Penyaluran Pupuk Subsidi

Istilah-istilah Pupuk yang Harus Kamu Tahu, Jangan Sampai Salah Lagi Ya!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk dapat mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman. Di dalam dunia pertanian, pupuk merupakan salah satu faktor penting untuk keberhasilan panen. Pupuk menjadi salah satu sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman untuk memicu dan mendukung tumbuh kembangnya. 

Fungsi pupuk secara umum adalah memberikan nutrisi kepada tanah dan tanaman. Pemberian pupuk dapat membantu mempercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan dan mempercepat hasil produksi tanaman, menyingkirkan hama, dan gulma pada tanaman, serta merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun. Pupuk perlu diberikan karena dalam proses dan aktivitas pertanian yang terjadi secara terus menerus akan menyebabkan unsur hara pada tanah berkurang.

Pemberian pupuk pada tanaman atau media tanam, akan membantu mengembalikan unsur hara yang hilang dan menyeimbangkannya sehingga tanah kembali subur dan tanaman mendapat nutrisi yang diperlukan.  

Istilah- istilah Pupuk

Saat membeli pupuk, Tani Muda tentu akan melihat beberapa istilah-istilah yang tertera pada kemasan produk. Namun beberapa istilah tersebut tidak terlalu familiar bagi sebagian orang, yuk simak apa saja istilah-istilah terkait pupuk berikut!

  • Mutu pupuk atau grade fertilizer, yaitu angka yang menunjukkan kadar hara utama yang terkandung di dalam pupuk yaitu N (nitrogen), P (phospor), K (kalium). Seperti 20-15-1, angka tersebut menunjukkan persentase dari kandungan di dalam pupuk yang artinya 10 % N, 15% P dan 15 % K.
  • Perbandingan pupuk atau ratio fertilizer merupakan perbandingan unsur N, P, dan K yang dinyatakan dalam N total, P2O5 dan K2O merupakan penyederhanaan dari grade fertilizer. Misalnya grade fertilizer adalah 16-12-20 yang berarti ratio fertilizer nya 4:3:5.
  • Mixed fertilizer atau pupuk campur adalah pupuk yang berasal dari berbagai pupuk yang kemudian dicampur oleh pemakainya. Misalnya seperti pupuk urea, TSP dan KCL dicampur menjadi satu dengan perbandingan tertentu sesuai dengan mutu yang diinginkan. Hal ini berbeda dengan pupuk majemuk yaitu pupuk yang mempunyai dua atau lebih hara tanaman dibuat langsung dari pabriknya.

Jenis -Jenis Pupuk

Secara umum pupuk dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik atau pupuk kimia. Tetapi pupuk juga dapat digolongkan berdasarkan beberapa faktor seperti kandungan, bentuk fisik, cara pengaplikasian, dan cara melepaskan unsur hara. Berikut penjelasan dari beberapa jenis pupuk tersebut:

  • Berdasarkan Sumber Bahan pupuk digolongkan menjadi dua jenis, yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang sumber bahannya berasal dari pelapukan sisa- sisa makanan organik seperti kulit buah- buahan, sisa- sisa sayuran, tulang belulang, pelapukan tanaman, dan pelapukan dari kotoran hewan. Contoh dari pupuk organik adalah, kompos, pupuk kandang, pupuk hijau, humus dan pupuk organik buatan. Pupuk organik bisa berbentuk padat dan cair. Selanjutnya adalah pupuk anorganik yaitu pupuk buatan yang terbuat dari bahan kimia. Contoh dari pupuk anorganik adalah NPK, Urea, ZA, TSP, KCL, dan lainnya.
  • Berdasarkan bentuk fisiknya pupuk juga dibagi menjadi 2 jenis, yaitu pupuk yang memiliki bentuk padat seperti granular atau butiran, tablet dan tepung. Pupuk padat pada umumnya mengandung lebih banyak unsur hara makro. Sedangkan pupuk cair adalah pupuk yang produksinya dalam bentuk cairan. Pupuk cair biasanya mengandung unsur hara mikro, namun tidak jarang yang juga mengandung unsur hara makro.
  • Berdasarkan jenis unsur hara yang dikandung. Jenis pupuk ini adalah pupuk tunggal dimana didalam pupuk hanya mengandung satu unsur hara. Biasanya pupuk jenis ini mengandung unsur hara makro primer seperti urea yang mengandung unsur N (nitrogen). Selanjutnya adalah pupuk majemuk yang merupakan pupuk dengan kandungan lebih dari satu unsur hara didalamnya. Seperti NPK yang memiliki tiga unsur hara yaitu N (nitrogen), P (phospor) dan K (kalium). 
  • Berdasarkan cara pengaplikasiannya jenis pupuk juga dibagi menjadi 2 yaitu pupuk daun, dimana pengaplikasian pupuk dengan cara menyemprotkan pupuk pada daun. Pupuk daun memiliki unsur mikro. Jenis kedua adalah pupuk akar yaitu pengaplikasian pupuk dengan cara menebar pupuk di media semai ataupun di sekitar tanaman. Pupuk akar biasanya mengandung unsur hara makro seperti Urea, NPK, TSP. 
  • Berdasarkan Cara Melepaskan Unsur Hara dibagi menjadi pupuk jenis Fast Release yang mana pupuk ini memiliki kandungan unsur hara yang mudah dan cepat diserap oleh tanaman. Pupuk jenis ini jika ditebarkan ke media tanam dalam waktu yang relatif singkat, maka unsur hara yang dikandungnya dapat dimanfaatkan langsung oleh tanaman. Jenis pupuk ini misalnya ZA, KCL, dan lain sebagainya. Jenis pupuk kedua adalah Slow Release Biasa disebut juga dengan pupuk lepas terkendali. Dimana jenis pupuk ini melepaskan unsur hara yang dikandungnya secara perlahan. Pupuk jenis slow release ini melepaskan unsur hara sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. Jenis pupuk ini misalnya pupuk TSP.

