Inspirasi Bercocok Tanam Aesthetic di Lahan Sempit Pinterest

Inspirasi Bercocok Tanam Aesthetic di Lahan Sempit, Pakai Pupuk Ini Ya!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Bercocok tanam kini bisa dilakukan di mana saja, tidak harus di lahan yang luas. Anda juga bisa memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah Anda untuk membuat rumah menjadi lebih aesthetic.

Ada beberapa trik atau cara yang bisa dilakukan dalam memanfaatkan lahan sempit untuk bercocok tanam:

Hidroponik

Hidroponik merupakan cara bercocok tanam dengan memanfaatkan pipa paralon maupun botol plastic tanpa menggunakan media tanah.

Ada dua sistem dalam penanaman hidroponik, yakni Nutrient Film Technique (NFT) dan wick. Hidroponik sistem NFT mengandalkan media air berpenopang ditunjang dengan pengaturan sirkulasi oksigen dan pemberian nutrisi melalui air yang optimal. Cara bercocok tanam dengan hidroponik sistem NFT ini sangat cocok diterapkan untuk berbagai macam sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi.

Sementara hidroponik sistem wick biasanya dilakukan dengan menggunakan botol bekas. Berbagai macam tanaman seperti kangkung, sawi, bayam yang tidak terlalu membutuhkan air bisa tumbuh dengan sistem ini. Hanya saja, dalam hidroponik sistem wick, Anda harus lebih intensif mengganti larutan nutrisi di bawahnya dan juga rutin melakukan penyiraman.

Tabulampot

Cara kedua yang bisa dilakukan dalam memanfaatkan lahan sempit untuk berkebun atau bercocok tanam adalah dengan metode tabulampot yang merupakan singkatan dari tanaman buah dalam pot.

Metode ini sebenarnya sudah banyak diterapkan oleh masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan karena pembuatannya cukup mudah. Dalam tabulampot ini, media yang digunakan adalah campuran tanah, kompos, dan sekam dengan perbandingan berimbang. 

Media dalam tabulampot bisa menyimpan air dan juga berfungsi sebagai pemasok nutrisi bagi tanaman. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sangat disarankan menggunakan pot yang dibuat dari bahan tanah liat. 

Vertikultur

Vertikultur juga menjadi favorit bagi Anda yang memiliki lahan sempit untuk bercocok tanam. Sesuai dengan namanya, penanaman dengan metode ini dilakukan dengan memanfaatkan bidang vertikal.

Anda bisa berkreasi dengan metode vertikultur yang memiliki banyak variasi mulai dari tempel, gantung, tegak, hingga bentuk rak. Biaya bercocok tanam dengan metode vertikultur ini cukup murah, karena bisa memaksimalkan bahan-bahan bekas.  

Metode vertikultur berguna untuk membudidayakan tanaman-tanaman yang umurnya tidak panjang, seperti seledri, pakcoy, kangkung, dan sawi.

Aeroponik

Cara terakhir yang lazim digunakan untuk berkebun di lahan terbatas adalah dengan metode aeroponik. Aeroponik sendiri mengandung arti media tanam yang akarnya menggantung di udara sehingga tidak diperlukan media tanah.

Dalam metode ini, zat hara menjadi nutrisi yang dibutuhkan dan disemprotkan ke akar tanaman secara langsung. 

Gunakan Pupuk Berkualitas 

Lahan sempit tak hanya bisa digunakan untuk menanam berbagai macam sayuran. Anda juga bisa memanfaatkannya untuk untuk menanam tanaman hias. 

Selain rajin menyiram, memilih pupuk yang cocok dan berkualitas juga sangat penting dalam perawatan tanaman hias. Pemilihan pupuk ini akan berpengaruh pada kesuburan tanaman. 

Berikut ini adalah berbagai jenis pupuk untuk tanaman hias yang dikutip dari berbagai sumber.

  1. Pupuk Kotoran Kambing

Salah satu pupuk terbaik bagi tanaman hias adalah pupuk dari kotoran kambing. Pupuk jenis ini mengandung kalium lebih tinggi dibanding pupuk-pupuk lainnya sehingga dapat merangsang tumbuhnya tanaman bunga dan buah menjadi lebih baik.

Namun, untuk menghasilkan pupuk yang berkualitas, kotoran kambing harus dikomposkan lebih dulu sebelum digunakan hingga pupuk menjadi lebih matang. 

