Kim Seon Ho makan pare

HomeTown Cha-Cha Hits di Netflix, Kim Seon Ho ternyata Pernah Makan Pare

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Kepopuleran drama korea HomeTown Cha Cha Cha membawa nama Kim Seon Ho semakin dikenal. Meski sempat tersandung kasus bersama mantan kekasihnya, penggemar “Kepala Hong” masih tetap ada. Namun, mereka tetap tidak membenarkan atas apa yang sudah dilakukannya.

HomeTown Cha Cha Cha sendiri menjadi perbincangan banyak karena seriesnya yang apik dan masuk kedalam 10 terbaik di platform Netflix. Selain jalan ceritanya yang menarik dan sangat relate dengan kehidupan sehari-hari, series ini juga diperankan oleh aktor-aktor ternama Korea Selatan, seperti Shin Min Ah dan Kim Seon Ho sebagai pemeran utamanya. Kedua akor ini sangat jago memainkan peran sehingga sangat melekat di hati para penontonnya.

Berkat keberhasilan series ini, nama Kim Seon Ho semakin bersinar setelah sukses memerankan tokoh Han Ji Pyong di series sebelumnya, yaitu Start Up. Kim Seon Ho baru memulai debut pada 2017 dengan bermain pada drama Good Manager, setelah itu tawaran untuk bermain drama dan mengikuti variety show berdatangan. Kim Seon Ho telah berperan dalam beberapa drama seperti Good Manager, Two Cops, Strongest Deliveryman, Welcome To Waikiki, 100 Days My Prince, Startup Hometown Cha-cha dan masih banyak lagi. Kim Seon HO juga menjadi member dalam acara Reality  Show yang ditayangkan di KBS 2 yaitu 2 Days & 1 Night.

Ternyata pada acara reality show tersebut Kims Seon Ho pernah mencicipi pare. Kim Seon Ho dan teman- temannya terlihat mendapat tantangan dari produser acara tersebut untuk mencoba beberapa hidangan yang terbuat dari pare. Terdapat pare yang sudah diolah menjadi beberapa makanan, dan ada juga pare mentah.

Produser acara tersebut menjelaskan bahwa pare merupakan salah satu tanaman ajaib. Pare memiliki kandungan insulin yang tinggi sehingga dapat mengontrol kadar gula darah sehingga dapat menyembuhkan diabetes. Nah, bagi kamu yang ingin tau lebih lanjut tentang tanaman pare, yuk simak terus!

Fakta dan Manfaat Tanaman Pare

Peria atau yang biasa disebut pare merupakan tanaman asli Asia Tropis yang bersifat merambat. Pare memiliki buang yang panjang dan runcing serta memiliki tekstur bergerigi. Pare dapat tumbuh didataran rendah, bisa tumbuh dengan cara liar atau dibudidayakan. Pare terkenal memiliki cita rasa yang pahit. Namun dibalik rasa pahit ini, pare memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Bagi masyarakat Indonesia pare sering dikonsumsi sebagai sayuran. Meski memiliki rasa pahit pare tetap menjadi sayuran yang sering dikonsumsi karena banyak manfaat yang diberikan.

Pare memiliki banyak kandungan Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, betakaroten, fitokimia lutein, likopen, kalori, protein, lemak, karbohidrat, serat, abu, kalsium, fosfor, kalium, zat besi dan natrium. Karena kandungan ini dengan mengkonsumsi pare dapat membantu kamu untuk mengobati beberapa penyakit seperti diabetes, gangguan pencernaan, perangsang nafsu makan, obat cacingan, sebagai antikanker, antibiotik, antivirus, penurun kadar gula darah, serta sebagai obat untuk malaria.

Cara Budidaya Tanaman Pare

Untuk membudidayakan pare termasuk mudah. Pare dapat tumbuh diberbagai jenis tanah sampai ketinggian 15000 mdpl. Namun untuk bisa tumbuh optimal pare membutuhkan tanah dengan kadar ph 5-6, memiliki kadar humus yang banyak dan tentu saja adalah tanah yang gembur. Pare juga merupakan tanaman yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari, sehingga dapat tumbuh meski di tempat yang rindang/ teduh.

Pare dapat tumbuh dengan menanam biji. Untuk menjadikan biji sebagai benih hal pertama yang harus kamu lakukan adalah melakukan seleksi biji pare dengan cara memasukkannya kedalam air. Benih yang bagus untuk ditanam adalah benih yang tenggelam, sedangkan yang mengambang dapat kamu buang. Benih yang bagus tadi bisa langsung kamu tanam di lahan atau juga dapat kamu semai. 

Untuk media tanam pare, pastikan kamu harus menggemburkan tanah dulu. Buat bedengan dengan tinggi 25 cm, lebar 1,5 m dan panjang sesuai dengan luas lahan. Jangan lupa untuk mencampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 kuintal pupuk setiap 100 m persegi lahan. Selanjutnya buatlah lubang dengan jarak 0,75 m X 0,75 m dengan kdalaman 3-5cm. . Masukkan 2-3 benih pada setiap lubang, lalu tutup dengan tanah. Pare akan tumbuh dalam waktu 4-7 hari. 

Setelah ditanam, jangan lupa untuk rutin menyiram pare setiap pagi dan sore. Perhatikan aliran air di sekitar bedengan agar apabila hujan tanaman tidak mudah tergenang. Setelah berusia sekitar 2 minggu atau telah mencapai ketinggian 50 cm, kamu harus membuat para- para agar memudahkan pare untuk merambat. Pada usia 3 minggu pare sudah mulai tumbuh batang, sebaiknya kamu melakukan pemangkasan agar tunas dapat menyebar dan berproduksi lebih banyak. Pilihlah setidaknya 2 cabang yang kuat, besar dan sehat, lalu cabang lainnya dapat kamu pangkas. Kau bisa melakukan pemangkasan setelah usia pare 6 minggu.

Untuk pemberian pupuk, kamu bisa menggunakan pupuk organik dan anorganik. Untuk pupuk anorganik kamu bisa menggunakan pupuk NPK atau urea. Untuk penggunaan NPK kamu bisa menggunakan perbandingan 2-3 kg setiap 100 m persegi. Lakukan pemupukan dengan cara menimbun pupuk disekeliling tanaman sejauh 10 cm dari batang. Kamu bisa melakukan pemupukan setelah pare berusia satu bulan. Selain melakukan pemupukan pada usia satu bulan kamu juga harus melakukan penyiangan. Pare akan berbunga setelah usia 1,5-2 bulan. Bunga pare berwarna kuning dan bertangkai panjang, bunga ini yang nantinya akan menjadi buah. 

Penulis: Fitri