Mau Hasil Panen Berlimpah, Begini Cara Benar Mengaplikasikan NPK Pelangi

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Ketersediaan pangan merupakan hal penting dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya kebutuhan makanan sebagai kebutuhan dasar manusia.

Apalagi melihat perkembangan masyarakat yang kian meningkat, kebutuhan akan ketersediaan pangan yang cukup, aman dan berkualitas semakin menjadi tuntutan. Oleh karena itu, peningkatan ketahanan pangan harus dilakukan secara terus menerus.

Pentingnya ketahanan pangan nasional ini turut mengundang perhatian PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Demi mendukung optimalisasi sektor pertanian, salah satu produsen pupuk nasional ini membuat program peningkatan produktivitas komoditas pertanian di sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur.

NPK Pelangi Dorong Produktivitas untuk Tingkatkan Hasil Panen

Staf Senior Vice President Transformasi Bisnis PKT, Yusva Sulistyo, mengungkapkan sebagai perusahaan agroindustri unggulan tanah air, PKT terus berkomitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui produk berkualitas, sekaligus meningkatkan upaya dalam mendorong produktivitas pertanian daerah.

Program Agrosolution dihadirkan sebagai ekosistem pertanian terintegrasi melalui sinergi BUMN, untuk memberi kemudahan bagi petani dalam meningkatkan kapasitas hasil pertanian. Mulai dari akses permodalan serta agri input seperti benih, pupuk dan pestisida, asuransi gagal panen, pendampingan penerapan teknologi pertanian hingga offtaker untuk jaminan pembelian hasil komoditas secara berkesinambungan.

“Dari berbagai kemudahan yang diberikan pada program Makmur, diharap petani akan lebih sejahtera tanpa khawatir hasil panen tidak terserap oleh pasar,” ujar Yusva.

Pendampingan program Makmur ini juga upaya menekan ketergantungan petani akan pupuk bersubsidi, dimana PKT menghadirkan produk non subsidi NPK Pelangi 20-10-10 yang sangat cocok untuk peningkatan produktivitas padi, dengan pemakaian yang jauh lebih hemat dibanding pupuk bersubsidi. Hasilnya pun jauh lebih tinggi, yang telah dibuktikan beragam demonstration plot (demplot) maupun program Makmur di berbagai daerah di Indonesia.

Terbaru, produktivitas padi varietas Ciherang hasil ubinan BPP Sukorejo Kabupaten Ponorogo, mengalami kenaikan sebesar 20 persen, dengan hasil rata-rata 7,9 ton per Hektare (Ha) dibanding sebelumnya maksimal 6,5 ton/Ha.

Dalam artian ada kenaikan hasil 1,3 ton/Ha dengan penggunaan NPK Pelangi 20-10-10 selama pendampingan program Makmur.

“Selain itu, komoditas padi varietas Inpari 32 di Sukomoro Magetan juga mengalami kenaikan produktivitas sebesar 20 persen dari sebelumnya, dengan kenaikan rata-rata 1,5 ton/Ha,” katanya.

Peningkatan hasil panen hingga 30 persen per hektar akibat penggunaan NPK Pelangi juga dirasakan oleh Kelompok Tani Makmur di Kabupaten Jember Jawa Timur. Hal tersebut berdasarkan hasil ujicoba demplot pada dua varietas, yakni Sertani 9 mencapai 9,5 ton per hektare dan Logawa sebesar 10,6 ton per hektare.

Ada pula komoditas bawang merah di Desa Ambalawi Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, hasil panen meningkat hingga 30% per hektare dengan masa tanam 50 hari, dari sebelumnya produktivitas bawang merah setempat hanya mampu 15 ton per hektare, berkat pemupukan seimbang NPK Pelangi hasil panen tembus 20 ton per hektare.

“Umbi bawang juga lebih besar dari biasanya. Itu baru 50 hari, kalau menyesuaikan masa tanam 70 hari saya yakin panennya juga jauh lebih tinggi,” ucap Damrus, salah satu petani bawang merah Desa Ambalawi.

