rekomendasi pot untuk tanaman bonsai. Foto: Pinterest

Hobi Menanam Bonsai? Ini Rekomendasi Pot yang Bikin Rumah Jadi Estetik

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Bonsai merupakan seni menanam pohon yang pertama kali muncul di Cina dengan sebutan Penzai atau Penjing. Bonsai dikenal sebagai seni menanam pohon yang dikerdilkan dalam sebuah pot dangkal. Jika dilihat dari bentuknya secara keseluruhan, bonsai merupakan sebuah duplikasi miniatur dari pohon tua yang indah di alam bebas.

Bonsai sering disebut juga sebagai seni pemangkasan atau pohon tanaman agar tumbuh kerdil melalui proses training (penyempurnaan bentuk pohon). Proses training juga merupakan suatu yang penting dalam pembuatan bonsai sepanjang masa hidup pohon tersebut. Maka dari itu untuk memperoleh bentuk dari bonsai yang sempurna memerlukan jangka waktu yang cukup lama disertai kreativitas, kesabaran, dan ketekunan.

Istilah bonsai sendiri berasal dari bahasa Jepang, yaitu bon yang berarti pot dan (sai) yang berarti pohon. Pada masa pemerintahan dinasti Yuan sekitar tahun 1280—1368 masehi banyak dari pejabat sampai dengan pedagang di Cina yang berasal dari Jepang membawa bonsai tersebut sebagai cindera mata ke negerinya. Namun seiring perkembangannya bonsai banyak dikenal berasal dari Jepang, karena Jepang-lah yang banyak mempopulerkan seni, teknik menanam pohon ini ke negara-negara lain.

Jenis Tanaman Bonsai dan Harganya

Ada banyak jenis tanaman yang bisa dijadikan bonsai, tentu setiap jenisnya mempunyai harga yang bervariasi. Berikut beberapa jenis tanaman yang bisa dijadikan bonsai beserta harganya dirangkum dari gdmagri.com:

1. Bonsai Kelapa

Di kalangan pecinta tanaman hias khususnya bonsai, bonsai kelapa ini sudah cukup populer. Butuh kesabaran ekstra untuk membuat serta merawat jenis bonsai yang satu ini sehingga membuat harga termahalnya bisa mencapai Rp5 jutaan. Namun Anda bisa membeli bakalannya mulai dari Rp 50.000—Rp500.000.

2. Bonsai Serut

Bonsai serut juga mempunyai ciri khas tersendiri dan banyak diminati para penyuka bonsai. Bonsai serut yang sudah terbentuk harganya bisa cukup mahal antara Rp2,5—Rp50 juta, namun bakalannya bisa dihargai mulai Rp100.000.

3. Bonsai Beringin

Kemampuan adaptasi beringin termasuk sangat baik karena ia mampu bertahan hingga 2 minggu tanpa penyinaran matahari. Bila dirawat dengan baik, bonsai beringin ini dapat memiliki nilai estetika yang tinggi. Bakalan bonsai beringin bisa dihargai Rp50.000—Rp300.000 dan yang sudah jadi bisa mencapai jutaan rupiah.

4. Bonsai Asam Jawa

Dibandingkan bonsai beringin, asam jawa memiliki daun yang lebih sedikit namun tetap memiliki kesan rimbun. Batang asam jawa juga lebih kecil dibandingkan beringin, jenis ini bisa dihargai mulai dari Rp700.000 hingga jutaan rupiah.

5. Bonsai Bougenville

Bonsai bougenville dapat tumbuh dengan baik di tanah yang kering dengan paparan sinar matahari penuh disertai pemupukan yang rutin. Bonsai jenis ini mempunyai harga mulai dari Rp50.000 hingga ratusan ribu bahkan jutaan sesuai dengan tingkat estetikanya.

6. Bonsai Cemara Udang

Jenis bonsai ini memang hanya terkenal di kalangan tertentu saja, sebab bonsai ini mempunyai kesan elit bagi kalangan pecinta bonsai. Bakalan bonsai cemara udang bias dihargai mulai dari Rp700.000 hingga jutaan rupiah.

7. Bonsai Anting Putri

Harga bonsai anting putri dipengaruhi oleh umur dan keindahan bonsai itu sendiri. Bonsai anting putri dengan bentuk yang menarik pernah mencapai harga termahalnya sekitar Rp25 juta, sedangkan bakalannya dihargai mulai dari ratusan ribu rupiah.

