cara mengirim tanaman lewat ekspedisi

Mau Kirim Kado Tanaman untuk Ibu via Ekspedisi, Begini Caranya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Bulan Desember identik dengan liburan akhir tahun karena perayaan Natal dan Tahun Baru. tak hanya itu, di Indonesia bulan Desember juga identik dengan satu lagi perayaan, yaitu Hari Ibu.

Hari ibu di Indonesia diperingati untuk mengenang dan menghargai perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut dan mengisi kemerdekaan. Tani Muda pasti juga pasti selalu merayakannya bersama dengan ibu tersayang setiap tahunnya. Tapi apakah Tani Muda mengetahui sejarah dari peringatan hari ibu di Indonesia? Konon katanya sejarah peringatan hari Ibu di Indonesia berbeda dari negara- negara lainnya. 

Sejarah Hari Ibu

Sejarah hari Ibu di Indonesia tidak sama seperti perayaan hari Ibu Internasional. Perayaan hari Ibu di Indonesia tidak hanya ditujukan untuk menghargai jasa perempuan sebagai ibu saja, tetapi juga jasa perempuan secara keseluruhan.

Hari Ibu di Indonesia ditetapkan pada tanggal 22 Desember oleh Kongres Perempuan Pertama, yang berlangsung pada 22-26 Desember 1928 di Yogyakarta. Hal ini karena para perempuan Indonesia melihat bahwa hal yang dilawan pergerakan perempuan di Indonesia sejak akhir abad ke-19 hingga saat ini adalah tatanan patriarki dalam masyarakat tradisional. 

Perjuangan melawan tatanan yang menempatkan laki-laki sebagai pusat kehidupan sosial. Sehingga kaum perempuan ditindas atas nama hukum adat dan hukum agama di banyak budaya masyarakat tradisional nusantara. Bahkan di masa kolonial, perempuan tidak hanya dijajah oleh feodalisme tetapi juga kolonialisme yang melaratkan bagsa Indonesia.

Melihat penderitaan tersebut, kaum wanita Indonesia tidak tinggal diam, diawali dengan kemunculan R.A. Kartini yang menjadi tahap awal yang menanggapi masalah tersebut. Selanjutnya muncul Dewi Kartika yang berhasil menyelenggarakan pendidikan untuk perempuan melalui pembangunan sembilan sekolah. Sejak itu hingga abad ke-20 muncul gerakan-gerakan organisasi perempuan, aktivis hingga koran perempuan. Pemerintah mengukuhkan Hari Ibu Nasional yang sah pada tanggal 22 Desember sebagai Hari Nasional, bukan sebagai hari libur. Hari ibu dilambangkan dengan  setangkai bunga melati dengan kuntumnya. Lambang ini mencerminkan semangat perjuangan kaum perempuan Indonesia yang mana memiliki 3 filosofi yaitu, 1. Kasih sayang kodrati antara ibu dan anak, 2. Kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak, 3. Kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara.

Rekomendasi Kado Tanaman untuk Ibu

Merayakan momen Hari Ibu, ada banyak kado yang bisa diberikan kepada ibu sebagai bentuk ungkapan kasih sayang. Tani Muda bisa memberikan hadiah yang berkesan sesuai dengan kesukaan dari sang ibu.

Tani Muda bisa mencoba untuk mengirimkan tanaman hias sebagai kado yang tak biasa kepada Ibu di rumah. Beberapa tanaman hias yang bisa Tani Muda berikan, di antaranya jenis Monstera, Lidah mertua, anggrek, dan kaktus.

Mengirim Tanaman dengan Aman

Pengiriman tanaman melalui ekspedisi masih jarang dilakukan. Namun saat ini, jasa pengiriman sudah menerima berbagai jenis pengiriman, tak terkecuali tanaman hias dan tanaman lainnya. Jadi meski terlihat sulit, Tani Muda tetap bisa mengirimkan tanaman hias sebagai kado di hari ibu melalui ekspedisi.

Meski demikian, pengiriman tanaman bukan tidak mungkin. Kamu bisa mengirimkan tanaman sebagai kado untuk ibu dengan memperhatikan berbagai cara. Sebagai salah satu rekomendasi yang bisa Tani Muda hadiahkan kepada ibu yang tinggal jauh adalah memberikan tanaman hias dengan cara mengirim melalui ekspedisi. Namun mengirim tanaman hias atau tanaman lainnya melalui ekspedisi tergolong susah- susah gampang. Harus ada tips dan trik yang bisa Tani Muda lakukan. Karena apabila terjadi kesalahan bisa menyebabkan tanaman rusak hingga mati terlebih bila dikirim keluar kota. Berikut beberapa tips dan trik yang bisa Tani Muda lakukan:

  1. Pilih kemasan packaging yang tepat

Untuk membungkus tanaman, Tani Muda bisa menggunakan kardus, karton atau kertas tebal, koran, kotak kayu dan kotak bambu. Yang terpenting dalam memilih kemasan adalah dapat membungkus tanaman dengan aman dan melindungi dari guncangan dan juga paparan sinar matahari. Tani Muda harus menghindari kemasan yang dapat merusak tanaman seperti plastik. Hal ini karena plastik tidak memiliki pori-pori yang bisa dilalui udara, sehingga tanaman tidak dapat bernafas sehingga mati. Tani Muda juga harus menghindari penggunaan bubble wrap.

  1. Bungkus dengan hati-hati

Untuk menghemat biaya ekspedisi, Tani Muda bisa menggunakan pot plastik yang lebih ringan atau tidak menggunakan pot. Tetapi tanaman yang tidak diberi pot harus diberi tanah pada bagian akarnya. Bungkus pot tanaman dengan kertas lalu letakkan di kotak atau wadah yang telah disiapkan. Untuk menjaga kelembaban tanah, Tani Muda bisa menggunakan mulsa seperti cacahan kertas tisu atau serbuk kayu di atas tanah sehingga tanah bisa terus lembab dan tidak menguap terkena panas. Jangan lupa untuk memberi tahu pada petugas ekspedisi bahwa anda mengirim tanaman sehingga mereka akan lebih berhati- hati.

  1. Lakukan perawatan khusus ketika tanaman tiba

Ketika tanaman tersebut sudah sampai kepada Ibu di rumah. Tani Muda bisa meminta ibu untuk melakukan repotting atau memindahkan tanaman ke pot yang baru. Lalu siram tanaman tersebut agar tidak kering, dan berikan juga sinar matahari yang cukup. (Fitri)

Latest Article