Kisah Inspiratif Pria Tidak Lulus SD, Kini jadi Petani Sukses

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pendidikan seringkali menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang dalam meraih cita-cita dan mendapatkan peluang di berbagai bidang mulai dari jenjang karir yang baik, terbukanya usaha dan lainnya. Orang- orang yang tidak mendapatkan atau memiliki jenjang pendidikan yang baik seringkali di kait-kaitkan dengan orang yang tidak dapat mengecap kesuksesan. Dan masih banyak lagi stigma negatif terhadap orang-orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi.

Namun stigma ini dipatahkan oleh Landi yang berprofesi sebagai petani Lidah Buaya sukses. Landi hanya mendapatkan pendidikan hingga kelas 5 SD, berlatar belakang keluarga yang juga tidak memiliki jenjang pendidikan tinggi seperti sang ayah yang juga tidak menamatkan SD nya. Landi sebelum bekerja sebagai petani lidah buaya sempat menjadi supir metromini yang mana ayah atau ibunya yang menjadi keneknya. 

Berbagai macam usaha yang telah dicoba dan dilakukan oleh Landi, hingga akhirnya ia mencapai titik untuk membudidayakan tanaman lidah buaya. Sebelumnya Landi juga pernah bekerja di bidang swasta tetapi tetap tidak berhasil. Menyadari bahwa ia memulai usaha budidaya lidah buaya ini dari nol karena jenjang pendidikannya hanya sampai kelas 5 SD, Landi terus berusaha dan pantang menyerah, ia selalu berupaya dan belajar untuk dapat menjadikan lahan kosong sebagai usaha yang menghasilkan.

Kini hasil dari jerih payah dan usaha yang terus dilakukannya, Landi telah memiliki lahan seluas 500 meter yang ditanami dengan 500 pohon lidah buaya. Usaha budidaya lidah buaya Landi ini terus berkembang. Sekarang ia bahkan telah melakukan ekspor pelepah tanaman lidah buaya ke Timur Tengah. Landi bisa mengirim total 2 ton pelepah lidah buaya setiap bulannya. Pelepah lidah buaya ini dijadikan sebagai bahan untuk membuat kosmetik. 

Tidak hanya menjual pelepah lidah buaya di luar dan dalam negeri, Landi juga mendirikan home industry tak jauh dari perkebunannya yang memproduksi berbagai olahan lidah buaya. Mulai dari kulit hingga lemnya dimanfaatkan untuk berbagai olahan. Hasil dari home industri ini pun sudah diedarkan hingga seluruh Indonesia. Sungguh panjang perjuangan Landi untuk bisa mencapai titik ini, meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, Landi mampu menunjukkan bahwa ia mampu meraih kesuksesan. Kuncinya adalah pantang menyerah, banyak bertanya pada orang- orang yang lebih tau.

Lidah Buaya

Lidah buaya adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat selama berabad-abad. Selama 4000 tahun lidah buaya telah dikenal dengan khasiatnya karena memiliki berbagai macam kandungan nutrisi pada pelepahnya. Lidah buaya sendiri berasal dari kepulauan Canary di sebelah barat Afrika. Lidah buaya seringkali dikenal sebagai obat dan kosmetika bahkan sejak berabad-abad silam. Lidah buaya banyak dimanfaatkan untuk bahan kosmetika dan pelembab kulit. Ada 3 jenis lidah buaya yang saat ini dibudidayakan secara komersial di seluruh dunia, yaitu Curacao Aloe (Aloe barbadensis Miller), Cape Aloe (Aloe ferox Miller), dan Socotrine Aloe( Perryl baker). Untuk jenis lidah buaya yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah Aloe Chinensis Baker yang berasal dari China, namun bukan merupakan tanaman asli cina. 

Olahan lidah buaya selain menjadi alat kosmetika juga dimanfaatkan oleh beberapa orang diolah untuk menjadi minuman segar, jeli, dodol, kerupuk, dan masih banyak lagi. Berbagai macam nutrisi yang menjadi kandungan lidah buaya adalah Vitamin A, B1, B2, B3, B12, C, E, Choline, Inositol, Folic Acid. Mineral yaitu kalsium, magnesium, potassium, sodium, iron, seng dan chromium. Terdapat juga Enzim dan Asam Amino. 

Beberapa manfaat lidah buaya untuk kesehatan adalah sebagai antimikroba melawan bakteri patogen. Sebagai pembersih tubuh, sebagai penstabil kadar kolesterol darah, sebagai pelindung tubuh karena memiliki kandungan antibiotik. Lidah buaya juga dapat sebagai bahan yang memperlambat penuaan dini dan bahan untuk anti luka bakar.

Latest Article