8. Bonsai Beringin Dolar

Dalam dunia tanaman hias, beringin dolar termasuk tanaman hias kelas premium dan sudah umum dijadikan bonsai. Bonsai dolar ini bisa memberikan kesan elit bagi pemiliknya karena untuk ukuran kecilnya saja bisa dihargai hingga Rp2 juta. Sedangkan bonsai dolar yang sudah jadi bisa mempunyai harga yang terbilang mahal yaitu antara Rp20—Rp50 juta.

9. Bonsai Kamboja

Pohon kamboja adalah salah satu pohon yang kerap dijadikan bonsai, namun hanya jenis kamboja Jepang saja yang bisa dibonsai. Sebab jenis kamboja Jepang batas maksimal pertumbuhannya sekitar 2 meter. Hal inilah yang membuatnya bisa dibonsai, batangnya yang menggelembung menjadikan ciri khasnya sendiri. Jenis bonsai kamboja bisa dihargai mulai Rp400.000 hingga jutaan rupiah tergantung nilai estetikanya.

10. Bonsai Adenium

Dalam kalangan pecinta bonsai, bisa dibilang primadonanya adalah jenis bonsai adenium. Nilai estetik dari bonsai ini ada pada bentuk bonggolnya dengan warna bunganya yang menarik serta aroma wanginya yang khas. Jenis ini memang mempunyai harga lebih mahal dibandingkan jenis lainnya. Bonsai adenium yang sudah jadi bisa mencapai jutaan bahkan ratusan juta rupiah.

Manfaat Tanaman Bonsai

Bonsai menjadi salah satu tanaman hias dengan harga yang mahal, sebab memiliki nilai seni yang cukup tinggi. Tidak hanya berfungsi menghias ruangan atau taman agar terlihat lebih estetik, ternyata bonsai juga memiliki manfaat bagi kesehatan dan psikologis bagi pembuat dan pemiliknya. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa manfaat tanaman bonsai:

1. Pereda Stres

Berinteraksi dengan bonsai merupakan salah satu sarana yang biasanya dilakukan pebonsai untuk melepas kejenuhan, karena dengan mengamati dan membuat bonsai dapat membuat pikiran menjadi lebih tenang. Hal serupa juga dapat dirasakan bagi penikmat tanaman bonsai, mengamati keunikan dan keindahan tanaman bonsai dapat meredakan stres setelah seharian bekerja.

2. Memperbaiki Kualitas Udara

Memelihara tanaman bonsai di dalam maupun di luar rumah bermafaat untuk memperbaiki kualitas udara yang dapat membantu meningkatkan energi tubuh sehingga seseorang mampu berkonsentrasi, produktif, dan suasana hatinya menjadi sebih baik.

3. Memenuhi Kebutuhan Emosional

Seni membonsai dapat memenuhi kebutuhan emosional dari pembuatnya, karena dapat memberikan kepuasan atas hasil yang telah didapat dari sebuah proses yang cukup panjang. Pemilik bonsai juga dapat belajar untuk menjadi lebih apresiatif terhadap seni, serta dapat melatih diri untuk merasakan emosional. Seperti seseorang yang sedang marah, sedih, ataupun gelisah dapat menghibur dirinya dengan melihat sebuah keindahan dari bonsai.

4. Sarana Rekreasi

Bonsai dapat menjadi sarana hiburan atau rekreasi bagi masyarakat, baik itu yang sudah tau bonsai maupun yang belum mengetahuinya. Karena seni dari bentuk bonsai yang indah akan memberikan daya tarik tersendiri bagi banyak orang, karena setiap bonsai tidak akan ada yang sama, baik dari jenis bahkan bentuknya.

5. Jadi Teman Seumur Hidup

Jika dirawat dengan benar, bonsai dapat menjadi teman seumur hidup. Tanaman pohon bonsai dapat hidup selama beberapa dekade, atau lebih. Banyak tanaman bonsai kuno yang ditampilkan di seluruh dunia telah hidup selama ratusan tahun, dengan yang tertua diyakini berada di suatu tempat di atas 800 tahun. Bonsai yang Anda rawat hari ini bisa menjadi pusaka, diturunkan dalam keluargamu dan dihargai oleh generasi yang akan datang.

6. Memperlihatkan Gaya Hidup

Selain digunakan sebagai media penyalur hobi dan rekreasi, untuk sebagian kalangan bonsai juga digunakan sebagai alat dalam menunjukkan strata sosial seseorang yang memilikinya, maupun memperlihatkan gaya hidup seseorang kepada orang lain.

