Rahasia Agar Tanaman Sayuran Anda Tetap Segar

Ini Rahasia Agar Tanaman Sayuran Anda Tetap Segar

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Menanam sayuran menjadi pilihan Yuni, salah satu warga Palembang yang mengaku terdampak pandemi virus Corona. Pandemi telah membuat aktivitasnya di luar rumah terbatas. Ia kemudian berinisiatif untuk mulai bercocok tanam di rumah untuk mengisi waktu.

Awalnya, ia membeli bibit sayuran yang memang digemari keluarga, seperti kangkung, bayam dan cabai. Benih sayuran tersebut ditanam di pot-pot besar lalu dilakukan penyemaian dan penanaman satu per satu di plastik khusus tanaman atau polybag.

Selanjutnya, ia belajar merawatnya dengan memastikan kecukupan air dan nutrisi sehingga diberi pupuk yang sesuai. Motivasinya sederhana, agar saat ingin masak sayur tinggal panen di halaman rumah saja.

“Pandemi membuat aku dan suami bisa melakukan hal yang selama ini tidak dilakukan, seperti nursery tanaman alias pembibitan,” kata Yuni warga Palembang, belum lama ini.

Selama ini, ia mengaku bekerja di kantor dari pagi sampai sore bahkan sampai malam kalau sedang lembur.

“Kami mulai ikut tren bercocok tanam  saat perusahaan menerapkan kerja dari rumah atau WFH,” ujar dia.

Hal senada diungkapkan Rico, awalnya sulit menerima karena hotel tempat dia bekerja merumahkan seluruh karyawan.

“Saya bingung dan stres harus melakukan apa?,” ungkap dia. Namun, kondisi  tersebut tambah dia tidak berlangsung lama karena kemudian diajak ibunya untuk mengisi pekarangan rumahnya dengan menanam beragam sayuran.

“Pekarangan rumah orang tua saya hanya 200 meter persegi luasnya, tapi bisa menghasilkan cuan juga,” ujar dia sembari tersenyum.

Sejak awal, hanya fokus menanam sayuran dengan media tanah. Sebelum menanam, tanah terlebih dahulu diberi pupuk dan digemburkan.

Selain itu, juga memanfaatkan barang bekas, seperti ember plastik dan barang-barang tak berguna lainnya untuk jadi pot.

Akhirnya, dia menambahkan kangkung yang berusia tiga bulan bisa dipanen dengan hasil yang bagus dan berlimpah.

“Perawatan optimal dan pupuk yang sesuai jadi kunci panen kangkung menghasilkan cuan,” ujar dia.

Banyak cerita menarik selama pandemi terkait dengan tren bercocok tanam. Masyarakat perkotaan yang selama ini terkesan tak peduli terhadap lingkungan, justru berada di garda terdepan menanam.

Urban farming menjadi passion di tengah pandemi. Hampir setiap rumah kini menanam. Sayuran dan tanaman hias sangat bervariasi dimiliki masyarakat.

Tampilan hasil tanaman di pekarangan tak henti-hentinya ditampilkan pengguna akun media sosial. Potret tanaman yang menarik juga mendorong masyarakat lain bercocok tanam juga, apalagi semangatnya bukan hanya sekedar hobi dan pengurang stres. Namun, menanam juga dapat meningkatkan pendapatan dan berbagi.

Hama Tanaman Hortikultura 

Umum kita mendengar petani gagal panen, beragam penyebab kegagalan petani bukan hanya karena cuaca, seperti banjir dan kekeringan.

Hama juga menjadi penyebab kegagalan petani memetik hasil dari jerih payahnya yang telah mengeluarkan modal tidak sedikit dan cucuran keringat pun tak lagi terhitung. Karenanya, tergambar bagaimana rasa kecewa akibat gagal panen.

Lalu hama itu apa sebenarnya? mengutip belajartani.com hama adalah organisme yang tidak diinginkan karena merugikan secara fisik maupun ekonomis, sehingga mengganggu produksi pertanian.

Berikut sejumlah hama yang biasa mengganggu tanaman holtikultura.

Uret 

Uret merupakan hama jenis serangga, berupa kumbang coklat atau berwarna putih. Biasanya tanaman yang diserang serangga ini, seperti padi, kentang dan tomat pada pangkal tanaman muda terpotong akibat dimakan hama ini.

Ulat tanah (agrotis ipsilon)

Ulat tanah berwarna hitam keabu-abuan, menyerang tanaman yang baru dipindahkan. Serangga ini memakan batang utama tanaman serta titik tumbuhnya. Sasaran hama ini, biasanya menyerang timun, cabai, kubis dan kacang panjang.

Trips (Thrips sp)

Hama ini berperan sebagai faktor penyebar virus, biasanya menyerang bagian bunga dan daun tanaman. Ukurannya hanya sekitar 1 milimeter, hama ini menyebabkan vektor virus mozaik atau daun dan bunga menjadi keriting.

Kutu daun

Dua macam kutu daun yang kerap menyerang tanaman hortikultura adalah kutu daun persik (Myzus persicae) dan kutu daun kapas (Aphis gossipy). Hama ini juga berperan sebagai vektor virus, seperti vektor virus mozaik. Pupuk yang tepat agar sayuran segar dan sehat untuk dimakan.

Kini banyak dijual beragam jenis pupuk yang diproduksi dari pabrik dalam maupun luar negeri. Namun, NPK Pelangi komposisi 16-16-16 produk dari PT.Pupuk Kaltim telah dibuktikan petani tanaman pangan dan hortikultura meningkatkan produktivitas tanaman.

Sejumlah petani yang menanam tomat, cabai bahkan pare serta padi pun mengakui keunggulan NPK Pelangi karena hasil panen mereka bukan hanya sehat dan subur tetapi juga berlimpah. Kondisi tersebut, tentunya mendorong petani untuk semakin bersemangat bercocok tanam karena ekonomi petani juga terdongkrak.

Perawatan yang sesuai kebutuhan tanaman menjadi alasan mengapa bercocok tanaman membutuhkan pupuk. Nutrisi yang diperlukan tanaman agar tumbuh subur dan produktif sangat tergantung dengan pupuk yang diaplikasikan.

Untuk mendapatkan pupuk, kini penghobi tanaman bisa mendatangi langsung kios-kios penjualan pupuk dan beragam pernak-pernik tanaman yang kini marak. Ingin lebih mudah, membeli pupuk di platform pasar digital juga bisa jadi pilihan.