gaya hidup hemat energi dan air

Mana yang Lebih Penting: Kemandirian Ekonomi atau Menjaga Lingkungan Sekitar?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Masalah pemanasan global merupakan isu kompleks yang menjadi tanggung jawab kita semua. Untuk menanganinya, dibutuhkan kerjasama maupun kontribusi dari semua pihak, termasuk juga bisnis dan perusahaan. 

Banyak pebisnis UKM yang berpikir bahwa tindakan dan perubahan yang mereka lakukan untuk turut menjaga lingkungan tidak akan berdampak apa-apa. Ada juga yang berpikir bahwa mengarahkan bisnis untuk lebih eco-friendly akan memakan biaya yang besar. Padahal nyatanya tidak demikian. 

Bisnis yang ramah lingkungan bisa menjadi kunci keberhasilan bisnis. Jika kamu berinvestasi pada peralatan yang dapat diperbarui dan lebih efisien, kamu jadi bisa mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang. Konsumen sekarang ini juga sudah semakin sadar dan peduli terhadap lingkungan. Selain baik bagi lingkungan, turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan juga baik bagi reputasi bisnis Anda. 

Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai pebisnis untuk ikut menjaga lingkungan? Cukup mulai dari hal-hal yang sederhana. Ada banyak langkah-langkah praktis yang bisa kamu lakukan sebagai pebisnis untuk turut melestarikan lingkungan, berikut beberapa di antaranya. 

  1. Manfaatkan barang bekas

Anda dapat memanfaatkan barang bekas seperti kertas bekas untuk packaging. Jika kamu mengganti barang elektronik, barang lama bisa disumbangkan ke sekolah atau badan amal. 

  1. Kurangi penggunaan plastik

Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan plastik adalah dengan mengajak karyawan seluruh karyawan untuk mengurangi penggunaan botol plastik. Cara lain adalah dengan mengganti kantong plastik dengan kantong kertas daur ulang. 

  1. Gunakan lampu LED

Lampu LED menggunakan energi yang lebih sedikit dan tidak mengandung merkuri serta gas beracun lainnya yang terdapat dalam lampu neon atau pijar. Walaupun harganya lebih mahal, tapi kamu bisa menghemat biaya ke depannya karena lampu LED lebih hemat listrik dan tahan lama. 

  1. Pertimbangkan remote working

Saat ini semakin banyak kantor yang memperbolehkan pekerjanya untuk bekerja dari rumah, baik selama beberapa hari dalam seminggu atau full remote untuk beberapa karyawan. Bahkan beberapa perusahaan tidak memiliki gedung kantor sendiri. 

  1. Matikan komputer dan peralatan listrik lainnya

Terapkan peraturan ke seluruh karyawan untuk mencabut kabel charger dan mematikan komputer, printer, lampu, AC dan perangkat elektronik lainnya sebelum pulang. Bagaimana kamu menggunakan fasilitas yang ada sangat berdampak pada lingkungan lho. Jika kamu menggunakan mesin atau peralatan listrik yang sudah lama, pertimbangkan untuk menggantinya dengan produk baru yang lebih efisien dan hemat energi. 

  1. Beli recycle bin

Salah satu alasan orang tidak mau mendaur ulang adalah karena tidak adanya akses yang mudah. Untuk memudahkan karyawanmu, letakkan beberapa recycle bin di kantor. Misalnya di area resepsionis, ruang utama, dan ruang rapat. Ini menunjukkan keseriusanmu untuk mengajak karyawan maupun pengunjung yang datang ke kantormu agar lebih peduli dan bertanggung jawab pada lingkungan. 

  1. Produk yang lebih ramah lingkungan

Pilih packaging yang ramah lingkungan seperti kemasan daur ulang alih-alih menggunakan plastik yang sulit terurai.  Selain itu, kamu juga bisa bekerja sama dengan pemasok barang dan jasa yang menerapkan go-green. Dengan cara ini, kamu juga bisa saling mendukung bisnis lokal lainnya. 

