat secara langsung proses kerja agroindustri khususnya untuk industri pupuk.

Dalam program Jelajah Agri Pupuk Kaltim ini, PKT bekerja sama dengan Bisnis Indonesia. Tujuan dari eksplorasi ini untuk melihat lebih dekat bagaimana proses pembuatan pupuk di pabrik, proses distribusi hingga pemanfaatannya oleh petani di lapangan di Kalimantan Timur.

Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi mengatakan industri pupuk memiliki peran vital dalam agroindustri. Sebagai produsen urea terbesar di Asia Tenggara, PKT menjadi salah satu pionir dalam industri pupuk nasional.

“Karena itu, Program Jelajah Agri Pupuk Kaltim ini dapat melihat secara langsung peran kami di lapangan untuk ikut menguatkan petani. Kami berharap Tim Jelajah Agri yang ada di Kalimantan Timur serta Sulawesi Selatan dapat ikut menyebarluaskan keberhasilan yang sudah dilakukan PKT,” ujarnya.

Tak hanya itu,demi mengembangkan potensi urban faring di lingkungan tempat tinggal, PKT juga membekali masyarakat pemukiman atas air Selambai Kelurahan Loktuan Bontang Utara, teknik budidaya pertanian dengan metode vertikultur.

AVP Pembangunan Ekonomi TJSL PKT Irma Safni, mengungkapkan kegiatan ini sebagai kesinambungan upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk menggiatkan urban farming, sekaligus langkah awal dalam memulai budaya pangan mandiri untuk kecukupan gizi keluarga oleh masyarakat. 

Dari bekal pelatihan yang diberikan, optimalisasi potensi pertanian untuk mendorong pemenuhan pangan secara mandiri oleh masyarakat, dapat terimplementasi dengan baik di Selambai. Sehingga kecukupan gizi melalui makanan sehat bagi keluarga mampu terpenuhi dari metode vertikultur yang nantinya dilakukan. 

Hal ini pun sebagai wujud dukungan Pupuk kaltim terhadap program Pemkot Bontang, utamanya dalam mendorong kemandirian pangan bagi masyarakat melalui potensi yang bisa digali dan dikembangkan pada berbagai metode pertanian secara intensif.

“Semoga ke depan urban farming ini bisa terus dikembangkan, baik di Selambai maupun Kota Bontang dalam mendorong kemandirian pangan dan kecukupan gizi melalui makanan sehat bagi keluarga,” tambah Irma. 

Inovasi lain dari PKT adalah mengembangkan inovasi precision agriculture atau biasa disebut juga dengan PreciPalm. Inovasi ini bertujuan untuk membantu para petani dalam memilih pupuk yang sesuai dengan jenis tanaman dan lokasi untuk dapat berkembang dengan baik. Tetapi masih ada satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu kondisi tanah.

PreciPalm memanfaatkan teknologi satelit untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta mengolah informasi keragaman spasial dan temporal pada lahan kebun kelapa sawit hingga menghasilkan rekomendasi pemupukan yang tepat.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyebut PreciPalm sebagai solusi pertanian presisi berbasis satelit pertama di Indonesia untuk perkebunan kelapa sawit yang dapat meningkatkan daya saing produk pupuk nonsubsidi di era industri 4.0. 

Bakir juga menilai pertanian presisi adalah solusi model bisnis baru penjualan pupuk NPK, sekaligus meningkatkan daya tarik serta daya saing produk pupuk nasional. Pertanian presisi merupakan upaya efektif untuk mendapat keuntungan optimal dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. 

Inovasi-inovasi yang dilakukan PKT ini sangat cocok untuk para petani milenial. Mereka bisa mengembangkan sektor pertanian ini melalui penggunaan teknologi. Kemampuan para milenial untuk beradaptasi dengan teknologi akan mempercepat tumbuhnya sektor pertanian.

Latest Article