rekomendasi penggunaan pupuk untuk tanaman

Kualitas Tanaman Masih Kurang Padahal Sudah Pakai Pupuk, Cek Masalahnya Yuk

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Dalam proses merawat dan menumbuhkan beragam macam tanaman, seseorang yang membudidayakan atau merawat tanaman perlu memberikan pupuk kepada tanaman yang dirawatnya. Penggunaan pupuk menjadi salah satu faktor penting, di luar dari memberikan air dan sinar matahari pada tanaman. Namun, kenapa masih ada tanaman yang layu padahal sudah diberi pupuk? 

Dilansir dari beberapa sumber, untuk menanam tanaman sehat yang penuh nutrisi, seseorang yang menanam tanaman perlu memastikan bahwa mereka memiliki tanah yang sehat. Tanpa pupuk, alam berjuang untuk mengisi kembali nutrisi di tanah sehingga inilah menjadi alasan pupuk perlu digunakan.

Tapi yang perlu diingat, pemberian pupuk juga tidak asal-asalan. Ada takaran yang tepat, tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh berlebihan. Selain itu, perlu juga mengetahui jenis dan kandungan pupuk yang tepat untuk berbagai jenis tanaman.

Saat membeli pupuk, ketahui terlebih dahulu bagaimana ciri dari pupuk yang memiliki kualitas bagus.

Jenis Pupuk

Ketika tanaman dipanen, unsur hara penting ikut dikeluarkan dari tanah, karena mereka mengikuti tanaman. Dengan begitu, perlu memperhatikan kembali kandungan-kandungan tanah agar tetap terjaga.

Saat ini ada dua jenis pupuk yang dikenal, yaitu pupuk cair (mineral) dan pupuk padat. Tiga pupuk mineral (cair) yang paling umum adalah yang berbasis nitrogen, fosfor, dan kalium. Bisa menggunakan jenis pupuk yang alami (padat) seperti fosfat alam, pupuk kandang, pupuk hijau, ataupun kompos, serta yang terbuat dari bahan kimia seperti NPK, ZA, dan urea. 

Dalam memilih pupuk yang tepat, sebaiknya mengenali ciri-cirinya, seperti pada pupuk padat berkualitas memiliki ciri-ciri, bau, dan aroma pupuk seperti bau tanah tidak lagi berbau kotoran atau sampah, serta memiliki warna kehitaman. Jika masih hijau atau cokelat, artinya masih belum memiliki kualitas baik.

Pupuk yang baik memiliki suhu yang stabil, apabila kita pegang maka rasanya dingin ditangan. Tes perkecambahan, apabila diletakkan benih diatas pupuk maka akan tumbuh dengan subur. Ciri lainnya adalah memiliki tekstur seperti remah, dimana tidak terlalu keras dan mudah terurai. 

Sedangkan pupuk cair berkualitas baik memiliki ciri-ciri mengandung unsur hara makro Nitrogen, Phospor, dan Kalium (NPK). Ciri lainnya mengandung unsur hara mikro, mengandung hormon atau ZPT dan terdapat kandungan C organik. Ada kalanya tanaman yang sudah diberi pupuk tidak kunjung tumbuh subur, ternyata ada hal yang mempengaruhinya, seperti tidak memerhatikan kesuburan tanah. Kondisi tanah merupakan salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan tanaman.  

Kondisi Tanah

Bagi tanaman, tanah berfungsi sebagai tempat tumbuhnya tanaman, tempat persediaan udara bagi pernafasan akar tanaman dan kehidupan mikroorganisme tempat persediaan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman, baik berupa zat organik maupun anorganik tempat persediaan air untuk melarutkan unsur hara agar bisa diserap tanaman. Tanah yang menunjang kesuburan tanaman adalah tanah yang mengandung zat organik, anorganik, air, dan udara dalam keadaan cukup dan tersedia sesuai dengan pertumbuhan tanaman. 

Zat organik merupakan zat yang terbentuk dari hasil pelapukan atau pembusukan sisa-sisa tanaman dan hewan. Biasanya zat organik terdapat pada lapisan tanah paling atas (top soil) hingga kedalaman lebih dari 15 cm dan berwarna kehitaman.  Sedangkan zat anorganik ialah zat yang berasal dari hancuran bebatuan dan mineral, biasanya tersebar pada lapisan tanah bawah pada kedalaman lebih dari 15 cm. Tanah dikatakan subur apabila mengandung bahan-bahan tersebut dengan komposisi 45% bahan organik, 5% zat anorganik, 25% air dan 25% udara.

