Cara menanam jagung hibrida. Foto: mesinpertanian.id

Kenalan dengan Jagung Hibrida Yuk

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan yang dapat dibudidayakan di wilayah tropis maupun subtropis dengan berbagai variasi area, baik dataran rendah sampai dataran tinggi.

Tak heran, hampir di setiap belahan dunia ditemukan budidaya jagung dari mulai lahan kering sampai basah. Penggemar jagung pun tak kalah dengan produk pangan lain, seperti gandum dan beras.

Di Indonesia, kini beragam olahan makanan berbahan jagung yang konon asal muasalnya dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan ini juga tak kalah beragam dengan cita rasa nan menggugah selera.

Lalu ada jenis jagung yang kini paling populer dan digemari masyarakat yaitu jagung hibrida. Jagung hibrida juga termasuk laku keras di pasaran, kenapa demikian? Karena jagung hibrida memiliki lebih banyak biji dan rasanya pun diterima karena dominan manis.

Jagung hibrida merupakan jenis jagung keturunan langsung (F1) hasil dari persilangan 2 galur atau lebih yang sifat-sifat individunya Heterozigot dan Homogen serta memiliki sifat-sifat unggul dari masing-masing varietasnya.

Jenis varietas jagung hibrida, memang diminati mayoritas masyarakat Indonesia. Produksinya pun yang sangat tinggi mencapai 8-12 ton per hektare.  Namun, varietas jagung hibrida memiliki kekurangan, karena tidak bisa ditanam kembali atau tidak bisa dijadikan benih sebagaimana umumnya jagung lainnya.

Cara Mengembangkan Jagung Hibrida

Sebelum menanam jagung di kebun atau ladang, tentunya kita harus terlebih dahulu melakukan sejumlah langkah agar menghasilkan panen yang berkualitas dan berlimpah.

Diawali dengan memilih benih jagung, mari memilih benih yang berkualitas dengan jaminan daya tumbuhnya mulai dari 90 persen. Dengan memilih bibit berkualitas erat kaitannya menghasilkan komoditas yang bagus pula.

Mengutip pertanian.go.id, penting bagi kita memilih varietas unggul yang biasanya bersertifikat dan indukan yang bagus. Memiliki daya tahan yang bagus terhadap hama maupun penyakit, ini nantinya akan nampak kualitasnya secara permukaan. Selanjutnya, mampu memiliki tingkat keragaman tanaman yang tinggi, hal ini akan terlihat nanti saat benih sudah mulai semai. 

Setelah berhasil mendapatkan benih yang bagus, meskipun jagung dapat tumbuh dimanapun dalam kondisi lahan kering atau basah namun untuk mendapatkan hasil panen yang optimal sepatutnya kita juga memerhatikan syarat tumbuh tanaman jagung:

Iklim

Beriklim subtropis atau tropis dan di daerah terletak antara 0-500 LU hingga 0-400 LS. Curah hujan ideal adalah 85-200 mm/bulan dan harus merata. Suhu optimum yang baik adalah 21-34 C, mendapatkan intensitas cahaya matahari langsung, minimal 8 jam per hari.

Tanaman jagung tidak ternaungi, agar pertumbuhan tidak terhambat atau merusak biji bahkan tidak membentuk buah.

Media Tanah

Memiliki tekstur tanah yang gembur (lakukan proses pembajakan agar tekstur tanah gembur). Mengandung cukup kandungan unsur hara. pH tanah 5,5-7,5 (apabila pH tanah asam atau < 5,5 sebaiknya taburkan dolomit/kapur pertanian).

Jenis tanah yang dapat ditoleran ditanami jagung adalah andosol, latosol dengan syarat pH harus memadai untuk ditanami. Kemudian memiliki ketersediaan air yang cukup dan kemiringan tanah kurang dari 8%.

