cara menanam kangkung di rumah. Foto: Google

Jangan Galau! Berikut Rekomendasi Sayuran yang Cocok Ditanam di Kebun Rumah saat Musim Hujan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Musim hujan menjadi masa yang menguntungkan bagi tanaman. Pada musim hujan tanaman tidak lagi kering dan persediaan air dalam tanah pun tercukupi.

Selain itu, air hujan juga mampu memicu pertumbuhan akar baru dan membuat daun-daun tanaman menjadi hijau dan subur, hal ini dikarenakan adanya nitrogen bebas.

Namun ternyata, selain memberikan dampak positif, musim hujan juga bisa memberikan efek buruk bagi tanaman. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut dampak negatif musim hujan bagi pertumbuhan tanaman.

1. Tanaman Menjadi Busuk

Curah hujan tinggi berpotensi merusak tanaman akibat terendam banjir. Tanaman yang terendam banjir akan rusak karena akan mengurangi suplai oksigen dan karbondioksida sehingga mengganggu proses fotosintesis dan respirasi. Tidak hanya itu, tanaman juga akan menjadi busuk dan akhirnya mati. 

2. Munculnya Jamur pada Tanaman

Cuaca yang lembap serta suplai air berlebih dapat membuat sebagian tumbuhan mudah terkena jamur. Jamur tersebut bisa merugikan tanaman karena sifatnya yang menumpang pada organisme lain.Tanaman yang terkena jamur bisa layu, hingga akhirnya mati.

Selain itu, jenis jamur tertentu juga bisa membuat akar tanaman jadi membusuk. Ada juga jamur yang menyerang daun tanaman ditandai dengan munculnya bercak di permukaan daun, yang akan menyebar ke seluruh permukaan daun, sehingga menyebabkan tanaman menjadi busuk.

3. Gulma dan Ilalang Tumbuh dengan Cepat

Curah hujan tinggi akan menjadikan tanah lebih gembur, sehingga membuat tanaman di atasnya dapat tumbuh dengan mudah. Hal ini ternyata tidak hanya membuat tanaman di tanah menjadi subur, tapi juga gulma dan ilalang jadi tumbuh dengan cepat.

Gulma dan ilalang adalah dua jenis tumbuhan yang bisa mengganggu tanaman. Selain merusak keindahan tanaman, gulma serta ilalang juga bisa menyerap nutrisi dari tanaman. Karena itu kita sebaiknya mencabut gulma, ilalang, dan rumput liar di sekitar tanaman secara rutin, terutama saat musim hujan.

Rekomendasi Sayuran yang Cocok Ditanam di Rumah saat Musim Hujan

Menanam sayuran di musim hujan dapat menjadi pilihan tepat karena pada dasarnya sayuran termasuk jenis tanaman yang dapat dibudidayakan saat musim hujan.

Namun, sebelum memilih jenis tanaman yang akan ditanam pada musim hujan. Anda harus memastikan tanaman tersebut termasuk penyuka air dan tahan dengan curah hujan.

Nah, berikut ini kami berikan tujuh rekomendasi tanaman sayuran yang cocok untuk ditanam di rumah saat musim hujan.

1. Bayam

Bayam sangat cocok ditanam saat musim hujan. Air hujan yang turun dapat membantu tanaman bayam mengalami pertumbuhan yang cepat dan juga subur.

Selain itu, bayam termasuk sayuran yang mudah dalam proses perawatan. Serta dapat dipanen dalam waktu singkat kurang dari satu bulan. Memiliki tanaman bayam di rumah akan membantu mencukupi persediaan sayuran.

2. Kangkung

Kangkung termasuk sayuran yang dapat hidup di dataran rendah dengan kelembapan yang cukup tinggi, bahkan mereka dapat hidup di perairan.

Meski kini mulai dibudidayakan di dataran rendah dan tanah, namun hal tersebut tidak mengubah tingkat ketahanan kangkung terhadap cuaca lembab dan genangan air. Karena itu kangkung sangat cocok ditanam saat musim hujan.

