Ini Daftar Daerah yang Sukses dengan Program Demplot

Ini Daftar Daerah yang Sukses dengan Program Demplot

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Demplot (demonstration plot) merupakan suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani dengan cara membuat lahan percontohan agar petani bisa melihat dan membuktikan pengaruh sesuatu terhadap tanaman. Demplot bisa berupa inovasi teknologi budidaya, varietas unggul baru, pemupukan, dan lain-lain yang disesuaikan dengan demografi wilayah tersebut.

Melalui kegiatan demplot, petani dapat langsung melihat dan mempraktikkan inovasi teknologi budidaya, varietas unggul baru, pemupukan dan lain-lain yang dianjurkan sehingga diharapkan menambah pengetahuan, perubahan sikap dan keterampilan petani dalam pelaksanaan budidaya. Selain itu, kegiatan demplot juga sebagai upaya meningkatkan produktivitas tanaman.

Kelompok tani melaksanakan program demplot bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti dinas pertanian dan ketahanan pangan (distapang) setempat, produsen pupuk, maupun perguruan tinggi, untuk mendorong produktivitas pertanian di wilayah masing-masing. Beberapa di antaranya sukses meningkatkan produktivitas berbagai komoditas tanaman pangan melalui program demplot.

Daerah yang Telah Melakukan Program Demplot

Kebumen

Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah berhasil mengembangkan lahan produksi bawang merah dengan sistem demplot. Demplot bawang merah tahun 2020 diberikan oleh Distapang Kebumen kepada tiga kelompok tani di tiga kecamatan. Ketiganya yakni Kelompok Tani Sidomulyo Desa Sidoharjo Kecamatan Puring, Kelompok Tani Sri Rejeki Desa Tegalretno Kecamatan Petanahan, dan Kelompok Tani Rukun Tani Desa Pagebangan Kecamatan Karanggayam. 

“Dari tiga desa yang menjadi percontohan lahan bawang merah, hasilnya cukup menggembirakan. Pada tiap hektare lahan percontohan mampu menghasilkan hasil panen hingga 20 ton bawang merah,” ujar Kepala Distapang Kebumen Tri Haryono saat Panen Bawang Merah Kelompok Tani Sri Rejeki Desa Tegalretno Petanahan, Kamis (22/10/2020) dikutip dari rri.co.id.

Di lahan demplot yang dikembangkan Distapangan Kebumen, petani menanam bawang merah menggunakan teknik tanam True Shallot Seeds (TSS) atau teknik penanaman dengan biji. Distapang Kebumen berharap para petani di sekitar lokasi demplot mau ikut bertanam bawang merah secara swadaya. Keberhasilan demplot membuktikan bahwa di wilayah ini bawang merah bisa tumbuh dengan baik dengan hasil memuaskan.

Lampung Tengah

Di tengah pandemi Covid-19, petani di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung juga berhasil meningkatkan produktivitas melalui program demplot . Kelompok Tani Margo Rahayu II, Kampung Kota Gajah, Kecamatan Kota Gajah berhasil panen demplot varietas padi hibrida hasil rakitan anak bangsa Hipa 18, Hipa 19 dan Hipa 21 seluas 3 hektare. Hasilnya meningkat jauh dibandingkan padi varietas inbrida dari 7 ton per hektare menjadi 11- 13 ton per hektare.

Ketua Kelompok tani Margo Rahayu II, Nano mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak asing lagi untuk bertanam padi hibrida, sebelumnya pernah tanam varietas Hibrida. Kelebihan varietas Hipa 18, Hipa 19 dan Hipa 21 dibanding dengan varietas lain memiliki umur tanam yang lebih pendek atau genjah  (90 hst), perawatan mudah, jumlah rumpun anakan lebih banyak sekitar 40/rumpun, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta produksi tinggi dari hasil ubinan 11 ton sampai 13 ton per hektare dan tahan kelembaban curah hujan tinggi. 

“Bahkan Untuk  kebutuhan benih per hektare cukup 15 kilogram. Selain itu varietas Hipa ini hemat pupuk dibanding varietas lain. Bahkan sekitarnya terkena hama wereng, Alhamdulillah varietas ini tahan wereng,” kata Nano, Kamis (9/5/2020) Dikutip dinastph.lampungprov.go.id.

Bertanam padi hibrida merupakan salah satu teknologi pemuliaan tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif peningkatan produktivitas padi secara nasional. Melalui pemanfaatan keunggulan sifat heterosis yang terdapat pada turunan pertama (F1) padi hibrida, akan menghasilkan potensi hasil yang lebih tinggi hingga 20% dibanding padi inbrida atau lokal.

Pupuk Kaltim Lakukan Program Demplot Tanaman Padi di Beberapa Daerah

Gorontalo

Sebagai salah satu produsen pupuk di Tanah Air yang mendapat tugas untuk menjaga ketahanan pangan nasional, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) telah melaksanakan program demplot untuk komoditas padi di beberapa wilayah, salah satunya di Kota Gorontalo. 

