Cara Menanam dengan Sistem Hidroponik di Balkon Rumah

Jangan Sedih, Ini Cara Menanam dengan Sistem Hidroponik di Balkon Rumah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Suka nonton drama korea alias drakor?. Hampir semua perempuan dengan beragam latar belakang dan usia mulai dari remaja sampai dengan ibu-ibu penggemar drakor. Bahkan kaum pria pun tidak ketinggalan suka menonton drakor, apalagi di tengah pandemi COVID-19 banyak yang mengisi waktu luangnya menonton dan bercocok tanam.

Salah satu drakor yang asik ditonton adalah  drama komedi romantis  “Be Melodramatic”. Bukan hanya bercerita berbagai permasalahan yang dikemas secara komedi nan romantis drama dibintangi Chu Woo-hee dengan peran sebagai penulis skenario drama pemula.

Ada yang menarik dalam tayangan drama ini, Ahn Jae-hong berperan sebagai Son Beom-soo merupakan seorang sutradara drama terkenal yang telah menelurkan lima karya drama paling populer di Korea Selatan. Dia hidup seorang diri di apartemen tengah kota, namun dia punya sejumlah tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik. Diletakan di balkon apartemen, disela-sela kegiatannya sebagai sutradara tersohor dia selalu menyempatkan untuk merawat tanamannya.

Karena itu, tidak heran jika tomat dan bawang daun yang ditanamnya tumbuh subur. Bahkan, sering kali dia memberi penulis junior di kantornya – Chu Woo-hee yang akhirnya menjadi tambatan hati sang sutradara.

Lalu apa sih tanaman yang direkomendasikan untuk ditanam di balkon, seperti tanaman sang sutradara terkenal di “Be Melodramatic”.

Berikut ini tiga contoh tanaman yang cocok dibudidayakan.

Tomat

Jika tertarik menanam tomat dengan teknik ini, hal pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan bibit. Pilihlah bibit dengan kualitas yang baik dan unggul karena hal itu akan memengaruhi hasil panen.

Selain itu penyemaian bibit tomat disarankan untuk menggunakan media seperti sabut kepala. Setelah itu, kamu harus melakukan perawatan rutin hingga satu bulan dan siap ditanam dengan teknik hidroponik. 

Cabai

Cabai juga turut menambah daftar panjang jenis tanaman hidroponik sayur yang mudah ditanam dan cocok untuk pemula. Seperti yang kita ketahui, cabai termasuk jenis tanaman yang banyak diminati masyarakat. Bukan tanpa alasan, jenis tanaman yang satu ini masuk dalam bahan kebutuhan pokok yang selalu meningkat, terutama di perayaan hari besar.

Sawi Hijau

Jenis tanaman yang satu ini dapat tumbuh di mana pun. Pasalnya, dapat beradaptasi dengan mudah di berbagai media tanaman dan lingkungan. Bahkan tanaman ini bisa tahan terhadap hujan, dan dapat tumbuh sepanjang tahun.

Pot dan Media Tanam yang Cocok

Pot menjadi sangat penting dalam budidaya tanaman hidroponik. Untuk mendapatkan pot khusus saat ini tidaklah sulit, kini marak dijual di pasar konvensional maupun platform belanja digital. Bukan hanya berbahan plastik tetapi juga ditawarkan pot yang terbuat dari kaca dan keramik.

Sedangkan media tanam juga harus dipastikan bermutu baik dengan memenuhi kriteria berikut ini:

1. Memiliki daya serap air yang tinggi

2. Strukturnya gembur dan tidak mengandung unsur hara

3. Kadar salinitas harus rendah dan tidak mengandung garam

4. Memiliki tingkat keasaman alkalis, yaitu mempunyai pH 6-7

5. Tidak mengandung organisme yang dapat menimbulkan penyakit dan hama

6. Terdapat kandungan kapur di dalamnya

Adapun media tanam, berdasarkan jenisnya dibagi menjadi dua organik dan nonorganik.

Arang sekam, serbuk gergaji, sabut kelapa, vermiculite dan batang pakis termasuk dalam kategori media tanam hidroponik yang organik.