Cara Merawat Bonsai

Tanaman bonsai harus mendapatkan perawatan yang baik agar keindahannya dapat terus dinikmati. Anda tentu tidak ingin tanaman bonsai yang Anda miliki tidak terlihat indah atau bahkan mati karena tidak terawat. Dirangkum dari bibitonline.com, berikut ini beberapa cara perawatan tanaman bonsai agar tetap hidup:

1. Penyiraman

Penyiraman bonsai bisa dilakukan pada pagi dan sore hari pada musim penghujan. Pada saat menyiram, pastikan air menembus ke luar melalui lubang pada dasar pot. Hal tersebut menjadi tanda bahwa lubang tidak tersumbat. Apabila terjadi penyumbatan di dasar pot maka tanaman bonsai bisa mengalami pembusukan akar sehingga besar kemungkinan tanaman akan mati.

Pada musim kemarau, penyiraman harus dilakukan dengan dosis yang lebih sering dan jangan lupa untuk membasahi bagian daunnya juga. Setelah membasahi daun, jangan disinari dengan matahari langsung karena bisa membuat daun hangus. Air yang digunakan untuk menyiram harus bersih, jernih, tak berbau, dan ber-pH netral. Anda bisa menggunakan air hujan atau air tanah untuk membasahi bonsai.

2. Pemupukan

Pemupukan bonsai berbeda dengan pemupukan tanaman yang ditanam di kebun atau lahan pekarangan rumah. Di sini Anda juga tidak boleh salah, sebab pemberian pupuk yang tidak benar akan membuat bonsai menjadi terlalu subur ataupun tumbuh tidak subur. Dengan berubahnya ukuran bonsai, maka tidak ada lagi nilai seni pada bonsai yang umumnya kerdil dan berbentuk aneh itu.

Pupuk yang diberikan untuk bonsai bisa dibuat dari kombinasi beberapa bahan organik seperti kotoran ayam atau kambing. Jika kesulitan memperolehnya, maka Anda cukup mencari bahan pupuk yang setidaknya menghasilkan pupuk dengan kandungan unsur-unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dengan perbandingan yang sesuai dengan kebutuhan bonsai. Selain ketiga unsur vital tersebut, bonsai juga memerlukan unsur-unsur lain seperti magnesium (Mg), tembaga (Cu), besi (Fe), belerang (S), dan kapur.

Di Indonesia, banyak penyuka bonsai yang menggunakan pupuk NPK atau pupuk urea, dengan dosis yang tepat sesuai kebutuhan pohon bonsai pastinya. Anda bisa melakukan pemupukan setidaknya satu bulan sekali. Pupuk selain diberikan untuk tanaman, juga perlu diberikan pupuk daun setidaknya tiga kali dalam satu bulan. Penggunaan pupuk majemuk pada bonsai juga harus diperhatikan dengan kondisi tanaman. Jika bonsai mengalami gugur daun, maka konsentrasi N dan K harus lebih besar dibanding P-nya. Sedangkan pada bonsai yang sedang berbuah atau berbunga, sebaiknya tinggikan konsentrasi P-nya.

3. Penyiangan dan Pemangkasan

Ada kalanya pada sekitar bonsai ditumbuhi rumput liar yang bersarang, sehingga keberadaannya mengganggu bonsai, mereka akan ikut memakan nutrisi dari unsur hara pada tanah. Untuk itu, perawatan tanaman bonsai yang juga cukup penting adalah melakukan penyiangan. Bersihkan rumput-rumput atau gulma yang tidak berguna sedini mungkin.

Penyiangan bisa dilakukan hanya dengan mencabut gula dengan tangan. Jika Anda tidak ingin bonsai ditumbuhi rumput liar di sekitarnya, ada baiknya untuk meletakkan lumut hijau atau mos. Keberadaan lumut hijau pada media tanam bisa mencegah tumbuhnya rumput atau gula. Anda bisa mengambil lumut tersebut di tepi-tepi dinding parit atau selokan, kadang di pagar juga ada. Selain mencegah rumput tumbuh, lumut juga bisa menjadi indikator tingkat kelembaban tanah. Jika warna lumut kecoklatan, maka artinya tanah kurang lembab sehingga perlu disiram.

