Ketakutan Tanaman Kesayangan Mati Itu Wajar, Begini Cara Mengatasinya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Drama matinya monstera mini sempat dialami Selly, seseorang yang sedang hobi bercocok tanam di rumah. Selly merasakan kesedihan dan penyesalan mendalam akibat bunga kesayangannya mati. Meskipun, ia merasa sudah merawat tanaman dengan baik bahkan penuh kasih sayang. Hanya saja, kemungkinan tanaman kesayangan layu bahkan mati tentu kadang tidak bisa dihindari, kan?

Apalagi, sebagai pemula dalam bercocok tanam kadang kita tidak selalu tepat melakukan perawatan. Mengenal dan mengetahui kebutuhan tanaman baik dari segi media tanam, air, paparan sinar matahari dan pupuk penting untuk kita pelajari agar tanaman kesayangan tidak layu atau mati.

Berangkat dari kisah Selly, agar tidak mengalami kesedihan yang sama, berikut rekomendasi tanaman hias yang cocok untuk pemula, karena perawatannya pun tidak sulit dan manfaatnya juga lebih dari sekadar tanaman hias.

1. Sansevieria 

Tanaman ini lebih dikenal dengan sebutan lidah mertua. Dominan warna hijau dengan motif putih atau kekuningan disukai karena bukan hanya mudah merawatnya karena tidak memerlukan banyak paparan matahari sehingga cocok untuk ditanam dalam ruangan atau indoor.

Sansevieria juga dikenal sebagai salah satu tanaman yang berperan dalam menghisap polutan sehingga dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan.

2. Aglaonema

Banyak penggemar tanaman ini sehingga harganya sangat fantastis meskipun biasanya motif yang paling langka termahal.

Di tengah pandemi COVID-19 tanaman aglaonema paling banyak dikembangbiakan. Tanaman ini juga sangat cocok untuk diletakan dalam ruangan karena memang tumbuhnya lebih baik ketika tidak terkena matahari langsung.

3. Monstera

Salah satu jenis tanaman yang paling banyak peminatnya. Daunnya yang unik, bolong-bolong atau robek-robek menjadi daya tarik sendiri. Tanaman yang sangat cocok diletakkan di ruangan lembab juga bisa tumbuh menjalar sampai puluhan meter panjangnya.

4.Kaktus

Perawatannya yang mudah dan beragam bentuk unik menjadikan tanaman kaktus digemari. Karena kaktus tidak hanya bisa beradaptasi dalam ruangan tetapi, kaktus juga tidak perlu sering-sering disiram, so simple kan!.

5.Lili Paris

Tanaman jenis semak ini memiliki daun yang kecil-kecil memanjang dengan panduan warna hijau dan putih di bagian tengah.

Mudah dirawat dan bisa tumbuh dimana saja. Cukup dengan memenuhi kebutuhan air seperlunya tanaman ini akan bertumbuh baik.

6. Sirih Gading

Hampir semua kedai dan kafe kekinian meletakkan tanaman sirih gading di pojok-pojok atau dibiarkan bergelantungan di bagian depan bangunan.

Tanaman yang juga disebut Pothos ini bisa tumbuh di media tanah maupun air. Daunnya yang mirip sirih tetapi bercorak kuning memanjakan mata saat memandangnya.

7.Lidah Buaya

Selain memiliki penampilan yang unik karena bentuk daun runcing dan berduri. Tanaman ini sangat mudah dirawat, manfaatnya pun sudah jadi rahasia umum sangat banyak. 

Aloe Vera tak sekedar jadi tanaman hiasan belaka, tetapi juga dapat digunakan untuk masker rambut, wajah, mengobati luka bakar bahkan bisa diolah jadi makanan sehat juga.

Perawatan yang Salah  

Lalu apa yang menyebabkan, tanaman mudah dirawat dan telah dirawat dengan baik tetapi masih mati?

Berintani.id merangkum paling tidak ada lima kesalahan dalam perawatan tanaman, berikut penjelasannya.