Demplot Program Agro Solution Pupuk Kaltim meningkatkan hasil pertanian Gorontalo, khususnya komoditas padi dengan produktivitas mencapai 80%. Keberhasilan ditandai dengan panen demplot oleh Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi, bersama Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel di Desa Hutabohu, Kecamatan Limboto Barat Gorontalo, pada Rabu (27/1/2021) lalu.

Diungkapkan Rahmad Pribadi, dari tiga bulan demplot program Agro Solution di atas lahan 1,5 hektare, produktivitas padi yang dihasilkan mencapai 10 ton, dari sebelumnya maksimal 5 – 6 ton per hektare. Hal ini membuktikan efektivitas program Agro Solution, sebagai solusi pertanian terintegrasi dengan pemakaian pupuk nonsubsidi yang melibatkan kerjasama multipihak.

“Melihat keberhasilan program Agro Solution, Pupuk Kaltim bersama Pupuk Indonesia Group optimis target ketahanan pangan dan kemandirian petani dapat tercapai secara maksimal,” ujar Rahmad Pribadi.

Menurut dia, inti gagasan program Agro Solution sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, dengan memperbaiki submargin atau rantai pasok mulai hulu hingga hilir, melalui pendampingan secara optimal. Mulai dari kesiapan petani, penyediaan agroinput, seperti pupuk dan obat tanaman, termasuk pendanaan petani melalui kerjasama Himbara untuk pengelolaan lahan, hingga offtaker untuk jaminan pembelian hasil pertanian dengan harga yang lebih baik.

“Adanya kemudahan dan jaminan yang diberikan, petani bisa lebih maksimal mengelola lahan dan komoditas, didukung pendampingan berkelanjutan serta asuransi pertanian untuk antisipasi gagal panen,” terang Rahmad, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (28/1/2021). 

Dirinya meyakinkan jika konsep pertanian Agro Solution terlaksana secara berkesinambungan, maka hasil pertanian masyarakat dan daerah mampu lebih maksimal. Hal itu mengingat pelaksanaan program yang telah dijalankan di berbagai wilayah distribusi Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia Grup, menunjukkan kenaikan hasil signifikan yang diikuti peningkatan kesejahteraan petani.

“Selama tahun 2020, Pupuk Kaltim telah melaksanakan Agro Solution lebih dari 2.000 hektare di berbagai daerah dan ke depan akan terus kami perluas, termasuk di Gorontalo,” tandas Rahmad Pribadi.

Bondowoso

Penggunaan pupuk nonsubsidi melalui program Agro Solution Pupuk Kaltim juga mendapat apresiasi dari Dinas Pertanian (Dispertan) Bondowoso, Jawa Timur. Program yang digagas PT Pupuk Kaltim ini berhasil meningkatkan produktivitas padi petani di Bondowoso mencapai 3 ton per hektare. Keberhasilan ini ditandai panen padi pada sawah demplot milik petani di Desa Bendoarum Kecamatan Wonosari, Bondowoso.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Bondowoso Hendri Widonoto yang hadir dalam panen padi di Desa Bendoarum mengatakan, melalui program Agro Solution Pupuk Kaltim dengan pemakaian pupuk nonsubsidi meningkatkan panen padi di Desa Bendoarum hingga 3 ton per hektare. Dari biasanya hanya panen 6 ton per hektare meningkat menjadi 9,3 ton per hektare.

”Karena itu, saya mengapresiasi dan mendukung program Agro Solution Pupuk Kaltim, karena meningkatkan panen padi di Bondowoso,” kata Hendri dilansir indonesiapos.co.id, Minggu (11/4/2021).

Apalagi, menurut dia, pemakaian pupuk nonsubsidi melalui program Agro Solution Pupuk Kaltim yang bersinergi dengan multipihak dapat meringankan petani dalam meningkatkan produktivitas padi, dibanding hanya mengandalkan pupuk bersubsidi.  

”Ke depan, saya berharap petani tidak hanya bergantung pupuk bersubsidi, tapi mulai menggunakan pupuk nonsubsidi, karena terbukti melalui program Agro Solution Pupuk Kaltim panen padi dapat meningkatkan 3 ton per hektare,” ujarnya.

Supriyadi, koodinator Agro Solution Jawa Timur, NTB dan NTT mengatakan, Pupuk Kaltim sudah melakukan sawah demplot di banyak daerah dan panen padinya meningkat. Program ini melibatkan banyak pihak, seperti distributor, perbankan, dinas pertanian, kelompok tani, dan asuransi pertanian Jasindo. 

”Penggunaan pupuk subsidi di Bondowoso sekitar 100 hektare sawah dan tidak boleh berlebihan. Ke depan, mindset petani di Bondowoso harus diubah jangan ketergantungan pupuk bersubisdi dan mulai beralih memakai pupuk nonsubsidi,” katanya. (*)