Kaltara Menuju Green Industrial Park

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Apakah tani muda mengetahui apa itu Green Industrial Park? Indonesia akan membangun Green Industrial Park yang diklaim akan menjadi terbesar di dunia yaitu di kawasan Kalimantan Utara. Green Industrial Park adalah tempat suatu tempat yang memiliki sekumpulan perusahan atau industri yang menerapkan teknologi atau produksi bersih, memproses limbah atau sampah yang dihasilkan dengan melakukan usaha- usaha untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Secara umum Green Industrial Park adalah tempat yang menyediakan dan melakukan industri dengan menggunakan energi dari alam sehingga akan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Green Industrial Park menerapkan teknologi dan produksi bersih. Kawasan industri ini akan menggunakan listrik dari teknologi selain batu bara seperti air, angin, dan teknologi lainnya. Pengolahan limbah dari kawasan industri ini juga harus bersih dengan melakukan usaha- usaha mengurangi emisi rumah kaca di lokasi produksinya. Penerapan Green Industrial Park ini telah dilakukan oleh beberapa negara seperti Denmark, Korea Selatan, China, Thailand, dan Jerman. 

Penerapan Green Industrial Park akan berpotensi pada munculnya efisiensi pemakaian bahan baku, energi, dan air, sehingga limbah ataupun emisi yang dihasilkan menjadi lebih sedikit dan proses produksi juga menjadi lebih efisien. Penerapan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk industri nasional. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun yang akan negara- negara maju seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat tidak lagi memiliki keinginan untuk membeli produk yang dihasilkan dari sumber industri yang menggunakan bahan batu bara. Oleh sebab itu Pemerintah akan berusaha untuk membuat Green Industrial Park di Indonesia yaitu di daerah Kalimantan Utara.

Green Industrial Park Terbesar di Indonesia

Green Industrial Park yang aka di bangun di Kaltara diklaim menjadi kawasan industri hijau terbesar di Indonesia, juga di dunia. Green Industrial Park yang di bangun di Kalimantan Utara akan menggunakan salah satu sumber energi yang berasal dari sungai Kayan. Luas kawasan industri ini dirancang seluas 30.000 hektar. Ini akan menjadi kawasan industri hijau terbesar di dunia. Presiden Joko Widodo optimis kawasan industri hijau di Kalimantan Utara akan menjadi Green Industrial Park terbesar di dunia, dan akan menjadi penghasil produk hijau yang kompetitif di perdagangan internasional. Hal ini mengingat sumber energi bersih yang ada di Indonesia khususnya Kalimantan Utara berlimpah seperti energi panas matahari, panas bumi, angin, ombak laut dan energi bio.

Sumber- sumber itu dinilai oleh bapak Jokowi akan mampu menjadi magnet industrialisasi segala produk rendah emisi, dan menjadikan Kalimantan Utara menjadi Green Industrial Park. Saat ini investor yang akan mengisi kawasan industri ini pun sudah banyak yang mengantri untuk masuk. 

Dorongan Pemerintah untuk Green Industrial Park di Indonesia

Pemerintah terus mendorong dalam pembangunan Green Industrial Park di Indonesia yaitu di Kalimantan Utara. Peresmian dan peletakan batu pertama telah dilakukan pada November 2021 lalu. Indonesia menjadi kunci produsen kunci dalam rantai pasok batre lithium global. Produsen mobil listrik dari asian, Eropa, dan Amerika juga turut berinvestasi di Indonesia. Selain hilirisasi, mengoptimalkan sumber energi bersih dan ekonomi hijau juga terus ditingkatkan oleh pemerintah. Persemaian dan rehabilitasi hutan tropis dan mangrove, rehabilitasi habitat laut akan terus dilakukan yang mana nantinya akan berpotensi besar dalam penyerapan karbon.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa Sumber daya Alam (SDA) Indonesia harus dimanfaatkan secara bijaksana yang mana pemanfaatan sumber daya tersebut harus terukur dan terkakulisasi. Selain itu pemerintah juga berkomitmen untuk memanfaatkan sumber EBT yaitu energi baru dan terbarukan untuk melistrikkan industri produksi hijau yang sedang dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk dapat mencapai net zero emission (nol emisi karbon/bebas karbon) pada tahun 2060.

Latest Article