cara-menanam-asparagus-di rumah

Manfaat dan Cara Mudah Menanam Asparagus di Rumah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Bagi penggemar olahan asparagus, menemukan hotel atau tempat makan yang menyediakan menu hidangan berbahan dasar asparagus adalah kebahagiaan tersendiri. Sebab, tidak semua tempat makan menyediakan menu olahan berbahan sayuran yang kaya manfaat tersebut.

Seperti pengakuan, Desca, warga Palembang yang sangat menggemari olahan asparagus. “Saya senang bisa menemukan menu sup asparagus di salah satu hotel berbintang ini. Biasanya, saya bersama keluarga makan sup asparagus di sini,” ujar dia, belum lama ini.

Lalu apa sih sebenarnya, asparagus itu, tanaman jenis sayuran ini memiliki bentuk menyerupai batang bambu dan berukuran kecil. Sayuran berwarna hijau dan putih ini dapat dikonsumsi langsung maupun diolah dengan cara ditumis atau dipanggang. Asparagus juga dapat dijadikan sebagai bahan campuran sup.

Melansir alodokter.com, asparagus dikenal sebagai salah satu jenis sayuran yang bergizi. Di mana dalam seporsi atau sekitar 100 gram asparagus, terkandung 20 kalori dan beragam nutrisi, seperti:

8–2 gram serat, 2 gram protein, 8–4 gram karbohidrat, 25 miligram kalsium, 2 miligram zat besi, 200 miligram kalium, 50 miligram fosfor, 0,5 miligram zinc, 1,1 miligram vitamin E, 40 mikrogram vitamin K

Tak hanya beragam nutrisi di atas, asparagus juga mengandung folat, vitamin A, vitamin B, vitamin C, selenium, dan beragam antioksidan, seperti kolin dan flavonoid, dalam kadar yang cukup tinggi.

Berbagai Manfaat Asparagus

Beragam nutrisi yang terkandung di dalam asparagus membuat sayuran ini memiliki berbagai manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Di antaranya: 

1. Mencegah penyakit kronis

Asparagus mengandung antioksidan, seperti vitamin C, flavonoid, dan polifenol. Berkat kandungan antioksidan tersebut, asparagus bermanfaat untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.

Paparan radikal bebas yang tinggi diketahui dapat memicu kerusakan sel tubuh dan meningkatkan risiko terjadinya beberapa penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes.

2. Melancarkan saluran pencernaan

Asparagus memiliki kandungan serat yang cukup tinggi dan dikenal baik untuk melancarkan saluran pencernaan. Dengan rutin mengonsumsi makanan berserat, seperti asparagus, kita dapat terhindar dari risiko sembelit.

3. Menjaga kesehatan janin

Asparagus juga mengandung nutrisi yang penting bagi kesehatan ibu hamil dan janin, seperti folat, protein, serta aneka vitamin dan mineral.

4. Mencegah pertumbuhan sel kanker

Antioksidan merupakan zat yang dapat mencegah kerusakan sel dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Oleh karena itu, kandungan antioksidan dalam asparagus baik untuk mencegah pertumbuhan sel kanker. Meski demikian, manfaat asparagus yang satu ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

4. Menjaga tekanan darah tetap stabil

Asparagus mengandung asam amino asparagin yang berperan sebagai diuretik alami. Zat ini dapat merangsang tubuh untuk menghilangkan kelebihan garam, air, dan zat beracun melalui urine. Berkurangnya kadar garam dalam tubuh, dapat menjaga tekanan darah tetap stabil.

6. Mengontrol gula darah

Asparagus merupakan salah satu makanan dengan indeks glikemik rendah. Ini artinya, asparagus tidak akan membuat gula darah naik secara drastis.

Tak hanya itu, asparagus juga kaya akan karbohidrat kompleks, antioksidan, dan serat. Kandungan tersebut dikenal baik untuk mencegah peningkatan kadar gula darah dan menjaga gula darah tetap stabil.