Setelah melakukan penyiangan, perlu juga melakukan pemangkasan bagian batang, cabang, ranting, dan daun bonsai untuk menjaga kualitas bonsai. Pemangkasan dilakukan untuk membentuk bonsai sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan juga kondisi dari bonsai Anda sendiri. Jangka waktu untuk melaksanakan pemangkasan bisa sebulan sekali jika pertumbuhan bonsainya cepat. Jika pertumbuhannya lambat, Anda cukup melakukannya dua atau tiga bulan sekali.

4. Penggantian Media Tanam dan Pembersihan Akar

Unsur hara pada media tanam tidak selamanya mampu menutrisi tanaman bonsai Anda. Media tanam yang dibiarkan terlalu lama bisa mendatangkan banyak penyakit. Oleh karena itu, media tanam bonsai perlu diganti setidaknya beberapa bulan sekali.

Selain mengganti media tanam, diperlukan juga melakukan pembersihan akar yang kian lama makin menjalar keluar pot sehingga mempersempit jalan masuk air dan udara menuju ke dalam tanah. Pertumbuhan akar bonsai merupakan indikator tanaman sehat, tetapi jika pertumbuhan akarnya sudah berlebihan dan dibiarkan, maka bonsai bisa tersiksa dan mati.

Pergantian media tanam berupa tanah dan pemangkasan akar perlu dilakukan secara teratur. Kedua cara merawat tanaman bonsai ini dilakukan tergantung pada jenis, umur, keadaan, dan ukuran pohon dan pot bonsai. Umumnya, kedua perlakuan perawatan ini lebih sering dilakukan pada tanaman bonsai yang cepat berbuah atau berbunga, begitupun sebaliknya. Intinya, Anda hanya perlu menyesuaikan dengan usia dan ukuran tanaman. Semakin besar dan tua pohon bonsai, maka penggantian media tanam dan pemangkasan akarnya semakin jarang.

5. Penggantian Pot

Penggantian pot dilakukan setelah pergantian media tanam dan pembersihan akar. Pot baru yang digunakan harus bisa menyesuaikan dengan besar pohon bonsai. Pot dengan ukuran yang lebih ideal bisa mengakomodasi pertumbuhan bonsai. Sementara untuk pergantiannya, Anda bisa melakukan dua kali penggantian media pertumbuhan bonsai bersamaan dengan penggantian media tanam dan pemangkasan akar.

6. Pemangkasan Tanaman

Cara merawat tanaman bonsai agar selalu tampil menarik adalah dengan menjaga keharmonisan dari pola dan bentuk tajuk bonsai. Untuk mencapainya, semua bagian tanaman bonsai perlu dibentuk dengan melakukan pemangkasan.

7. Pembukaan dan Penggantian Kawat

Pada awal pembuatan bonsai, missal pada bonsai beringin, bagian batang tanaman perlu dibentuk menjadi pola tertentu sesuai keinginan dengan cara melilitkan kawat. Lilitan kawat yang sudah terbenam dan berhasil membentuk batang perlu dibuka. Sebab jika dibiarkan, maka bekas-bekas lilitan kawat akan sangat menonjol dan cabang menjadi luka.

Saat membuka lilitan kawat pembentuk pola, lakukan dengan hati-hati agar tidak melukai cabang atau batang pohon bonsai. Setelah kawat dibuka, berikutnya bisa dilakukan pengawatan lagi jika bentuk bonsai belum sesuai dengan keinginan atau diperlukan penyempurnaan bentuk bonsai.

8. Peletakkan Bonsai

Tempatkan pot bonsai di tempat yang mendapat sinar matahari cukup, namun tidak terlalu terik. Jangan juga menempatkan pot bonsai di tempat yang sangat dingin, terutama pada masa awal perawatan bonsai di mana akar bonsai bisa terkena paparan matahari karena berada pada lapisan tanah yang tipis dalam wadah yang dangkal. Area yang tepat untuk menempatkan bonsai yaitu di teras rumah, atau di atas rak yang memiliki atap transparan semisal plastik putih sehingga tetap mendapatkan sinar matahari.

9. Pengendalian Hama dan Penyakit

Tampilan bonsai akan menarik dan indah jika kondisinya sehat. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan bonsai adalah gangguan hama dan penyakit. Beberapa makhluk pengganggu tersebut bisa hewan peliharaan seperti kucing, ayam, dan anjing yang bisa saja menginjak bonsai.