  1. Pupuk PLP

Pupuk PLP dikenal sebagai pupuk langsung pakai. Dengan bentuknya yang cair, pupuk ini sangat mempermudah perawatan tanaman hias. 

Tidak hanya dapat memberikan nutrisi bagi tanaman hias, pupuk hini juga membuat penampilan daun pada tanaman hias lebih mengkilap.

  1. Pupuk NPK

Pupuk NPK merupakan pupuk kimia yang bisa merangsang pertumbuhan tanaman hias. Salah satu penghasil pupuk NPK ini adalah Pupuk Kaltim. 

NPK buatan Pupuk Kaltim ini dibuat dalam berbagai komposisi, sesuai kebutuhan tanaman dan jenis tanah. Jenis pupuk ini mengandung tiga unsur hara makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Semua bahan baku NPK berupa unsur N (nitrogen), P (fosfat), dan K (kalium) berkualitas tinggi.

  1. Pupuk Vitamin B1

Pupuk vitamin B1 memiliki kandungan yang sangat dibutuhkan saat repotting tanaman (pemindahan ke pot) maupun fase pertumbuhan tanaman. Pupuk jenis ini dapat kembali merangsang metabolisme tanaman. 

Dengan demikian, tanaman yang stres akibat dari bare root (pengiriman tanpa media) atau pemindahan ke media baru, bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.

  1. Pupuk Cair Bio Organik

Pupuk cair bio organik ini mengandung berbagai macam unsur hara makro dan mikro yang dibutuhakn tanaman hias diantaranya asam humat, asam fulvat, dan hormone tanaman. Selain itu, pupuk tanaman hias ini juga mengandung mikroba biofertilizer yang berperan penting dalam penyerapan hara oleh tanaman.

  1. Hyponex 20-20-20

Pupuk tanaman hias Hyponex 20-20-20 bisa digunakan dengan sangat mudah. Cukup dengan dilarutkan dan disiramkan langsung ke tanaman atau disemprotkan ke daun. Pupuk ini merangsang mekarnya bunga, dan memberikan pengaruh pada pertumbuhan vegetatif, pertumbuhan volume, dan jumlah daun.

Dengan kandungan NPK, unsur mikro, dan vitamin yang seimbang, pupuk ini sangat bermanfaat bagi beragam tanaman hias.

Tanaman Hias Hadirkan Spot Instagramable 

Tanaman hias justru menjadi trend di masa pandemi COVID-19. Bahkan peminat tanaman hias terus mengalami peningkatan. 

Sebagian orang pun mulai menggunakan tanaman hias untuk memberikan tampilan aesthetic di rumah mereka. Monsterra misalnya. Salah satu jenis tanaman hias yang biasa disebut janda bolong ini begitu menarik perhatian karena bentuk daunnya yang berlubang. Biasanya, tanaman yang berasal dari Meksiko ini diletakkan di sudut ruangan untuk menimbulkan kesan simple aesthetic.

Tanaman hias selanjutnya adalah sirih gading yang memiliki daun berwarna hijau dengan kombinasi kuning. Tanaman ini dapat merambat hingga sepanjang 12 meter. Karena perawatannya mudah, orang cenderung memilih sirih gading untuk menjadi penghias rumah mereka.

Selanjutnya ada kaktus yang sebenarnya merupakan tanaman hias favorit sejak lama. Tetapi tanaman gurun ini kembali eksis pada 2020. Kaktus menghasilkan vintage aesthetic style saat diletakkan di pot sebagai pajangan.

Tanaman aesthetic lain adalah peace lili yang sering dijadikan sebagai tanaman indoor karena kesan mewah yang dimilikinya. Dengan daun hijau pekat dan bunga berwarna putih, peace lili mampu memberikan dekorasi menarik bagi rumah Anda.

Contoh lain adalah palem kuning yang kerap ditemui sebagai hiasan ruangan. Tanaman dengan batang kecil dengan daun memanjang berwarna hijau cerah kekuningan ini mampu memberikan efek menenangkan di dalam ruangan.

Berbagai tanaman hias ini mampu menghasilkan penampilan aesthetic dan membuat ruangan menjadi instagramable. Dengan perawatan yang sangat mudah, tanaman-tanaman hias ini memberikan nuansa indah di rumah Anda. (*)