1. Pemberian Air yang Tidak Sesuai

Kebutuhan air setiap tanaman tentu berbeda dan sebagai pemula kita mesti memelajari tanaman apa saja yang kita punya. Misalnya, tanamanan kaktus dan sukulen merupakan jenis tanaman yang tak boleh sering-sering disiram sedangkan beragam jenis monstera butuh lebih banyak air sehingga penyiraman pagi dan sore bisa diterapkan.

Jadi, dalam menunjang hobi kita bercocok tanam mengenali kebutuhan air tanaman menjadi salah satu kunci menghindari dampak buruk akibat kekurangan dan kelebihan air.

2. Drainase Pot yang Buruk

Drainase atau saluran air di dalam pot juga sangat penting dalam menjaga tanaman tetap tumbuh dengan subur, karena jika air tergenang bisa menyebabkan pembusukan akan tanaman. Pencinta tanaman, hendaknya benar-benar memerhatikan kondisi pot dengan memastikan lobang pembuangan air tersedia dengan cukup dan sering membersihkan bagian bawah pot.

3. Kelebihan Sinar Matahari

Meskipun tanaman membutuhkan sinar matahari, tetapi jika berlebih daun tanaman juga mudah layu. Karena itu, sebaiknya kita meletakkan tanaman di lokasi-lokasi yang tetap ada paparan matahari tetapi tidak terkena langsung secara terus menerus. Akibat kelebihan sinar matahari, biasanya tanaman kesayangan kita tampak mudah layu dan kering.

4. Tanaman Stres karena Sering Dipindahkan

Agar bisa tumbuh optimal, tanaman juga membutuhkan suasana yang baik karenanya disarankan kita tidak sering memindahkan tanaman terutama tanaman indoor. Mengapa demikian, layaknya tumbuhan dan makhluk hidup lainnya, tamanan kesayangan kita juga akan merasa stres jika terus menerus dipindahkan meskipun dalam kamar karena tumbuhan juga butuh adaptasi terhadap letak dan ruangan.

5. Tidak Memberi Pupuk

Tanaman cepat layu bahkan mati, padahal sudah melakukan empat langkah di atas. Ayo, ingat apa yang belum kita lakukan memenuhi kebutuhan nutrisi tanah dan tanaman? iya pupuk berperan penting dalam mendorong pertumbuhan tanaman.

Gunakan Pupuk yang Tepat

Pupuk organik biasanya membutuhkan waktu yang tidak sebentar pembuatannya, tetapi bisa dihasilkan dari pengolahan sisa bahan makanan dan kotoran hewan ternak.

Namun, untuk memudahkan kita mengaplikasikan pupuk di tanaman kini banyak dijual pupuk komersial di pasar dan kios-kios resmi bahkan juga marak ditawarkan di platform pasar digital. Salah satunya, pupuk NPK Pelangi komposisi 16-16-16 produk PT Pupuk Kaltim yang paling banyak dicari petani.

Produk keluaran PT Pupuk Kaltim jenis ini merupakan jenis pupuk majemuk yang dapat diterapkan dalam berbagai tanaman hortikultura termasuk tanaman hias di rumah. Karenanya, walaupun kita pemula bercocok tanam tetapi pengaplikasian pupuk yang tepat akan menghasilkan tanaman yang subur. 

Sesuai namanya, unsur hara pada NPK Pelangi terdiri dari Nitrogen (N) yang diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman seperti daun, batang dan akar. Lalu Fosfor (P) untuk merangsang pertumbuhan akar khususnya pada tanaman muda, serta mempercepat pembungaan dan pemasaran buah, biji atau gabah. Sedangkan Kalium (K) yang bermanfaat untuk memperkuat tubuh tanaman, seperti daun, bunga dan buah agar tidak mudah gugur, serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, serangan hama dan penyakit serta membuat batang tanaman lebih kokoh sehingga tidak mudah roboh.

Cara menerapkannya di tanaman pun tidak sulit, setengah sendok teh pupuk NPK Pelangi 16-16-16 dimasukkan dalam tanah secara merata lalu ditutup kembali. Selanjutnya, kita tunggu tanaman kesayangan kita akan semakin kita sayangi karena tumbuh dengan subur menambah sejuk dan alaminya rumah kita. (*)