Intip Program Gagasan PKT: D’Komposer

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Bahan organik sangat baik untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tanah pertanian. Selain itu bahan ini juga ramah lingkungan.

Perbaikan atau peningkatan kualitas tanah pertanian sangat penting dilakukan. Apalagi saat ini luas lahan yang terdegradasi atau mengalami penurunan kualitas berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 14 juta hektar.

Langkah nyata untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tanah pertanian dilakukan oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Secara bertahap, PKT mengembangkan Creating Shared Value (CSV) yang berfokus pada perbaikan lingkungan dan peningkatan kompetensi petani dengan dampak langsung terhadap proses bisnis perusahaan. 

Salah satu inisiasi PKT adalah program D’Komposer, yaitu pendampingan petani dalam penggunaan bahan organik melalui pengembalian jerami hasil pengomposan insitu. Pendampingan tersebut mencakup pengaplikasian produk hayati Biodex sebagai bioaktivator perombak dan pendegradasi bahan organik ramah lingkungan yang diproduksi PKT. Tujuan dari penggunaan biodekomposer ini adalah untuk mempercepat proses dekomposisi kandungan bahan organik dari proses pengomposan jerami sisa panen yang menumpuk di area persawahan. 

Tahap awal uji coba efektivitas program D’Komposer dilakukan di lahan pertanian seluas masing-masing 25 hektare di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Bone Sulawesi Selatan. Dua lahan tersebut dipilih karena adanya penurunan kandungan kandungan organik pada lahan pertanian di dua kabupaten utama penghasil beras tersebut. 

“Selama ini petani hanya membakar jerami sisa panen yang berpotensi meningkatkan emisi karbon dari aktivitas pertanian. Namun pada program ini, jerami dapat diolah dan digunakan kembali menjadi unsur bermanfaat untuk optimalisasi lahan pertanian secara berkelanjutan,” ujar SVP Sekretaris Perusahaan PKT Teguh Ismartono.

Manfaat Program D’Komposer

Program D’Komposer sangat bermanfaat untuk memperbaiki kualitas tanah pertanian. Hal ini menurut Senior Project Manager (SPM) Creating Shared Value (CSV) Pupuk Indonesia Dwi Pudyasmoro Basuki, karena D’Komposer memanfaatkan produk hayati dari anak perusahaan Pupuk Indonesia Grup. 

Salah satunya adalah Biodex milik PKT sebagai bioaktivator perombak atau pendegradasi bahan organik ramah lingkungan. Karena itu, D’Komposer juga sangat mendukung program pemerintah terkait penurunan emisi atau net zero emission pada 2060 atau lebih awal. 

“Pupuk Indonesia Grup secara konsisten berperan aktif dalam mendukung program penurunan emisi atau net zero emission pemerintah yang ditargetkan tercapai pada tahun 2060. Dalam rangka berkontribusi pada capaian program tersebut, Pupuk Indonesia Grup berkomitmen menjadi solusi pertanian berkelanjutan,” katanya.

Sejauh ini, PKT selaku pelaksana program D’Komposer telah mengaplikasikan Biodex pada lahan seluas 50 hektar, yang masing-masing 25 hektar di Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Bone. Produk Biodex ini merupakan salah satu hasil riset unggulan Pupuk Indonesia Grup, yang berfungsi sebagai komposting bahan organik yang ramah lingkungan dengan waktu yang relatif singkat.

Penggunaan Produk Biodex dalam program D’Komposer

Sesuai dengan prinsip CSV, PKT menekankan implementasi D’Komposer untuk memberi dampak langsung terhadap perbaikan lingkungan dan peningkatan kapasitas petani, yang sejalan dengan prioritas program TJSL perusahaan berdasarkan arahan Kementerian BUMN. 

Dari hasil implementasi D’Komposer menggunakan Biodex, terlihat adanya peningkatan nilai C-organik jelang panen di angka 0,54. Angka ini lebih tinggi dibanding lahan tanpa Biodex, dengan rata-rata nilai C-organik hanya 0,15. Begitu juga dengan potensi hasil panen, didapati kenaikan produktivitas mencapai 9,9 ton per/Ha, atau naik 4 ton lebih dari panen sebelumnya sebesar 5,8 ton per/Ha.

“Selain itu, nilai potensi dekarbonisasi melalui pengembalian jerami menggunakan Biodex pada program D’Komposer mencapai 218,99 CO2 Equivalent. Hal ini menunjukkan jika jerami bisa kita olah menjadi unsur organik tanpa ada lagi emisi yang dihasilkan akibat pembakaran,” kata SVP Sekretaris Perusahaan PKT Teguh Ismartono.

Menurut Teguh, PKT sebagai pelopor transformasi hijau petrokimia menargetkan pengurangan emisi karbon sebesar 32,50 persen di tahun 2030, dengan menerapkan aspek Environment, Social and Governance (ESG). Langkah ini diaplikasikan dalam program inovatif berkelanjutan, untuk memberi nilai tambah dan manfaat bagi para petani dalam mendorong optimalisasi sektor pertanian Nasional. 

“Melihat keberhasilan dan efektivitas ujicoba Biodex di Sidrap dan Bone, program ini akan terus kami perluas di Sulawesi Selatan hingga daerah lain di Indonesia. Sehingga kesinambungan upaya Pupuk Kaltim dalam menekan emisi karbon akan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas lahan pertanian masyarakat,” paparnya.

Selain Sulawesi Selatan, daerah lain yang akan menjadi prioritas rencana perluasan Program D’Komposer ini Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun perluasan Program D’Komposer ini akan dilakukan secara bertahap.

Peningkatan performa tanaman padi setelah menggunakan biodex pada demplot Program D’Komposer dirasakan oleh Usman dari Kelompok Tani Massiddi Adae Sidrap. Menurutnya, hal ini terlihat dari bulir yang memiliki ukuran lebih besar. Tanaman juga lebih tahan terhadap serangan penyakit hawar daun dengan pertumbuhan yang lebih sehat, sehingga potensi panen yang dihasilkan jauh lebih optimal mencapai 9,9 ton/Ha.

“Sebelum ini bulir padi jauh lebih kecil. Tanaman juga rentan terkena hama dan penyakit karena bakteri, sehingga hasil panen hanya sekira 5-6 ton saja,” ujar Usman.

Latest Article