Superintendent Komunikasi Produk Departemen Pelayanan dan Komunikasi Produk (Yankomduk) PKT Ludvi Widodo, menyebut program demplot NPK Pelangi digencarkan Perusahaan untuk mengedukasi para petani melalui pola pemupukan berimbang, sekaligus membuktikan langsung keunggulan produk Non Subsidi dari Pupuk Kaltim dengan peningkatan hasil produksi.

“PKT bukan menjual janji, tapi bukti yang bisa dilihat langsung para petani dengan pola pemupukan berimbang yang kita berikan,” kata Ludvi.

Dijelaskannya, NPK Pelangi sangat cocok untuk semua jenis tanaman pangan, hortikultura dan tanaman perkebunan. Dibuat dengan teknik pencampuran secara fisik (bulk blending) menggunakan bahan baku berkualitas tinggi seperti Urea Granul, Diammonium Phospate (DAP) dan KCL yang merupakan sumber kalium dari serpihan asli (flake) dengan kandungan Kalium Oksida (K2O) sebesar 60%.

Keunggulan NPK Pelangi 

Keunggulan NPK Pelangi di antaranya melepaskan unsur hara sesuai karakteristik atau sifat asli bahan baku, karena urea granul merupakan slow release nitrogen fertilizer yang lebih efisien diserap tanaman. Selain itu, NPK Pelangi juga memiliki kandungan dan kelautan unsur fosfat yang sangat tinggi, dengan berbagai komposisi unsur hara yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman pertanian. Disamping juga lebih efektif, efisien, dan tahan disimpan lebih lama, serta mampu meningkatkan hasil panen. 

“NPK Pelangi dibuat pada berbagai komposisi unsur hara yang sesuai untuk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, serta menyesuaikan kebutuhan tanaman terhadap unsur hara dalam pertumbuhannya,” terang Ludvi Widodo. 

Beberapa komposisi NPK Pelangi yakni 20-10-10 dan 16-16-16 yang dianjurkan untuk tanaman pangan dan hortikultura, seperti padi, jagung, cabai, tomat, kubis, dan berbagai jenis tanaman sayur. Kemudian komposisi 12-12-17-2, 15-15-6-4 dan 12-6-27-4 untuk jenis tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, kakao, karet, dan sebagainya. 

Sesuai namanya, unsur hara pada NPK Pelangi terdiri dari Nitrogen (N) yang diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman seperti daun, batang, dan akar. Lalu Fosfor (P) untuk merangsang pertumbuhan akar khususnya pada tanaman muda, serta mempercepat pembungaan dan pemasaran buah, biji atau gabah. Sedangkan Kalium (K) yang bermanfaat untuk memperkuat tubuh tanaman, seperti daun, bunga, dan buah agar tidak mudah gugur, serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, serangan hama dan penyakit, serta membuat batang tanaman lebih kokoh sehingga tidak mudah roboh.

Cara Mengaplikasikan NPK Pelangi

Aplikasi pupuk NPK Pelangi biasanya diberikan untuk tanaman hortikultura seperti buah dan sayur, maupun tanaman pangan seperti padi dan jagung. 

Rudy Prambudi, salah seorang penyuluh petani menyebut pupuk NPK Pelangi bisa bertahan lama di dalam tanah. Dengan demikian, pupuk ini bisa digunakan sebagai pupuk dasar sebelum penanaman.   

Sementara itu, jika ingin dijadikan sebagai pupuk susulan, maka cara aplikasinya dengan membuat lubang pemupukan terlebih dahulu di sekitar tanaman. Baru setelahnya, pupuk NPK pelangi diletakkan dalam lubang pemupukan dan ditutup kembali dengan tanah. 

Cara ini dipilih karena NPK Pelangi termasuk jenis pupuk yang sulit larut. Sehingga kurang cocok jika diaplikasi dengan cara dikocor atau disiram ke area perakaran tanaman. (Tyo)

Latest Article