  1. Kurangi penggunaan kertas, beralih ke digital

Berapa banyak kertas yang kamu habiskan dalam sehari hanya untuk membuat coretan, spreadsheet, dan sebagainya? Jika bisnismu masih sangat mengandalkan kertas, coba secara perlahan kurangi penggunaan kertas. Kalau biasanya draf atau memo rapat harus dicetak, coba mulai beralih ke dokumen digital, misalnya menggunakan Google Drive yang mempunyai fitur share.

Program Pemberdayaan Masyarakat dari PKT

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) terus melakukan pemberdayaan masyarakat demi menjalankan kegiatan usaha yang selaras dengan pembangunan berkelanjutan. 

SVP Sekretaris Perusahaan PKT Teguh Ismartono mengatakan upaya tersebut telah dilakukan melalui pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga penciptaan manfaat bersama dengan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.  

“Dengan terus menyeimbangkan kinerja pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, PKT berhasil menciptakan pertumbuhan usaha yang berkualitas hingga mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan lewat prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus dikedepankan,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (14/4/2022).

Teguh menilai pentingnya menyelaraskan bisnis dan operasional perusahaan dengan kondisi sosial dan ekonomi yang sehat di tengah berbagai tantangan. Oleh karena itu, lanjut Teguh, perusahaan secara konsisten mengedukasi masyarakat sekitar agar memadukan kemampuan mendapatkan sumber pendapatan sambil mengelola dan meningkatkan kelestarian alam lingkungan sekitar. 

PKT, sambung Teguh, terus memperkuat komitmen untuk konsisten meningkatkan produktivitas masyarakat maritim di Kota Bontang. Hal ini terwujud dalam berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari pengelolaan dan reduksi limbah, pengelolaan keanekaragaman hayati, hingga pengelolaan emisi. 

Di sisi sosial, lanjut Teguh, berbagai program pendidikan juga telah dilakukan. Dari situ tiga binaan PKT tahun ini telah memasuki program exit strategy setelah dinilai mampu mandiri di berbagai sektor yang dikembangkan selama masa pembinaan 4-5 tahun terakhir.

Berikut ini beberapa usaha binaan PKT yang mampu masuk program exit strategy.

1. Budidaya Tanaman Obat Keluarga oleh Kelompok Makrifah Herbal

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat marjinal terhadap akses pekerjaan dengan cara budidaya TOGA dan produk turunan dari hulu sampai ke hilir dengan legalitas usaha berbentuk CV. Dengan masa pembinaan pada 2017-2021, program ini berkembang di 10 sektor usaha. Pada 2021, program ini telah menjadi pusat edukasi herbal di wilayah Bontang.

2. Inkubator Bisnis Permata Bunda

Dengan masa pembinaan mulai 2016-2021, Ibis menjadi wadah persiapan kemandirian penyandang difabel melalui Sustainable Entrepreneurship Program for Disability (SEP) yang berfokus pada pelatihan, pemagangan, penempatan kerja dan pendampingan wirausaha. Dalam konteks exit strategy, Inbis Permata Bunda berfokus pada replikasi secara masif melalui program ‘Suarakan Karya’ dan ‘I-Youth (Inclusive Youth Hub)’ yang telah dijalankan dalam dua sesi.

3. LPK Suvi Training

Melalui pembinaan PKT pada 2018-2021, LPK Suvi Training kini berperan menjadi lembaga pelatihan bagi masyarakat untuk penguatan pendidikan vokasi di Indonesia. LPK ini menjadi satu-satunya lembaga pelatihan di Bontang dengan kurikulum berstandar industri dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Di masa pandemi COVID-19, LPK Suvi Training tetap produktif dengan jumlah peserta didik antara 300-400 orang dalam satu tahun.

Berdasarkan hasil survei kepuasan lingkungan 2021, program pemberdayaan masyarakat PKT dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga engagement perusahaan dengan stakeholder dengan nilai mencapai 89,62 persen.(Demfarm/Tyo)

Latest Article