7. Menjaga berat badan

Asparagus merupakan sayuran yang rendah kalori, sehingga bermanfaat untuk mencegah peningkatan berat badan. Jika sedang berupaya untuk mengurangi berat badan atau diet, tidak ada salahnya untuk menambah asparagus dalam pilihan menu makan.

Selain beragam manfaat di atas, asparagus juga berperan dalam proses pembekuan darah saat terjadi luka dan meningkatkan kekuatan tulang. Hal ini berkat kandungan kalsium dan vitamin K yang cukup tinggi pada asparagus.

Asparagus merupakan salah satu jenis makanan yang baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, sebagian orang mungkin memiliki alergi terhadap sayuran ini. Meski demikian, kasus alergi terhadap asparagus tergolong jarang terjadi.

Cara Menanam Asparagus di Rumah

Menanam asparagus di pekarangan rumah tentu menjadi solusi bagi kita yang menggemari olahan makanan asparagus dengan harga terjangkau. Karena dengan membudidayakan sendiri banyak kemudahan dan manfaat bisa kita peroleh. Harga lebih murah dan hasil tanaman juga lebih sehat dan segar karena tinggal dibudayakan dan memetik di halaman rumah.

Berikut langkah-langkah yang mesti kita siapkan sebelum bercocok tanam asparagus;

Sebelum ditanami asparagus, tentunya kita harus mempersiapkan lahannya terlebih dahulu. Sebuah lahan tanam yang baik haruslah memenuhi beberapa kriteria. Adapun kriteria lahan baik adalah sebagai berikut :

1. Terpapar sinar matahari minimal 8 jam sehari

2. Dekat dengan sumber air untuk penyiraman

3. Memiliki kandungan unsur hara yang cukup

4. Memiliki pH tanah pada kisaran 6,5-7,5

Setelah ditemukan lahan yang cocok maka bersihkan dari gulma dan tanaman lain yang mengganggu. Kemudian lanjut pada pengolahan tanah.

Lahan tanah tadi digemburkan dengan cara dicangkul. Tanah yang gembur bermanfaat untuk pengakaran tanaman dan pemerataan kandungan hara dalam tanah, bisa juga tanaman dalam pot atau polybag khusus..

Setelah lahan atau pot siap, maka siapkan bibit asparagus. Bibit bisa berasal dari anakan tunas, stek atau biji. Namun, untuk mendapatkan bibit unggul asparagus maka sebaiknya dipilih cara pembibitan melalui biji. Ambil biji hanya dari tanaman yang sehat dan subur. 

Sirami polybag terlebih dahulu agar tanahnya basah kemudian baru dibuat lubang semai untuk menanam biji asparagus. (kedalaman lubang maksimal 1,5 cm). Biji asparagus direndam terlebih dahulu pada air hangat kuku selama 24 jam. Setelah direndam, biji dimasukkan ke lubang polybag dan ditutup dengan taburan tanah.

Setelah benih tumbuh usahakan selalu menjaga kadar air pada tanah polybag. Untuk itu lakukan penyiraman secara rutin. Semprotkan pupuk cair untuk memacu pertumbuhannya dan mencukupi nutrisinya agar benih asparagus tumbuh sehat dan kuat. Setelah bibit berumur sekitar 5 bulan maka sudah bisa dipindahkan ke bedengan.

Rekomendasi Pupuk untuk Asparagus

Untuk pemupukan tanaman asparagus, penggunaan NPK Pelangi 16-16-16 produksi PT Pupuk Kaltim direkomendasikan sangat tepat untuk mendukung produktivitas budidaya tanaman tersebut.

NPK Pelangi 16-16-16 kandungan unsur makronya dipastikan lebih baik daripada NPK 15-15-15. Selanjutnya, juga bisa menggunakan ZPT auxin dan GA sekaligus agar memacu pertumbuhan dan ukuran batang asparagus.

Dengan perawatan yang optimal, lahan  yang subur dan pupuk yang tepat dipastikan menikmati asparagus kini tidak perlu lagi mengagendakan makan khusus di hotel berbintang. Pentik dan olah menjadi lauk yang menggugah selera langsung dari tanaman  yang kita budidayakan di halaman.