Kelebihan Media Tanam Organik

1. Kemampuan menyimpan air dan nutrisi tinggi

2. Baik bagi perkémbangan mikroorganisme bermanfaat

3. Aerasi optimal

4. Kemampuan menyangga pH tinggi

5. Sangat cocok bagi perkembangan perakaran

6. Digunakan pada tipe irigasi drip

7. Lebih ringan

Kekurangan Media Tanam Organik

1. Kelembapan media cukup tinggi, rentan serangan jamur, bakteri, maupun virus penyebab

panyakit tanaman

2. Sterilitas media sulit dijamin

3. Tidak permanen, hanya dapat digunakan beberapa kali saja

Sedangkan media tanam non-organik termasuk diantaranya Rockwool terbuat dari bahan seperti busa. Bahan ini memiliki serabut halus dengan bobot yang sangat ringan.  dibuat dalam block-block besar, yang kemudian dipotong sesuai dengan kebutuhan.

Lalu ada Perlite terbuat dari bebatuan silica. Bebatuan ini dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu yang cukup tinggi. Perlite ini memiliki aerasi yang cukup baik. Memiliki PH yang netral selain itu juga mempunyai bobot yang sangat ringan, seperti busa atau Styrofoam. 

Ada juga Hydroton berbahan tanah lempung yang dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil kemudian dipanaskan dalam suhu yang cukup tinggi. Ukuran Hydroton ini sendiri berbagai macam ada yang berukuran 1 hingga 2,5 cm. Hydroton ini akan menyerap air dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman, sehingga nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman akan didapat oleh bahan ini. 

Selanjutnya, media tanaman pasir yang biasanya berasal dari pantau maupun pegunungan. Menggunakan media tanam hidroponik pasir yang berwarna-warni dengan pot bunga yang transparan, tentu akan membuat suasana rumah menjadi lebih segar dan terkesan nyaman.

Satu lagi, media tanam Hidrogel berupa gel yang dapat menyerap air dalam jumlah banyak. Bentuknya yang berwarna warni, tentu akan indah ketika dilihat. Disimpan dalam vas, dengan tanaman yang cantik tentunya akan membuat ruangan terasa berwarna dan terkesan segar. Media tanam dengan menggunakan hydrogel juga dapat gunakan untuk beberapa tanaman dengan ukuran yang cukup besar.

Kelebihan Media Tanam Non-Organik

1. Permanen, dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama

2. Porus, aerasi optimal

3. Cepat mengatuskan air, media tidak terlalu lembab

4. Sterilitasnya lebih terjamin

5. Jarang digunakan sebagai inang bagi jamur, bakteri, dan virus

Kekurangan Non-Organik Media

1. Bukan media yang baik untuk perkembangan organisme bermanfaat seperti mikroza.

2. Media lebih berat

3. Terlalu cepat mengatuskan air

4. Kurang baik untuk perkembangan akar

Pupuk Tanaman dengan Waktu yang Benar

Tanaman hidroponik tentunya tetap membutuhkan pupuk untuk mendukung pertumbuhan beragam tanaman baik tanaman hortikultura maupun tanaman hias.

Sejumlah mereka pupuk direkomendasikan untuk merawat tanaman dengan sistem hidroponik diantaranya,  1.Pupuk Hidroponik AB Mix Hydro J

2.Pupuk Lewatit HD-5

3.Pupuk Organik Cair (POC) Margaflor

4.Pupuk Anorganik dan Gandasil D

khusus untuk pupuk anorganik jenis ini, kita juga bisa mencampur dengan pupuk NPK Pelangi komposisi 16-16-16 ditambah KCI, dan Gandasil D. Dalam campuran itu terdapat unsur hara makro dan mikro yang berasal dari pupuk daun.

5.Kotoran Kelinci

Untuk aplikasi pupuk ke tanaman organik sangat tergantung dengan jenis pupuk apa yang akan kita terapkan, misalnya untuk pupuk organik cair (POC) bisa dipakai setiap hari. Sedangkan pupuk anorganik dan gandasil D diaplikasi 2 minggu sekali

Siram Tanaman Tepat Waktu

Sebelum merawat tanaman hendaknya kita terlebih dahulu tanaman yang kebutuhan air biasanya berbeda-beda.

Lazimnya, penyiram dilakukan pada pagi dan sore hari. Tetapi jika sedang hujan turun tentu tidak membutuhkan air tambahan.

Namun, saat musim kemarau tanaman butuh disiram dua kali sehari. Waktunya, pagi dan sore. Kenapa tidak boleh tengah hari, karena sejumlah tanaman biasanya justeru rusak ketika disiram saat sedang terik-teriknya.

Waktu yang tepat sebaiknya pagi sebelum pukul 09.00 WIB dan sore mulai dari pukul 15.00 WIB.