Ketinggian

Memiliki Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl (di atas permukaan laut). Untuk jarak ideal tanaman jagung dalam Satu Baris

Pengolahan lahan untuk budidaya bisa lakukan dengan melakukan pembajakan lahan budidaya, untuk pengolahan lahan budidaya supaya dapat meningkatkan kualitas tanah

Setelah itu lakukan proses olah tanah saat 5 hari sebelum tanam, dengan cara dibajak atau menggunakan traktor dengan kedalaman 20-30 cm, yang bertujuan untuk membalik dan membuat struktur tanah agar menjadi gembur menambah oksigen dalam tanah memudahkan perakaran tanaman masuk ke dalam tanah dan menyerap unsur hara serta memperbaiki tanah.

Dilanjutkan dengan membuat bedengan untuk menanam jagung, dalam proses pembuatan bedengan idealnya tinggi bedengan sekitar 20 cm. Kemudian pembuatan drainase  keliling, yang mengelilingi bedengan dan pembuatan saluran drainase untuk sirkulasi air pada tanaman jagung.

Dengan lebar bedengan sekitar 100 centimeter dan jarak antar bedengan 50 cm maka jarak didalam barisnya adalah 20-25 cm, sehingga jarak tanam jagung, baik menggunakan bedengan ataupun yang tidak mengunakan bedengan adalah 75cm x 25cm atau 75cm x 20cm. Benih siap ditinggal alias ditaman dengan melubangi bedengan sekitar 10 cm dengan jarak seperti dijelaskan sebelumnya.

Rekomendasi Pupuk untuk Jagung Hibrida

Kesuksesan budidaya tanamannya tentunya sangat bergantung dengan kesuburan lahan dan benih yang berkualitas, namun pupuk juga menjadi kunci penting dari hasil budidaya yang optimal dalam setiap usaha pertanian maupun perkebunan.

Dalam memenuhi kebutuhan tanah dan tanaman tiga unsur penting harus dipenuhi pupuk agar dapat mengoptimalkan pertumbuhan jagung hibrida, dimana pupuk wajib mengandung nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang seimbang.

Defisiensi unsur-unsur hara menurut laman media.neliti.com sering terjadi di dalam tanah, sehingga memerlukan tambahan pupuk yang jumlahnya sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan pengelolaan tanaman. Tanaman jagung membutuhkan N, terutama untuk pertumbuhan vegetatif, proses fotosintesis, dan pembentukan protein. Pemberian pupuk N meningkatkan ukuran tongkol, bobot biji, nisbah bobot biji-tongkol, indeks panen, dan hasil biji.

Unsur P dibutuhkan untuk menyimpan dan mentransfer energi hasil fotosintesis dalam proses pertumbuhan dan produksi. Pemupukan P meningkatkan volume akar, sehingga dapat menyerap hara lebih baik dan mempercepat pemasakan biji pada jagung.

Kalium (K) berperan dalam membentuk karbohidrat dan kadar lemak, mengatur pembukaan dan penutupan stomata, sehingga tanaman lebih tahan kering, lebih tahan terhadap hama dan penyakit, dan tidak mudah

rebah.

Salah satu produsen pupuk plat merah Indonesia, PT Pupuk Kaltim telah membuktikan bahwa produk NPK Pelangi komposisi 16-16-16 telah menjadi andalan petani dalam mendukung budidaya tanaman pangan dan hortikultura. Bahkan, pupuk NPK Pelangi juga tepat digunakan dalam mendukung pertumbuhan tanaman hias.

Karena pemberian pupuk secara lengkap (NPK) memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan tanpa pemberian salah satu hara N, P, atau K. Keseimbangan kombinasi pupuk N, P, dan K mempengaruhi efisiensi penggunaan hara. Dimana pemupukan N atau K yang berlebih pada tanaman jagung menyebabkan pertumbuhan vegetatif lebih dominan dibandingkan generatif, sehingga mengakibatkan penurunan hasil jagung.