Manfaat Subak

Fakta Menarik Subak yang Diakui UNESCO, Sudah Tahu?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pada tanggal 29 Juni 2012 dalam sidang ke 26 Komite Warisan Dunia di Kota Saint Petersburg Russia, UNESCO menetapkan subak sebagai salah satu warisan dunia yang harus dilindungi. Daerah subak yang diakui adalah kabupaten Bangli, Gianyar, Badung, Buleleng, dan Tabanan dengan luas sekitar 20.000 hektar. 

Subak diakui sebagai Warisan Dunia karena dua faktor kategori, yaitu kategori warisan dunia tak benda yang dipandang dari sudut pandang nilai-nilai sosial yang timbul dalam wujud semangat gotong royong yang terdapat dalam sistem subak. Kategori kedua adalah warisan budaya tak benda yang merupakan pura subak, sawah dan sistem irigasi atau pengairannya.

Tani muda mungkin belum begitu mengenal dan mengetahui apa itu subak, apa manfaatnya dan mengapa bisa ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO, berikut beberapa fakta tentang subak yang perlu Tani muda ketahui.

Pengertian Subak

Menurut wikipedia, subak adalah suatu organisasi masyarakat Bali yang khusus mengatur sistem pengairan sawah (irigasi) yang digunakan dalam bercocok tanam padi. Beberapa pakar memiliki pendapat yang berbeda tentang pengertian subak.

Windia menjelaskan bahwa subak merupakan organisasi pengairan tradisional di bidang pertanian yang berlandaskan atas seni dan budaya serta diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat di pulau dewata. Subak biasanya memiliki pura yang dinamakan dengan nama Pura Ulun Carik atau Pura Bedugul, yang khusus dibangun oleh para pemilik lahan dan petani yang diperuntukkan bagi Dewi Sri sebagai dewi kemakmuran dan kesuburan. Sistem pengairan ini diatur oleh seorang pemuka adat yang juga seorang petani di Bali, yang disebut dengan Pekaseh.

Sushila memberikan beberapa definisi mengenai subak, yaitu (1) subak sebagai lembaga irigasi dan pertanian yang bercorak sosio-religius, terutama bergerak dalam pengelolaan air untuk produksi tanaman setahun (khususnya padi) berdasarkan prinsip Tri Hita Karana; (2) subak sebagai sistem fisik dan sistem sosial. Subak sebagai sistem fisik diartikan sebagai lingkungan fisik yang berkaitan erat dengan irigasi, seperti sumber-sumber air beserta fasilitas irigasi berupa bendungan, dam, dan saluran-saluran air, sedangkan subak sebagai sistem sosial adalah organisasi sosial yang mengelola sistem fisik tersebut; (3) subak sebagai organisasi petani pemakai air yang sawah-sawah para anggotanya memperoleh air dari sumber yang sama dan memiliki satu atau lebih Pura Bedugul serta memiliki otonomi penuh, baik ke dalam (mengurus kepentingan rumah tangganya sendiri) maupun ke luar dalam artian bebas mengadakan hubungan langsung dengan pihak luar secara mandiri.

Singkatnya subak adalah suatu organisasi yang ada di Bali di mana bertugas untuk mengatur pengairan sawah. Anggota subak sendiri adalah pemilik lahan ataupun petani yang memiliki kepentingan yang sama. Subak dijalankan dengan menganut unsur- unsur keagamaan Hindu yang kuat sehingga dapat membentuk kearifan lokal yang membuat para masyarakat petani di Bali memiliki harmonisasi dengan alam sehingga dapat mencapai hasil panen yang maksimal. Selain mengatur tentang pengairan atau irigasi lahan sawah subak juga memiliki pura.

Manfaat Subak

Secara umum, subak memiliki manfaat sebagai pengatur pengairan sawah yang dimiliki oleh masyarakat. Subak memiliki tugas untuk bisa memastikan bahwa setiap sawah yang ada di bali memiliki sistem pengairan yang baik. Dikutip dari buku Hubungan Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian dengan Perilaku Petani Jahe Subak Sarwa Ada Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar yang ditulis oleh Bagis Ade Tegar Prabawa (2020: 26), berikut fungsi dan manfaat sistem irigasi subak:

  1. Distribusi Air Sungai Pada Setiap Anggota

Subak memiliki tugas dalam pengalokasian air irigasi yaitu kegiatan menjatuhkan atau memberikan hak pemanfaatan air yang tersedia kepada setiap anggota subak, sehingga setiap anggota mendapatkan jatah air untuk lahan sawah mereka masing- masing.

  1. Mobilisasi Sumber Daya dan Pengendalian Dana

Organisasi subak memiliki tugas untuk memanfaatkan dana yang terkumpul untuk kepentingan anggota subak, seperti pemeliharaan dan perbaikan sistem pengairan, pemeliharaan dan perbaikan pura subak, upacara keagamaan, administrasi rapat- rapat subak, imbalan pengurus subak dana lain-lain.

  1. Penanganan Persengketaan

Subak Bali sebagai lembaga irigasi sering mengalami konflik terkait dengan ari irigasi. Umumnya konflik yang tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan akan dibawa dalam rapat subak dan diselesaikan dengan baik-baik.

  1. Menyelenggarakan Kegiatan Keagamaan

Keterikatan dan kekompakan dalam kelompok tani subak tidak semata-mata hanya kepentingan air irigasi saja, tetapi juga adanya nilai-nilai religius yang berkaitan dengan filosofi dan ditaati oleh anggota subak.

Metode Pengairan yang Mendunia

Subak, tidak hanya berhasil menjadi salah satu warisan dunia yang dilindungi dan diakui UNESCO, tetapi subak juga menjadi sistem pengairan yang diakui di mata dunia. Hal ini karena bagi masyarakat Bali, subak bukan hanya organisasi yang mengatur tentang irigasi pertanian, tetapi juga sudah menjadi konsep kehidupan masyarakat Bali. 

Menurut masyarakat Bali, subak merupakan gambaran langsung dari filosofi Tri Hita Karana. Subak sebagai suatu metode penataan hidup bersama, mampu bertahan lebih dari satu abad karena masyarakatnya yang taat akan tradisi leluhur.

Pembagian air dilakukan secara adil dan merata, segala masalah yang ada dibicarakan dan diselesaikan bersama, bahkan penetapan waktu tanam dan jenis padi yang akan ditanam pun ditetapkan bersama- sama. Bila terdapat kesalahan, sanksi yang akan diberikan pun akan ditentukan bersama oleh para anggota subak. Harmonisasi kehidupan inilah yang menjadikan sistem subak menjadi kunci utama lestarinya budaya subak dan dapat dilirik oleh mata dunia.

Penulis: Fitri