Petani Milenial Kulonprogo Magang ke Jepang

Intip Keseruan Petani Milenial Kulonprogo yang Magang ke Jepang

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Jepang merupakan sebuah negara yang dinobatkan sebagai produsen elektronik dan kendaraan terbesar di dunia ini. Negara yang memiliki empat musim, yaitu musim dingin, panas, semi, dan gugur ini juga dikenal sebagai negara dengan kedisiplinan paling tinggi dan memiliki berbagai daya tarik yang luar biasa untuk berwisata, belajar dan, bekerja di sana.

Seperti negara tetangganya, Korea Selatan, Jepang juga dikenal sebagai penghasil film dan drama-drama yang banyak digemari masyarakat dunia, bahkan negeri Sakura ini telah lebih dulu terkenal sebagai gudangnya film-film mendunia, mulai dari film kartun, seperti Doraemon dan Naruto sampai dengan film bertemakan ninja yang dibintangi aktor-aktris terkenal Jepang bahkan Hollywood.

Namun, dibalik hiruk pikuk berbagai bidang tersebut. Jepang juga dikenal sebagai negara penghasil komoditi pertanian yang berkualitas unggul dan memiliki berbagai kelebihan tak dipunyai produk serupa dari negara lain.

Karena itu, tak salah kalau Jepang juga menjadi salah satu kompas bagi pertanian dunia untuk membangun pertanian yang kekinian lengkap dengan teknologi teranyar pula sebagai pendukung pertanian modern.

Petani Kulonprogo Magang ke Jepang 

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mendedikasikan sebuah program untuk petani milenial, yaitu magang ke Jepang. Program ini, memberikan kesempatan kepada petani muda belajar dan mengenal bagaimana sistem dan  teknologi pertanian di negara maju.

Program tersebut bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten (pemkab) sebagai upaya mendorong petani melek teknologi sehingga petani mengenal beragam peralatan pendukung kekinian yang mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Salah satunya Pemkab Kulonprogo, yang telah melaksanakan seleksi petani muda untuk mengikuti program magang ke Jepang dari Kementerian Pertanian  tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugroho mengatakan ada enam petani milenial yang telah mengikuti seleksi program ini. Mereka berasal dari Kapanewon Samigaluh, Galur, Sentolo, Panjatan, Wates, dan Girimulyo.

“Sampai kini dari enam peserta, ada empat yang bertahan di seleksi fisik. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” kata Aris melansir inews.id, belum lama ini.

Dia menambahkan, program ini dirasakan sangat tepat dengan kondisi pertanian di Kulonprogo. Sebagian besar merupakan petani yang sudah berusia lanjut. Sedangkan minat pemuda untuk bekerja di sektor pertanian juga rendah.  

“Sektor pertanian sebenarnya sangat menjanjikan, apalagi bisa mengolah produk dengan mengoptimalkan teknologi,” ujar Aris.    

Bukan rahasia lagi, kata Aris Jepang merupakan penghasil produk pertanian berkualitas meskipun lahan terbatas dan tidak sesubur tanah Indonesia.

Dukungan teknologi pertanian Jepang yang jauh lebih maju dibandingkan negara-negara lain termasuk Indonesia, menjadi kunci keberhasilan sektor pertanian negara maju tersebut. Hal itu, sangat penting dipelajari dan diadopsi sehingga generasi muda petani pun diharapkan bisa memanfaatkan kesempatan tersebut, katanya.

Ia berharap dari petani muda Kulonprogo yang telah melewati seleksi bisa berangkat ke Jepang dan dapat mengaplikasikan ilmunya guna mendukung produktivitas pertanian di daerah tersebut.

“Kelak akan lahir petani-petani muda yang juga mengoptimalkan teknologi kekinian dalam bekerja di ladang, sawah atau kebun,” ujar dia. 

Teknologi Pertanian di jepang

Dukungan teknologi menjadi kunci kemajuan dan keberhasilan sektor pertanian Jepang. Tak heran, karena teknologi termutakhir dan selalu diperbaharui diterapkan, dengan cara kerja yang efisien dan sangat lengkap dari proses tanam hingga proses panen.

Tak ketinggalan, pemerintah negerinya para ninja dan pesumo itu juga memberikan dukungan dalam setiap proyek penelitian yang dilaksanakan para pakar pertanian di sana. Berbagai negara pun, kini sudah mengadopsi sistem dan teknologi pertanian negara maju tersebut.

Namun, tidak semua teknologi pertanian di Jepang bisa diterapkan langsung di negara pengadopsinya tetapi perlu proses dan kesepakatan antar negara dengan konsesi yang jelas menguntungkan bagi mereka. Melansir floratech berikut teknologi pertanian yang diaplikasikan sektor pertanian Jepang.

1. Teknologi Rekayasa Genetik

Hasil panen pertanian Jepang berupa komoditi berkualitas top dunia. Ini semua berkat pengembangan di bidang penelitian dan itu juga termasuk rekayasa genetik, meskipun juga telah dikembangkan negara-negara lain namun Jepang telah membuktikan berhasil memaksimalkan potensi dari rekayasa genetik.

2. Penggunaan Mesin Penanam Padi

Sebagian besar masyarakat Jepang selalu menggunakan peralatan yang selalu lebih canggih dan efisien. Di Jepang sekarang telah menggunakan mesin penanam padi atau rice transplanter, dan ini mempermudah pekerjaan dari petani saat menanam padi. Selain lebih mudah mesin ini juga lebih rapi, Indonesia juga telah menggunakan mesin ini namun masih sedikit petani yang menggunakan mesin ini.

3. Perawatan Tanaman

Di Jepang, perawatan tanaman seperti pemberian pupuk dan penyemprotan pestisida telah menggunakan mesin yang canggih dan efisien serta cepat. Dimana hanya dibutuhkan satu orang saja dengan sebuah traktor untuk memberi pupuk dan melakukan serangkaian perawatan lainnya.

4. Alat Pemanen Padi

Begitu juga dengan alat pemanen padi sudah menggunakan mesin pemanen padi yang hanya dikendalikan seorang saja  tetapi dapat memberikan hasil yang lebih maksimal.

5. Pertanian di Dalam Gedung

Di Jepang khususnya Tokyo merupakan kota metropolitan yang besar dan memiliki banyak gedung pencakar langit. Namun, di Tokyo ada lahan pertanian di dalam gedung dengan area yang cukup luas. Lahan pertanian ini dikelola oleh Pasona group, lahan tersebut tidak hanya digunakan untuk menanam padi namun juga menanam tanaman lainnya termasuk buah-buahan, sayur dan rempah.

Sebagai pengganti sinar matahari pengelola menggunakan teknologi canggih untuk mengontrol tanaman padi dapat tumbuh dengan baik karena penggunaan lampu dan suhu yang menggunakan teknologi komputerisasi depoxito.

Jadi, sungguh luar biasa hasil pertanian kita kalau petani Indonesia bisa mengadopsi dan mengimplementasikan pertanian ala Jepang dengan dukungan teknologi kekinian ya.