rekomendasi pupuk

Memasuki Musim Tanam, Intip Stok Pupuk untuk Kebutuhan Tanaman Yuk

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan stok pupuk untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi menjelang musim tanam Oktober 2021 cukup aman. Dua area tersebut merupakan wilayah penyaluran PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).

Hal itu disampaikan Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat meninjau langsung ketersediaan pupuk di Pupuk Kaltim, Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (14/10/2021). Pada kesempatan tersebut, SYL juga memantau proses dan kapasitas produksi yang ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan pupuk dan siap disalurkan sesuai alokasi yang ditetapkan di wilayah tanggung jawab perusahaan di 8 wilayah, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. 

“Saya menyambut baik upaya Pupuk Kaltim untuk turut mensukseskan musim tanam kali ini, dengan memastikan kesiapan stok pupuk subsidi yang terbilang sangat aman untuk didistribusikan ke wilayah operasional Pupuk Kaltim. Untuk mencapai swasembada pada tahun depan, intervensi pupuk harus tinggi,” kata Syahrul Yasin Limpo.

Tercatat per 9 September 2021, sebanyak 76.681 ton stok pupuk telah tersedia di Gudang Pupuk Kaltim yang tersebar di sejumlah wilayah tanggung jawab perusahaan. Stok pupuk ini terdiri dari 73.596 ton urea subsidi dan 3.085 ton NPK Formula Khusus.

Langkah yang dilakukan Pupuk Kaltim ini menunjukkan komitmen mereka untuk memaksimalkan ketersediaan pupuk dan operasional bisnis di tengah berbagai tantangan akibat pandemi COVID-19. Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi menyatakan pihaknya siap untuk memaksimalkan penyaluran dan pemenuhan kebutuhan petain, serta turut mensukseskan musim tanam September 2021-Februari 2022.

“Kami di Pupuk Kaltim secara konsisten mengikuti dan mengimplementasikan teknologi dalam proses produksi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terlebih di tengah pandemi COVID-19 dengan berbagai keterbatasan yang ada,” ucapnya.

Lebih lanjut, pembangunan pabrik amoniak dan urea yang tengah dilakukan PKT di Papua Barat diharapkan dapat menggerakkan perekonomian di wilayah Papua Barat, mendukung ketahanan pangan nasional, dan memonetisasi gas yang cukup melimpah dengan harga yang kompetitif di Papua Barat.

Selain itu, PKT juga akan meningkatkan kapasitas NPK dengan membangun pabrik NPK baru kapasitas 100.000 MTPY (metric ton per year), khususnya untuk memenuhi kebutuhan NPK di Kalimantan dan Sulawesi yang masih memiliki potensi pasar yang cukup besar.

Hingga 8 September 2021, PKT berhasil mencatat kinerja produksi yang optimal. Tercatat, PKT mampu memproduksi Urea sebanyak 2,49 juta ton atau 73% dari target 3,4 juta ton per tahun, produksi Amoniak sebanyak 2,08 juta ton atau 75%% dari target 2,78 juta ton per tahun, serta produksi NPK sebanyak 141.000 ton atau 51% dari target 281.000 ton per tahun.

Penyaluran Pupuk Sesuai Permentan No. 49 Tahun 2020 dan Realisasinya

Hingga 20 Agustus 2021, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyalurkan 4,73 juta ton pupuk subsidi. Angka tersebut mencapai 52% dari alokasi pupuk subsidi yang ditetapkan pemerintah sebanyak 9,04 juta ton pada tahun ini. 

Dengan demikian, Pupuk Indonesia akan segera menyalurkan pupuk subsidi yang sisanya sebesar 4,31 juta ton hingga akhir tahun 2021. Besaran alokasi pupuk subsidi yang disalurkan ini sesuai dengan Permentan No. 49 Tahun 2020.

“Kami terus menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan Kementan,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, dalam keterangannya, Rabu (25/8/2021).

Bakir menambahkan pupuk bersubsidi hanya bisa didapatkan oleh petani yang berhak dan dengan alokasi yang telah ditentukan dalam hal ini sudah tercatat dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok elektronik (e-RDKK).

Cara Memanfaatkan Kartu Tani untuk Mendapatkan Pupuk

Pemerintah telah membuat inovasi di bidang pertanian denga menciptakan kartu tani. Kartu ini digadang-gadang akan membantu mensejahterakan petani. Inovasi ini ditujukan untuk pemerataan penyaluran pupuk bersubdisi kepada petani.

Kartu Tani adalah kartu yang dikeluarkan oleh Perbankan kepada petani, dapat digunakan dalam transaksi penebusan pupuk bersubsidi melalui mesin Electronic Data Capture (EDC) di pengecer resmi.

Kartu tani ini memiliki banyak manfaat bagi petani. Manfaat pertama adalah mempermudah petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi sesuai kebutuhan. Jadi petani dapat menggunakannya dalam untuk membeli pupuk bersubsidi. Langkah ini efektif dalam menyalurkan pupuk subsidi tepat sasaran. Selain itu, kartu tani juga berfungsi sebagai kartu debet dan alat transaksi penjualan hasil panen. 

Selain manfaat tersebut, kartu tani juga dapat digunakan para petani untuk dapat mengajukan kredit usaha di lembaga perbankan dan keuangan yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Jadi kartu tani ini digunakan untuk memverifikasi data para petani ketika melakukan pengajuan pinjaman kredit usaha. 

Namun, tidak semua petani dapat memiliki kartu ini, terdapat beberapa syarat dan langkah/proses yang harus dijalani untuk memilikinya. Syarat utama untuk memiliki kartu tani adalah petani harus tergabung dalam kelompok tani. Selain itu, petani harus mengumpulkan fotokopi e-KTP dan tanda kepemilikan tanah, bukti setoran pajak tanah, bukti sewa, atau anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Semua data di atas akan dimasukkan ke dalam data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sekarang diarahkan ke e-RDKK. Setelah data lengkap, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) akan melakukan verifikasi dengan meninjau langsung ke lokasi pertanian para petani.

Kemudian PPL mengunggah data petani ke dalam Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI). Usai pendataan, petani diwajibkan hadir ke bank yang di tunjuk yaitu BRI, Mandiri unit desa atau tempat yang telah ditentukan agar kartu tani terbit.

Dalam proses ini petani harus menunjukkan e-KTP asli dan menyebutkan nama ibu kandung. Kemudian petugas melakukan pengecekan ke server bank di lanjutkan pembuatan buku tabungan. Setelah semua proses tersebut selesai, petani akan mendapatkan kartu tani dan buku tabungan dari bank.

Kartu tani bisa langsung digunakan untuk pembelian pupuk subsidi ke agen atau pengecer yang telah ditunjuk. Transaksi dilakukan dengan menggunakan mesin khusus bernama Electronic Data Capture (EDC) di pengecer resmi. Petani juga bisa mengecek kembali alokasi sisa kuota pupuk. Setelah melakukan transaksi, pengecer menyerahkan pupuk ke petani dan transaksi selesai. Petani pun dapat membawa pulang pupuk tersebut.

Kartu tani juga berguna untuk menjual hasil panen. Syaratnya, petani terlebih dahulu harus menginput hasil panen di server SINPI. Nanti akan muncul nilai pembayaran. Selanjutnya, SINPI mengirimkan laporan melalui sms ke ponsel genggam milik petani.

Di ponsel genggam petani, ada ada laporan jumlah panen dan nilai jualnya dalam bentuk rupiah. Nilai jual tersebut masuk ke rekening petani lalu dapat dicek saldo melalui ATM. (*)