Cara buat pupuk dari limbah sayuran

Limbah Sayuran Sisa Bisa Jadi Pupuk Bagus, Ini Cara Mudah Membuatnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Mayoritas rumah tangga di Indonesia memproduksi sampah sayuran setiap hari, sampah berasal dari sisa memasak atau sisa makanan yang tak habis dikonsumsi. Biasanya, sisa sayuran langsung dibuang, dimasukan dalam tong sampah bersama jenis sampah lainnya.

Kekinian, ayo jangan buang limbah sayuran tetapi mari diolah menjadi pupuk. Pupuk tentunya sangat berguna untuk merawat beragam tanaman, dimana kini bercocok tanam jadi passion atau gaya hidup baru bagi masyarakat perkotaan.

Sisa sayuran, dan sisa makanan lainnya bisa jadi pilihan untuk diproses jadi pupuk kompos. Pupuk alami yang cocok juga digunakan untuk memberikan nutrisi pada tanaman di pekarangan rumah kita. Berintani menghimpun dari berbagai sumber mari kita pelajari bagaimana cara membuat pupuk organik berbahan limbah sayuran.

Cara Membuat Pupuk dari Limbah Sayuran   

Proses pembuatan pupuk organik berbahan sayuran tentu cukup mudah dipraktekan di rumah. Meskipun tidak semudah tinggal membeli pupuk buatan, seperti NPK Pelangi produk PT Pupuk Kaltim tetapi apa salahnya kita memanfaatkan sampah atau sisa bahan makanan dan makanan di kediaman kita.

Bahan yang kita butuhkan untuk sampah tentu merupakan produk yang setiap hari kita gunakan, bisa berupa bahan padat maupun cair. Hasil pupuknya pun, nanti bisa berupa pupuk padat atau pupuk cair, yang dapat diaplikasikan langsung ketanaman setelah proses pembuatan pupuk selesai.

Berikut ini cara memanfaatkan limbah sayuran atau sampah dapur untuk dijadikan sebagai pupuk organik cair melansir dari kompas.com. Untuk proses pembuatan pupuk organik cair, kita cukup mengumpulkan limbah sayuran atau sampah dapur yang tak terpakai, seperti sawi, daun ubi, kacang panjang, tongkol jagung, ampas kelapa, kulit bawang, kulit pisang, potongan keladi dan masih banyak lagi.

Bahan-bahan yang disebutkan di atas biasanya menjadi sampah dapur yang kadang tidak dimanfaatkan. Bahan-bahan untuk membuat pupuk cair organik tambahkan Em 4, gula pasir sebanyak setengah gelas plastik air minum kemasan (bisa diganti molase ataupun gula merah) atau air cucian beras (kalau ada bisa menggunakan mol air cucian beras) sekitar 12 liter dalam wadah.

1. Hal pertama yang perlu kita lakukan dalam proses membuat pupuk cair dari limbah sayuran atau sampah dapur adalah mencacah semua sampah dapur yang kamu kumpulkan. Jadi, cacah semua sampah dapur menjadi lebih kecil, agar nantinya menjadi lebih cepat dalam proses fermentasi.   

2. Setelah semua bahan sampah dapur dicacah sampai kecil, masukkan ke dalam wadah yang berisi air cucian beras.

3. Selanjutnya tambahkan Em 4 sebanyak 3 tutup botol ke dalam air cucian beras yang tercampur sampah dapur. 

4. Masukkan juga gula, lalu kamu aduk-aduk agar gulanya mencair. Gula memiliki peranan sebagai makanan dari bakteri yang terkandung di dalam Em 4, sehingga akan mempercepat proses fermentasi. 

5. Aduk terus menerus semua bahan agar semuanya tercampur. Setelah selesai, kamu tutup wadah air cucian beras berisi sampah dapur, Em 4, dan gula pasir untuk proses fermentasi.

6. Proses fermentasi campuran air cucian beras yang berisi cacahan sampah dapur, Em 4, dan gula pasir perlu dilakukan minimal dua minggu, sampai aroma di dalam wadah seperti bau tape. 

7. Aduk kembali wadah yang berisi air cucian beras, sampah dapur, Em 4 dan gula pasir minimal 2 hari sekali agar semua bahan betul-betul teraduk dan tercampur merata.

8. Setelah dua minggu, kita bisa membuka wadah. Setelah baunya seperti bau tape, itu berarti air cucian beras, sampah dapur, Em 4, dan gula pasir sudah menjadi pupuk cair. Pupuk cair dari sampah dapur sudah bisa kamu aplikasikan ke tanaman, baik itu melalui cara pengocoran atau penyiraman maupun dengan cara penyemprotan. Kita juga bisa menambahkan pupuk cair organik sampah dapur pada saat melakukan pembuatan pupuk kompos.

Pupuk cair organik dari sampah dapur ini manfaatnya sangat banyak, karena kandungannya hampir lengkap untuk kebutuhan tanaman. Demikian, cara dan proses pembuatan pupuk organik cair berbahan baku limbah sayuran.

Indonesia Penghasil Limbah Makanan Terbesar

Dalam satu kesempatan, Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Dodik Ridho Nurrochmat, menyebut Indonesia merupakan negara pembuang sampah makanan terbesar di dunia. Nyaris 5.000 ton sampah makanan dihasilkan setiap harinya.

“Indonesia sudah memiliki bank sampah dengan jumlah hampir 5.000, tetapi yang masih aktif itu hanya 50%,” ujarnya dalam webinar yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenristek/BRIN, beberapa waktu lalu.

Tingginya, angka produksi sampah masyarakat kita, tambah dia kaena memang masyarakat belum terbiasa menerapkan tiga prilaku terhadap sampah yaitu pakai ulang (reuse), daur ulang (recycle) dan mengurangi atau reduse alias 3R.

Karena itu, IPB menerapkan empat tahapan implementasi ekonomi sirkular, yakni kebijakan, peraturan, implementasi, dan perilaku budaya. “Tahap perilaku budayalah yang paling penting karena perilaku masyarakat Indonesia masih belum memiliki perilaku yang bijak dalam pembuangan sampah,” ujarnya.

Dodik menambahkan, sampah organik menjadi sampah terbanyak yang ada di Indonesia. Ini berdasarkan kajian IPB di 47 titik pengamatan selama 8 hari di tahun 2018.

“Kita sudah memiliki profil timbulan sampah dan ini harus dilakukan sebelum membuat bank sampah sebelum membuat analisis yang lain. Maka analisis timbulan sampah harus dilakukan di satu tempat. Berdasarkan kajian timbulan sampah tersebut, hasil sampah yang paling banyak adalah sampah organik,” katanya dikutip dari alenia.id.