maisa-petani

Kenalan dengan Maisa Petani Yuk, Kakak Sheryl Sheinafia yang Aktif di Bidang Agribisnis

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk mewujudkan cita-cita. Seperti yang dilakukan Valmaisa Jazira Tjokro (26) atau yang akrab disapa Maisa, kakak kandung penyayi Sheryl Sheinafia.

Maisa merupakan penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus. Anak ke-4 dari 5 bersaudara itu didiagnosa mengidap autisme saat berusia 1,5 tahun. Berkat dukungan luar biasa dari pihak keluarga, terutama Sang Ibu, Maisa kini aktif di bidang agribisnis

Awal Mula Terjun di Bidang Agribisnis

Memiliki Anak yang berbeda tidak membuat Ibunda Maisa, Irta C. Tjokro lantas berkecil hati. Ia menganggap Maisa adalah titipan Tuhan yang harus Ia jaga sebaik mungkin. Karena itu Ia berupaya memberikan dukungan agar Maisa memiliki keterampilan sebagai bekal hidup mandiri.

Irta berusaha membekali Maisa dengan berbagai keterampilan, mulai dari seni lukis hingga seni musik. Namun Irta menilai keterampilan seperti itu hanya cocok dijadikan hobi bukan bekal untuk mandiri.

Dikutip dari wawancara dengan Metro TV, Irta menceritakan, pada 2017, akhirnya ia mengajak Maisa belajar bercocok tanam dengan sistem hidroponik, akuaponik, dan konvensional di rumah. Ternyata Maisa menyukai kegiatan tersebut.

“Saya harus belajar dulu apa yang akan saya transfer kepada Maisa. Lalu saya cari tahu, lihat-lihat di Youtube, kok kayaknya menarik, saya mencoba dari hal yang paling simple. Mulai dari menanam kangkung dan bayam,” papar Irta.

Ia juga kemudian mempelajari metode hidroponik dan akuaponik. Saat itu Irta merasa mulai mendapat dukungan luar biasa dari banyak pihak, hasil panennya kerap dibeli oleh orang tua teman-teman sekolah Maisa, saudara, dan juga teman-temannya.

Melihat banyaknya dukungan dari orang sekitar dan ketertarikan Maisa terhadap aktivitas bercocok tanam, pada 2020, Irta mengembangkan lahan seluas 2.000 meter persegi di wilayah Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta untuk dijadikan kebun yang diberi nama Kebun Maisa Petani. 

Selain bentuk dukungan untuk mengembangkan keterampilan bercocok tanam Maisa. Irta juga menyebut kebun tersebut sebagai aset masa depan Maisa untuk bisa hidup mandiri.

Kebun Maisa Petani mendapat apresiasi dari Pemda DKI Jakarta karena telah mendukung instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2018 tentang Urban Farming Dalam Rangka Ketahanan Pangan. Kebun Maisa Petani mendapat kesempatan bekerja sama dengan Pemda setempat untuk membantu program penyuluhan menanam cabai.

Irta berpesan kepada para orang tua yang mendapat titipan buah hati berkebutuhan khusus seperti dirinya, jangan pernah bersedih ataupun menyerah. Terus berikan dukungan terbaik agar anak mampu hidup mandiri di tengah masyarakat.

“Jangan menyerah, tetap fokus pada anak, dia akan tumbuh dewasa dan kita harus membekali dia dengan kemandirian, itu paling utama,” tandas Irta.

Aktivitas Berkebun Maisa

Maisa cukup telaten merawat kebunnya. Melalui akun Instagram @maisapetani, Sang Ibu kerap membagikan foto dan video aktivitas Maisa di kebun. Seperti saat menyemai benih, pindah tanam, penyiraman, hingga panen. Tentu aktivitas panen paling banyak dibagikan karena Maisa terlihat antusias saat memanen hasil kebunnya.

Dalam salah satu postingannya nampak Maisa memanen buah nanas yang ia tanam satu tahun lalu. Maisa mencoba menanamnya di dalam pot. Menurutnya tanaman nanas tidak butuh perawatan yang sulit. Cukup disiram dua kali sehari. Setahun kemudian Maisa bisa memanen nanas madu dengan rasa yang sangat manis. 

Pada postingan lainnya, Maisa membagikan kebahagiaannya saat memanen jagung manis golden. Tanaman jagung tersebut mulai ditanam oleh Maisa pada bulan Februari 2021. Pada bulan Juni Maisa sudah bisa menikmati hasilnya.

Selain aktivitas berkebun, Maisa juga sering membagikan kegiatannya mengolah hasil panen, seperti saat Maisa mengolah daun cincau rambat menjadi es cincau yang segar. “Jenis daun cincau ini bisa menghasilkan jel cincau yang sangat bagus dan halus. Aromanya beda dengan cincau biasa, tidak berbau langu dan cepat menggumpal,” tulis @maisapetani.

Ibunda Maisa melihat putrinya begitu mencintai aktivitas berkebun yang disebutnya sebagai bekerja. Ia yakin saat ini Maisa sudah menemukan passion-nya. “Saya melihat Maisa lebih happy, lebih tahu apa yang dia kerjakan, lebih bersemangat setiap pagi. Kalau ke sini (kebun) tuh dia bilangnya kerja. Dia gak mau ada hari libur. Saya merasa dia benar-benar mencintai pekerjaannya di sini,” ujar Irta dikutip dari kanal Youtube Kisah Tanpa Batas.

Jenis Tanaman yang Ada di kebun Maisa

Di kebunnya, Maisa menanam berbagai jenis sayuran dengan metode hidroponik,  akuaponik, dan konvensional. Ketelatenan Maisa dalam bercocok tanam mulai dari proses pembibitan hingga pemeliharaan membuat tanaman-tanaman di kebunnya tumbuh dengan subur.

Beberapa jenis tanaman yang Maisa budidayakan di antaranya selada keriting hijau, selada keriting merah, daun ginseng, okra, kangkung, dan kailan.

Ada pula oyong, jagung manis rainbow, dan jagung manis golden, terong ungu, kacang panjang, bayam merah, bayam batik, bayam hijau, juga buah nanas.

Ada satu hal yang unik dari Kebun Maisa Petani, Ia juga menjual hasil panennya dalam bentuk buket sayur (vegetable bouquet). Beragam jenis sayuran dibentuk layaknya buket bunga yang cantik. Ini bisa jadi hadiah menarik dan juga sehat tentunya untuk orang tersayang.

Selain sayuran, Kebun Maisa Petani juga menyediakan beragam ikan seperti lele, nila, dan gurame yang dibudidayakan di kolam sistem akuaponik. Ikan-ikan tersebut dijual dalam kondisi segar dan tidak bau tanah karena Maisa selalu memastikan kebersihan kolamnya.

Semua hasil panen di Kebun Maisa Petani dapat dipesan melalui kontak WhatsApp yang tertera di akun Instagram @maisapetani. Setiap pesanan yang diterima membuat Maisa bersemangat dan tetap produktif di masa pandemi.

Ibunda Maisa berharap apa yang ia dan putrinya lakukan dapat menjadi inspirasi bagi orang tua dengan anak berkebutuhan khusus lainnya. Agribisnis dapat menjadi peluang yang cukup menjanjikan dan bisa dikembangkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus. Seperti tagline Kebun Maisa Petani, “Kalau Maisa Bisa, Kamu Pasti Bisa!” (*)