Ada juga hama yang menyerang daun atau bagian lain seperti ulat, belalang, semut, bekicot, rayap, tungau, kutu daun, ataupun serangga lainnya. Hama yang paling sering menyerang bonsai dan perkembangannya sangat cepat adalah kutu dan tungau.

Sedangkan penyakit yang bisa menyerang bonsai adalah virus, bakteri, dan jamur. Virus merupakan penyakit yang banyak menyerang bonsai dan bisa didatangkan lewat serangga vektor yang hingga pada bonsai.

Jagalah tanaman dari hama dan penyakit dengan menyemprotkan pestisida, bakterisida, atau fungisida tergantung tingkat kebandelan dan jenis hama atau penyakit yang menyerang tanaman.

Rekomendasi Pot yang Cocok untuk Bonsai

Pot menjadi salah satu unsur penting yang menentukan keindahan bonsai. Tanaman bonsai akan terlihat estetik jika ditempatkan di atas pot yang sesuai. Sebaliknya, nilai estetik tanaman bonsai tidak akan tampak jika diletakkan pada pot yang salah.

Sebenarnya memilih pot tanaman bonsai dapat Anda lakukan dengan sangat mudah, yaitu dengan memperhatikan bentuk dan ukuran tanaman. Pot yang digunakan harus sesuai dengan bentuk dan ukuran tanaman. Karena pot bonsai yang baik bukanlah pot yang memiliki harga jual mahal namun yang memiliki ukuran sesuai dengan ukuran tanamannya.

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memilih pot untuk tanaman bonsai, dikutip dari bibitbunga.com, di antaranya:

1. Bentuk Pot

Bentuk dari pot untuk tanaman bonsai ini sangat beragam. Ada yang berbentuk geometris atau persegi panjang, bujur sangkar, bundar, oval, dan segi enam atau bahkan segi delapan. Namun ada juga pot bonsai yang memiliki bentuk tidak beraturan seperti berbentuk pulau dan ada juga yang menyerupai batu karang.

Variasi pot tanaman bonsai yang lainnya juga dapat diperhatikan dari bagian bibir pot, ada yang datar dan lurus saja namun juga ada yang mencuat ke dalam ataupun ke luar. Karena bentuk fisik tanaman bonsai ini sangat kerdil maka pot juga harus disesuaikan dengan bentuk ukurannya.

2. Tinggi Pot

Begitu juga dengan ukuran tinggi pot yang harus disesuaikan gaya bonsai yang ditanam seperti misal untuk gaya bonsai yang memiliki dasar miring maka sangat tepat jika ditanam dengan menggunakan pot berbentuk oval atau juga persegi panjang dengan ukuran ketinggian yang rendah.

Tanaman bonsai memang ditanam dengan cengkraman batu dan oleh sebab itu gunakanlah pot yang lebar namun dangkal serta tipis agar bagian batu yang digunakan lebih menonjol atau lebih terlihat dibanding dengan pot yang digunakannya. Jadi jika dilihat, pohon bonsai akan berkesan seperti tanaman pohon yang tumbuh di sekitar karang terjal.

3. Ketebalan Pot

Untuk ketebalan pot juga harus disesuaikan dengan tanaman bonsai. Apabila bonsai yang ditanam memiliki dasar yang tegak dan lurus dapat dengan menggunakan pot yang diameternya sama dengan pangkal batang bonsai. Untuk gaya bonsai yang sedikit menggantung maka pot yang digunakan adalah pot yang berukuran tinggi agar nantinya bonsai tidak sampai jatuh menyentuh lantai.

4. Bahan Pot

Bahan pembuatan pot bonsai sangat beragam mulai dari kayu, plastik, tanah liat, batu karang, keramik, porselin, dan juga semen. Untuk pot yang tahan lama dan juga sangat menarik adalah jenis pot porselen yang memang harganya juga sangat mahal dibanding dengan pot lainnya. Seperti yang telah dipaparkan pada artikel sebelumnya mengenai kelebihan serta kekurangan jenis pot bunga.

5. Warna Pot

Warna pot juga dapat memberikan kesan yang berbeda pada tanaman bonsai. Untuk bonsai yang memiliki warna hijau tua akan lebih cocok dengan penggunaan pot yang berwarna hijau gelap. Untuk tanaman bonsai yang berwarna hijau muda maka akan lebih cocok jika menggunakan warna pot yang lebih cerah. Untuk tanaman bonsai yang memiliki warna bunga cerah dapat ditanam dengan pot yang berwarna biru tua. (*)