Petani Milenial

Jangan Ditunda, Ini Benefit Bergabung di Program Makmur PKT

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) terus memperluas pengembangan lahan Program Makmur hingga lima kali lipat pada berbagai komoditas, khususnya di wilayah Indonesia timur. Hal ini sebagai langkah dalam mendorong produktivitas hasil pertanian dan kesejahteraan petani di Indonesia.

Project Manager Program Makmur Pupuk Kaltim, Adrian RD Putera memaparkan Program Makmur terus dikembangkan berdasarkan karakteristik geografis dan komoditas unggulan di setiap daerah pengembangan. Salah satunya adalah dengan menggali potensi komoditas unggulan alternatif yang mampu memberikan nilai ekonomi lebih bagi para petani, seperti kelapa sawit.

“Kolaborasi dengan kelompok tani di tiap wilayah pengembangan PKT, dapat mempercepat proses keikutsertaan petani ke dalam Program Makmur. Kami juga melihat bahwa wilayah Indonesia timur memberikan tantangan tersendiri dalam penerapan Program Makmur, di antaranya karena medan lahan pertanian, ketersediaan fasilitas, hingga sumber daya manusia,” kata Adrian.

Tidak tanggung-tanggung, PKT menargetkan 25.000 petani bisa bergabung dalam Program Makmur. Angka ini sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2022. Tujuannya adalah untuk menciptakan manfaat yang lebih luas bagi petani, 

Tak hanya itu, PKT juga mengusung target cakupan lahan mencapai 60.000 hektare. Lahan tersebut tersebar di wilayah pengembangan program yang dimandatkan kepada PKT, yakni Sulawesi, Jawa, Kalimantan, NTB, NTT dan Papua Barat.

Pengembangan Program Makmur

Pengembangan Program Makmur PKT di beberapa wilayah tersebut, lanjut Adrian, dilaksanakan setelah melihat geliat pertanian, maupun tingkat kesejahteraan dan ekonomi daerah yang masih terbilang rendah. Oleh karena itu, adanya Program Makmur ini diharapkan dapat membantu petani setempat untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian yang berujung pada perbaikan ekonomi dan kesejahteraan. 

“Sasaran program ini salah satunya untuk meringankan beban petani di wilayah tersebut, dengan meningkatkan produktivitas sehingga ekonomi keluarga pun meningkat,” ujar Adrian. 

SEVP Business Support PKT Meizar Effendi mengungkapkan Program Makmur merupakan salah satu fokus PKT bersama Pupuk Indonesia melalui sinergi BUMN, untuk mendorong pengembangan sektor pertanian dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional. 

Menurutnya, program ini juga sebagai langkah aktif PKT mengajak generasi muda kembali bertani dan melirik pertanian sebagai sektor potensial, sekaligus mendorong peningkatan penggunaan pupuk nonsubsidi untuk mengurangi ketergantungan petani akan pupuk subsidi. 

“Program ini direalisasikan melalui pendampingan intensif dan berkelanjutan, melibatkan rantai pasok yang didukung teknologi berbasis pada triple bottomline 3P (people, planet dan profit),” ujar Meizar. 

Sejauh ini program Makmur telah dilaksanakan PKT di berbagai daerah tanggung jawab perusahaan pada beragam komoditi, meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT dan Papua Barat. Dari total target 60.000 hektare di tahun 2022, PKT telah merealisasikan lebih dari 47.000 hektare dengan akuisisi petani di atas 23.000 orang dari target 25.000 petani. 

Melalui Program Makmur, PKT menjamin adanya pasar atau pihak yang akan membeli hasil panen. PKT memilih pihak yang terpercaya dan penuh komitmen untuk membeli hasil panen petani sesuai dengan harga pasar yang ada. Selain itu, offtaker juga dapat mengolah hasil panen untuk menciptakan nilai tambah produk.

Selanjutnya, PKT memberikan akses permodalan bagi para petani mitra Program Makmur melalui kredit perbankan dan petani juga mendapatkan perlindungan terhadap risiko gagal panen atau gagal bayar yang mungkin dialami melalui asuransi.

Terakhir anak perusahaan Pupuk Indonesia ini juga melakukan pendampingan teknis bagi para petani yang meliputi kegiatan analisis tanah, pendampingan argonomis dan budidaya, rekomendasi pemupukan, hingga teknologi dan mekanisasi pertanian melalui aplikasi IFARM – RMS untuk melakukan proses monitoring tanaman secara digital dan mengakses ekosistem dari hulu ke hilir (rantai pasok).

“PKT juga mendistribusikan sarana produksi yang di antaranya adalah benih, pestisida, dan pupuk yang terjamin kualitasnya sebagai upaya mengoptimalkan produktivitas petani,” tutur Meizar.

Direktur Keuangan dan Umum PKT, Qomaruzzaman mengatakan, pihaknya akan terus fokus memperluas pengembangan Program Makmur, terutama ke wilayah Indonesia Timur mengingat besarnya potensi pertanian di wilayah tersebut.

Dia menegaskan, program ini juga digenjot guna menciptakan ekosistem pertanian yang kondusif serta mendukung petani untuk mencapai produktivitas secara optimal. Karena, itu kinerja para petani akan dikawal secara maksimal.

“Selain mendampingi petani secara intensif dalam proses operasional sehari-hari, kami juga terus memperkuat kolaborasi end-to-end dengan berbagai pihak seperti instansi keuangan, instansi pemerintahan, hingga korporasi,” kata Qomaruzzaman.

Sejak diinisiasi pada 2020, realisasi program Makmur terus meningkat setiap tahunnya. Sepanjang 2021, program Makmur berhasil menggandeng 9.780 petani untuk bergabung, melebihi target yaitu sebanyak 9.000 petani. Selain itu, PKT juga berhasil mengembangkan 18.110 hektar atau berhasil merealisasikan hingga 151% dari target 2021. 

Manfaat Program Makmur

Program Makmur memberikan banyak manfaat bagi petani. Adapun manfaat yang akan diterima petani melalui Program Makmur ini yaitu kemudahan relasi antara petani dan pihak project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, pemerintah daerah dan jaminan ketersediaan pupuk nonsubsidi.

Lewat ekosistem ini, para petani yang bergabung dalam program Makmur akan didampingi sehingga bisa memberi dampak positif pada produktivitas dan hasil pertanian. Program yang rilis di bulan Agustus 2021 ini menghasilkan respon dan efek positif di sektor pertanian. Terutama pada peningkatan produktivitas dan hasil pertanian. 

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan terus menyuplai benih, produsen pupuk, pestisida, dan pendanaan dari Himbara, BNI, BRI, Mandiri. Kemudian nantinya akan dilakukan offtaker oleh RNI Group yang telah terintegrasi, ditambah dengan asuransi gagal panen yang dikeluarkan Jasindo.

“Adanya pasokan pupuk non subsidi dan pendampingan ini menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia,” ucap Qomaruzzaman.

Program Makmur sendiri telah berjalan lewat anak perusahaan Pupuk Indonesia Group. Misalnya PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Petrokimia Gresik.

Anak perusahaan tersebut menjadi project leader di wilayah persebaran yang telah dilakukan. Program ini sudah dijalankan dengan merata di seluruh wilayah Indonesia. Komoditas yang akan terus ditingkatkan yaitu padi, jagung, cabai, kelapa sawit, singkong, kopi, lada, kakao, bawang merah, tebu, tembakau nanas, dan manggis.(Demfarm/Tyo)