Pertanian Modern dari Pemda Parigi

Intip Pertanian Modern dari Pemda Parigi, Yuk

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Upaya untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian terus dilakukan Pemerintah Daerah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Mereka berinisiatif untuk mengembangkan sektor pertanian melalui sentuhan teknologi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Zulfinasran mengajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) untuk mematangkan perencanaan program, sementara Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) melakukan sosialisasi atau melatih petani. Hal ini dilakukan dalam rangka mencari solusi untuk program Smart Farming atau Pertanian Pintar di Kabupaten tersebut.

“Kita harus bisa mematangkan rencana program Smart Farming ini, agar bisa mewujudkan petani modern yang cerdas dan berbasis teknologi. Kita akan coba kembangkan sistem pertanian berbasis teknologi,” ujar Zulfinasran.

Menurutnya, Program Smart Farming ini menjadi program yang sangat penting untuk direalisasikan dengan mengikuti kemajuan teknologi saat ini. Karena itu, ke depannya petani akan lebih terbantu dalam mengelola lahan pertanian mereka lewat sistem Smart Farming. 

Petani tidak hanya diimbau untuk meningkatkan hasil produksi saja, tetapi lebih dari itu. Untuk itulah Pemkab Parigi Moutong akan mengembangkan pertanian dengan menghadirkan satu program yang digagas melalui metode pertanian cerdas.

Teknologi pada sektor pertanian bisa diterapkan dalam beberapa hal antara lain sistem bibit, pengairan, dan proses panen. Bahkan sentuhan teknologi ini juga bisa dilakukan dalam pengelolaan data pertanian.

Zulfinasran menambahkan, tujuan dari pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Parigi Moutong adalah untuk mendukung para petani agar mampu meningkatkan produksi bahan pangan sebagai konsumsi masyarakat. 

“Program Smart Farming juga dinilai mampu menjadi solusi untuk mengatasi kendala-kendala di sektor pertanian, khususnya di Parigi Moutong,” kata Zulfinasran.

Sebelum program ini benar-benar diterapkan, lanjut Zulfinasran, sebaiknya perlu dilaksanakan sejumlah kajian teknis dari Dinas TPHP Parimo, Sulawesi Tengah. Hal ini dimaksudkan agar terjalin sinergitas antar instansi bahkan dengan melibatkan akademisi sehingga pemanfaatan program tersebut bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain itu, program pertanian cerdas ini juga sejalan dengan program Agriculture War Room (AWR) dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Program ini merupakan upaya mendukung pemetaan, sekaligus mengetahui data sektor pertanian hingga tingkat desa.

“Saya ingin agar tim ikut serta dalam Program Smart Farming di Parigi Moutong ini, benar-benar mempertimbangkan dan merencanakannya dengan matang dan terukur. Sehingga nantinya pada tahap pelaksanaannya bisa berjalan sesuai dengan rencana dan memperoleh hasil yang jelas,” harapnya.

Pertanian, terang Zulfinasran, merupakan salah satu sektor unggulan di Parigi Moutong disamping sektor kelautan dan perikanan. Karena itulah, Parigi Moutong dinilai mampu mengembangkan pertanian dengan pengembangan berbasis teknologi.

Sektor pertanian di Parigi Moutong, khususnya subsektor tanaman pangan pada komoditas padi, setiap tahunnya mengalami surplus beras hingga 125 ribu ton. Padahal target produksi pada 2020 sekitar 344.456 ton dengan produktivitas 55,44 kuintal per hektar di lahan seluas kurang lebih 64.590 hektar.

Mengenal Smart Farming

Smart Farming merupakan metode pertanian cerdas berbasis teknologi. Salah satu perusahaan agriculture yang sudah meluncurkan Smart Farming adalah PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB). Teknologi yang digunakan dalam Smart Farming buatan MSMB diantaranya adalah agri drone sprayer (drone penyemprot pestisida dan pupuk cair), drone surveillance (drone untuk pemetaan lahan), serta soil and weather sensor (sensor dan cuaca).

Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo mengatakan, penerapan teknologi di sektor pertanian mampu meningkatkan potensi daerah. 

“Teknologi saat ini sangat perlu untuk pertanian di Indonesia. Agriculture bisa menjadi agri”cool”ture dan menarik minat anak muda untuk bertani. Potensi daerah pun bisa meningkat,” ujarnya.

Penerapan metode Smart Farming bukan sekadar penerapan teknologi. Kunci utama dari Smart Farming adalah mengenai data yang terukur, seperti apa saja yang dibutuhkan tanaman untuk mencapai hasil produksi yang optimal. Atau apa yang harus dilakukan petani? Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan Smart Farming.

Agri drone sprayer misalnya, digunakan untuk menyemprot pestisida serta pupuk cair dengan lebih presisi. Pemberian pupuk dan pestisida secara berlebihan pun bisa dihindari. Salah satu pupuk yang bisa disemprotkan dengan agri drone sprayer adalah pupuk NPK, produksi Pupuk Kaltim. Pupuk buatan ini berbentuk cair atau padat yang bisa dicairkan dan mengandung unsur hara, terutama nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk Kaltim memang dikenal sebagai produsen pupuk NPK dan pupuk urea berkualitas. 

Selain itu, penggunaan drone surveillance juga mendukung pemetaan lahan. Dari hasil pemetaan, petani bisa mengetahui kondisi tanaman di lahan mereka. Sementara itu, keberadaan soil and weather sensor (sensor tanah dan cuaca) yang terpasang di lahan pertanian, juga akan membantu petani dalam memantau kondisi tanaman. Data yang diperoleh dari sensor ini antara lain kelembaban udara dan tanah, suhu, pH tanah, kadar air, hingga estimasi masa panen.

Para petani juga akan menerima peringatan dini jika terjadi anomali terhadap kondisi lahan mereka dengan adanya aplikasi berbasis android RiTz. Bahkan, petani juga akan mendapatkan rekomendasi, demi mencegah terjadinya kerusakan terhadap lahan dan tanaman.

Penerapan Smart Farming bisa menjadi solusi bagi permasalahan di sektor pertanian Indonesia. Masa depan pertanian Indonesia adalah pertanian yang cerdas berbasis teknologi. (*)