Selain dipengaruhi oleh kandungan unsur dalam tanah, pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi oleh struktur tanah atau gumpalan partikel-partikel penyusun tanah. Tanah gembur, merupakan jenis tanah yang paling baik bagi tanaman karena memiliki rongga-rongga yang cukup untuk menyimpan unsur hara, air dan udara serta sesuai bagi kehidupan mikroorganisme. 

Tanah liat tidak sesuai bagi tanaman karena partikel-partikel tanah terlalu rapat sehingga sirkulasi air dan udara tidak berlangsung lancar dan perakaran tanaman juga sulit menembusnya. Tanah pasir juga kurang baik bagi tanaman karena partikel-partikel tanah terlalu berongga sehingga sulit untuk menyimpan air dan unsur hara.

Penyebaran Pupuk Palsu

Selain faktor tanah, perlu diantisipasi menggunakan pupuk palsu. Dilansir pemberitaan berbagai media massa, akibat menggunakan pupuk palsu, saat panen kali ini petani bukannya untung, malah buntung. Seperti di Tulungagung, Jawa Timur, sejumlah petani gagal panen setelah menggunakan pupuk palsu. Hasil panen mereka menyusut di bawah normal. Gara-gara pupuk palsu, bertani menjadi merugi, modal tanam tidak kembali. Penggunaan pupuk palsu bisa menurunkan hasil panen hingga 50 persen dari potensinya.  

Pada kondisi tertentu, penggunaan pupuk palsu bisa merusak lingkungan. Hal itu tak lepas dari komposisi pupuk palsu yang tidak sesuai standar. Pupuk NPK palsu yang beredar di Blora misalnya, kandungannya sangat jauh di bawah standar. Setelah dilakukan uji lab oleh UGM pada NPK palsu tersebut, kandungan N, P dan K-nya di bawah 1 persen. Padahal pelaku pemalsuan menuliskan kandungan tiga unsur hara pokok dalam NPK mencapai 15 persen. 

Karena itu, para petani disarankan untuk selalu membeli pupuk di kios resmi. Sebab, kios resmi mengambil pupuk dari distributor resmi yang ditunjuk produsen pupuk dan diawasi ketat. Selain itu, perhatikan fisik kemasan pupuk. 

Dalam karung pupuk, tercantum keterangan merk terdaftar, masa edar, alamat produsen, bag code dan logo SNI dengan keterangan berat. Di kemasan pupuk asli, seluruh ciri itu tercetak dengan rapi.  Biasanya pupuk palsu tidak rapi di beberapa bagian. Sablonan juga tidak sebagus pupuk asli.  Upaya lain adalah memperhatikan dalam kemasan pupuk subsidi, terdapat tulisan tegas “Pupuk Bersubsidi Pemerintah, Barang dalam Pengawasan”. 

Bahkan, dalam kemasan pupuk asli, tercantum dengan jelas kandungan pupuk. Diantaranya 46% nitrogen untuk produk urea, 15-15-15 untuk NPK Phonska, 36% fosfat, dan 5% sulfur untuk SP36. Selanjutnya, perhatikan ciri fisik pupuk. Untuk urea bersubsidi, ciri-cirinya adalah berbentuk prill atau granul (butirannya lebih besar), berwarna pink, NPK Phonska berwarna pink kecoklatan, dan SP36 warnanya abu-abu.

Dengan keunggulan yang luar biasa, Pupuk Kaltim (anak usaha Pupuk Indonesia) menawarkan produk pupuk NPK yang sangat menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan para petani. Sejak akhir tahun 2002 PKT telah mengembangkan pupuk majemuk NPK Pelangi, yaitu jenis pupuk yang mengandung unsur hara makro Nitrogen, Phospor dan Kalium yang sangat dibutuhkan tanaman. Pengembangannya sejalan dengan program pemerintah yang ingin memasyarakatkan penggunaan pupuk NPK karena terbukti dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Sebagai program sosialisasi NPK Pelangi, PKT bekerja sama dengan pihak swasta di berbagai daerah dalam melakukan demonstration plot (demplot), yaitu semacam lahan percontohan di area-area pertanian. Hasil demplot yang telah dilaksanakan menunjukan bahwa NPK Pelangi dapat meningkatkan produktivitas pertanian hingga rata-rata 30% per hektar. (*)