Rekomendasi Pupuk Berkualitas Tinggi

Penggunaan pupuk yang memiliki kualitas tinggi dan original tentu akan memiliki dampak yang sangat besar terhadap sistem pertanian. Penggunaan pupuk dengan kualitas tinggi akan membuat risiko gagal panen mengecil dan menjadikan hasil panen meningkat. Tani muda bisa menggunakan pupuk dengan kualitas tinggi produksi PT. Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

PKT sendiri adalah salah satu anak perusahaan dari PT. Pupuk Indonesia yang mana selalu mengedepankan kualitas dalam produksinya. Tidak hanya mengedepankan kualitas baik dengan menggunakan bahan- bahan yang berkualitas, jenis pupuk yang diproduksi PKT juga beragam. Produk- produk PKT adalah NPK, Urea, Ammonia, produk pupuk hayati pilot seperti Ecofert, Biotara, Biodex, Biolk, dan Bio Salin.

Produk NPK dari PKT memiliki 2 jenis, yaitu NPK Blending dan NPK Fusion. NPK Pelangi jenis blending diproduksi dengan proses mechanical blending, dan berasal dari bahan baku berkualitas tinggi, yaitu urea granul, DAP (Diammonium Phospate) dan KCL Flake, serta filler berupa Mg dan Ca sehingga butirannya berwarna warni. Sedangkan NPK Pelangi jenis Fusion diproduksi melalui proses steam granulation sehingga memiliki butiran pupuk homogen yang mengandung unsur N, P dan K dalam satu butirannya. Keunggulan NPK Pelangi adalah dapat diformulasikan dengan sangat fleksibel sesuai kebutuhan pelanggan, serta terbukti dapat meningkatkan hasil panen.

Pupuk urea dibuat dari reaksi antara amoniak (NH3) dengan karbon dioksida (CO2) dalam suatu proses kimia menjadi urea padat dalam bentuk prill (ukuran 1-3,35 mm) atau granul (ukuran 2-4,75 mm). Urea prill banyak digunakan untuk segmen tanaman pangan dan industri, sedangkan Urea granul lebih cocok untuk segmen perkebunan dan industri. Urea Pupuk Kaltim dipasarkan dengan merek dagang Daun Buah untuk sektor non subsidi, dengan butiran pupuk yang berwarna putih dan variasi kemasan antara lain 2 kg, 5 kg, 10 kg, 20 kg dan 50 kg. Sedangkan urea bersubsidi disalurkan dengan merek dagang Pupuk Indonesia Holding Company, mempunyai butiran pupuk berwarna pink, dengan kemasan 50 kg.

Ecofert merupakan jenis pupuk hayati yang diperkaya dengan mikroorganisme unggulan yang bermanfaat bagi kesuburan tanah, dan dapat digunakan untuk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan. Butiran Ecofert berbentuk granul, berwarna abu-abu, dengan variasi kemasan 1 kg, 5 kg, dan 20 kg. Ecofert berfungsi untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah seperti N,P dan K. memacu pertumbuhan tanaman, serta meningkatkan penyerapan unsur hara pada tanah. Penggunaan ecofert akan membantu menghemat penggunaan NPK sekitar 25%. 

Biotara adalah pupuk yang hayati yang dapat tani muda gunakan di daerah tanah yang berdekatan dengan rawa. Hal ini karena biotara dapat beradaptasi dengan tanah yang masam di rawa dan membantu meningkatkan produktivitas tanaman.

Biolk merupakan pupuk hayati dengan bahan aktif bakteri Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. yang diaplikasikan untuk seed treatment dan dapat digunakan pada semua benih tanaman. BIO LK diformulasikan khusus untuk membantu tanaman dalam menghadapi cekaman kekeringan atau kadar air rendah. BIO LK berbentuk powder, berwarna coklat kehitaman dan memiliki variasi kemasan 100 gr, 250 gr dan 500 gr. BIO LK diaplikasikan dengan dosis 500 gr untuk kebutuhan benih 1 hektar.


Bio Salin Merupakan pupuk hayati dengan bahan aktif bakteri Pseudomonas sp. yang diaplikasikan untuk seed treatment dan dapat digunakan pada semua benih tanaman. BIO Salin diformulasikan khusus untuk membantu tanaman dalam menghadapi cekaman kadar garam tinggi (salin), seperti di wilayah pesisir pantai dan di lahan tergenang (rawa). (Demfarm/Fitri)