Kembangkan Pertanian Modern Lewat Tanaman Hortikultura

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Hortikultura berasal dari bahasa Yunani, yaitu terdiri dari kata “hortus” dan “cultura”. “Hortus” memiliki arti tanaman kebun. Sedangkan “cultura” atau “colere” berarti budidaya.

Mengutip Encyclopedia Britannica, hortikultura merupakan cabang ilmu pertanian yang berurusan dengan tanaman kebun seperti buah-buahan, sayuran, dan tanaman hias. Secara sederhana, pengertian hortikultura adalah budidaya tanaman kebun. Namun secara lebih luas, istilah tersebut mengacu pada budidaya tanaman kebun dengan teknik yang modern dan meliputi beberapa cakupan kerja.

Area kerjanya antara lain meliputi pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, memproduksi beragam komoditas tumbuhan, pemberantasan hama serta penyakit, pemanenan, pengemasan produk, hingga pada akhirnya pendistribusian secara massal. 

Konsep Tanaman Hortikultura

Bagaimana cara membudidayakan tanaman hortikultura? Biasanya budidaya tanaman hortikultura dilakukan untuk produksi dalam skala besar. Tujuannya adalah untuk memenuhi permintaan pasar. Pemilihan komoditas tanaman didasarkan pada nilai ekonomis yang tinggi.

Di samping itu, jenis tanamannya juga memiliki peluang atau potensi pasar cukup besar sehingga menunjang kegiatan ekonomi yang bersifat komersil. Komoditas tanaman ini juga memiliki potensi produksi yang terbilang tinggi. 

Bukan hanya untuk kebutuhan produksi komersil, tidak sedikit juga yang melakukan budidaya komoditas hortikultura dalam skala lebih kecil seperti rumah tangga. Caranya mulai dari menyemai benih, membuat bibit, perawatan, hingga panen.

Anda dapat memanfaatkan pekarangan atau lahan pribadi untuk membudidayakan tanaman berupa sayuran dan buah yang nantinya dapat dikonsumsi sendiri. Dengan demikian, hortikultura memberikan manfaat lebih bagi pembudidayanya.

Apa saja yang termasuk jenis tanaman hortikultura? Tanaman hortikultura terbagi ke dalam 4 jenis, yaitu:

  • Tanaman Buah

Tanaman buah menghasilkan buah yang dapat dikonsumsi dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, misalnya buah-buahan seperti tomat, semangka, jeruk, mangga, melon, stroberri, rambutan dan lain-lain.

  • Tanaman Sayur

Jenis tanaman yang dapat dikonsumsi, memiliki serat dan vitamin yang bermanfaat untuk tubuh. Tanaman ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Contoh tanaman sayur diantaranya bawang merah, bawang daun, bawang putih, kol, selada, kangkong, bayam, wortel, mentimun, buncis, paprika, dan lain sebagainya.

  • Tanaman Hias

Jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai hiasan. Biasanya tanaman ini memiliki keindahan dari segi bunga, daun, akar, atau tangkainya. Contoh tanaman ini adalah bunga mawar, melati, aglaonema, pakis, dan anggrek.

  • Tanaman Biofarmaka/Tanaman Obat

Jenis tanaman yang bermanfaat untuk mencegah maupun mengobati penyakit. Tanaman obat terdiri dari dua jenis yaitu tanaman biofarmaka rimpang dan biofarmaka non-rimpang. 

Biofarmaka rimpang merupakan tanaman yang bermanfaat untuk obat, kosmetik, dan untuk Kesehatan lainnya. Bagian tanaman yang digunakan yaitu umbinya. 

Sedangkan biofarmaka non-rimpang yaitu tanaman yang bermanfaat untuk obat, kosmetik dan untuk kesehatan lainnya bagian tanaman yang digunakan yaitu daun, batang, bunga, akarnya.

Manfaat Pertanian Hortikultura

Budidaya tanaman modern seperti tanaman hortikultura memiliki banyak manfaat. Lalu, apa manfaat dari tanaman hortikultura? Berikut ini adalah fungsi-fungsi serta manfaat pentingnya bagi kehidupan.

1. Penyedia pangan

Budidaya hortikultura menghasilkan berbagai produk sayuran dan buah-buahan yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan membutuhkan sayur dan buah untuk konsumsi sehari-hari.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa metode pertanian modern ini bermanfaat dalam rangka mengadakan penyediaan pangan. 

2. Menunjang perekonomian. 

Hortikultura menghasilkan beragam tanaman dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Peluang pasar tersebut membuat para petani dapat menjual hasil cocok tanam mereka ke target konsumen yang luas.

Berkat penjualan tersebut, petani memperoleh penghasilan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Ini juga bisa dilakukan dalam skala rumah tangga. Anda bisa berbisnis menjual hasil tanam kecil-kecilan untuk memperoleh pendapatan tambahan.

3. Fungsi Kesehatan

Komoditas hortikultura berupa tanaman obat (biofarmaka) dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Obat-obatan herbal dinilai memiliki efek samping minimal dan aman dikonsumsi.

Misalnya mengobati batuk dengan kencur, jahe mampu menghangatkan tubuh, daun jambu biji mengatasi diare, dan sebagainya. Selain itu, kandungan vitamin, mineral dalam sayur dan buah juga membuat kita semakin sehat.

4. Fungsi social budaya

Salah satu jenis tumbuhan yang dibudidayakan melalui hortikultura yaitu flora atau bunga. Tumbuhan ini memuat fungsi sosial serta budaya yang dapat diaplikasikan melalui penanaman di taman-taman terbuka hijau.

Rekomendasi Pupuk PKT

Tanaman hortikultura membutuhkan perawatan agar bisa tumbuh dan mendapatkan hasil panen yang baik. Contoh perawatan yang harus dilakukan untuk tanaman hortikultura adalah dengan pemberian pupuk yang tepat.

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), sebagai salah satu penghasil pupuk terbesar di Indonesia juga menyediakan berbagai jenis pupuk non subsidi untuk petani pangan, hortikultura dan perkebunan. Nah, pupuk yang cocok untuk hortikultura adalah salah satunya adalah NPK Pelangi Pro dengan komposisi 16-16-16. 

“Sudah banyak petani hortikultura di Kaltim, salah satunya di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara yang merasakan sendiri keberhasilan usaha taninya dengan menggunakan produk NPK Pelangi 16-16-16,” katanya.

Petani-petani di Muara Badak menggunakan pupuk NPK Pelangi untuk jenis tanaman tomat, semangka, melon, terong, cabai dan lain-lain. Dengan rencana pindahnya ibukota ke Kalimantan Timur, diperkirakan pertanian hortikultura akan semakin meningkat di provinsi, otomatis kebutuhan pupuk juga meningkat.

Latest Article