3. Selada

Selada disebut sebagai sayuran yang digemari oleh para petani saat musim hujan tiba. Tanaman sayur ini sangat kuat menghadapi kondisi cuaca yang sering hujan. Oleh karena itu, tanaman selada cocok ditanam saat musim hujan melanda.

4. Sawi Putih

Sawi putih termasuk tanaman sayuran yang sangat kuat dan tidak mudah layu saat terkena derasnya tetasan air hujan secara terus menerus. Tanaman ini juga cukup mudah dalam hal perawatan. 

5. Daun bawang

Daun bawang juga merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang baik ditanam saat musim hujan. Dalam proses penanaman daun bawang membutuhkan persediaan air yang cukup banyak.

6. Terong

Terong merupakan tanaman sayuran yang membutuhkan banyak air, sehingga menanamnya di musim hujan adalah waktu terbaik.

Meski membutuhkan banyak air, bukan berarti terong dapat tergenang air begitu saja. Segera tangani tanaman terong saat tergenang air agar akarnya tidak cepat busuk akibat kelebihan air.

Bibit dari Demfarm dan Cara Merawatnya di Rumah saat Musim Hujan

Bertepatan pada hari Menanam Pohon Indonesia, 28 November 2021 lalu, Demfarm.id menginisiasi sebuah webinar bertajuk “Cerita Petani Milenial Mendapat Berkah dari Kebun”. Pada momen tersebut dilaksanakan penanaman benih sayuran bersama secara virtual.

Benih sayuran yang ditanam oleh peserta webinar telah dikirimkan oleh Demfarm.id  sebelum acara berlangsung. Jenis benih sayuran tersebut, di antaranya bayam hijau, cabai rawit, tomat, pakcoy, dan bunga matahari. 

Berhubung saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang memasuki musim hujan, memang paling pas menanam bayam hijau. Karena berdasarkan paparan sebelumnya, bayam hijau termasuk salah satu jenis sayuran yang cocok ditanam di musim hujan.

Menanam bayam di rumah menggunakan polybag sangat mudah dan tidak perlu menunggu lama untuk dipanen. Hanya dalam waktu kurang dari satu bulan, Anda sudah bisa menikmati bayam yang Anda tanam sendiri. Simak langkahnya berikut ini.

Pertama, siapkan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1. Anda juga bisa membeli satu karung media tanam yang sudah mengandung campuran kompos di toko pertanian. Harganya pun cukup murah, kisaran Rp10 ribu sampai Rp20 ribu. 

Selanjutnya, larutkan satu sendok makan pupuk NPK ke dalam satu liter air. Lalu siram cairan pupuk ke tanam yang sudah dimasukkan dalam polybag. Satu liter larutan pupuk dapat digunakan untuk empat polybag. Setelah itu ratakan media tanam.

Kemudian, taburkan benih bayam pada media tanam. Saat menebar benih usahakan jangan terlalu padat, beri jarak antar benih agar bisa tumbuh optimal.

Setelah itu tutup dengan media tanam tipis-tipis. Agar benih lebih cepat tumbuh, Anda juga bisa menutup benih yang sudah disebar menggunakan kompos halus atau arang sekam halus. Lalu siram dengan air hingga media tanam benar-benar basah.

Selanjutnya, tutup polybag dengan plastik hitam dan diamkan selama tiga hari. Tiga hari kemudian benih bayam akan muncul daun. Buka plastik dan siram kembali sampai media tanam basah.

Perawatan bayam sangat mudah, apalagi saat di musim hujan karena tanah tidak cepat kering. Anda cukup menyiramnya setiap hari pada pagi dan sore hari. Anda juga tidak perlu melakukan pemupukan susulan. Bayam bisa dipanen setelah umur 25–35 hari setelah tanam.

Karena bayam termasuk tanaman yang menyukai air, kunci keberhasilan menanam bayam ada pada konsistensi dalam melakukan penyiraman. Selamat mencobanya di rumah, ya!

Penulis: Eva