cara menanam jagung

Menanam Jagung Sendiri di Kebun Rumah, Bisa Nggak Ya?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Jagung menjadi makanan yang enak dan mudah ditemukan, tak hanya direbus atau dibakar, jagung kini bisa diolah menjadi banyak makanan kekinian. Salah satunya Jasuke, alias jagung susu keju.

Kekinian anak-anak pun dengan gemarnya menyukai es krim yang berasal dari olahan jagung. Karenanya, jagung memang sudah sangat familiar bagi bangsa kita juga masyarakat dunia.

Jagung juga memiliki beberapa jenis. Jagung yang paling banyak digemari dan dicari adalah jagung manis. Jagung manis ini, biasanya disebut dengan jagung hibrida. Berkembangnya, budidaya pertanian juga kini berdampak pada beragamnya jenis jagung termasuk hadirnya varietas baru jagung warna warni atau juga disebut jagung batik.

Buah yang terdiri dari barisan biji-biji berwarna kuning dan kini ada yang warna-warni, ternyata tidak hanya enak untuk dinikmati atau dikonsumsi, tetapi juga mengandung karbohidrat, gula, dan vitamin C. Tak heran, kalau jagung menjadi salah satu pilihan menu diet sebagai pengganti nasi atau terigu.  

Di pasar tradisional harga jagung berkisar Rp5.000 sampai Rp7.000 per kilogram. Harga biasanya akan naik saat  mendekati tahun baru karena biasanya membakar jagung saat menyambut pergantian tahun jadi tradisi mayoritas bangsa Indonesia.

Meskipun kini mendapatkan jagung sangat mudah, tinggal beli di pasar atau belanja online saja tetapi tentunya masih ada di antara kita yang ingin menanam sendiri. Konon hasil tanaman dari jerih payah kita akan menghasilkan buah yang paling nikmat.

Memilih Benih Jagung yang Bagus

Kalau ingin mencoba menanam jagung di halaman rumah kita, tentu selain menyiapkan media tanam yang memiliki kelengkapan unsur hara dan subur. Memilih bibit juga tidak seberangan lho.

Namun, sebelum memilih bibit yang bagus, baiknya kita memastikan lokasi tanaman yang akan kita gunakan apakah menggunakan pekarangan depan atau belakang rumah. Bisa-bisa saja lokasi yang mana saja kita pilih. 

Hanya saja tanaman jagung memerlukan cahaya matahari langsung untuk tumbuh dengan normal. Tempat dengan curah hujan 85–200 mm per bulan, suhu udara 23-27 °C (ideal), dan pH tanah 5,6-7,5 adalah ideal. Jenis tanah tidak terlalu penting, asalkan aerasi baik dan ketersediaan air mencukupi.

Pilihlah kebun yang terbuka. Usahakan untuk memilih area yang relatif bebas dari gulma atau rumput liar karena tanaman jagung akan sangat sulit bersaing untuk tumbuh bersama tumbuhan liar, demikian mengutip liputan6.com.

Setelah memastikan lokasi tanaman yang benar-benar lapang alias bebas dari tanaman yang membayangi atau pohon tinggi, barulah kita melanjutkan dengan memilih bibit dengan mutu terbaik.

Lazimnya, budidaya jagung di halaman rumah menggunakan bibit jagung hibrida karena rasanya manis dan bijinya banyak. Bibit ini direkomendasikan untuk kita yang ingin membudidayakan jagung sendiri ya.

Menanam dan merawat jagung juga tidak terlalu sulit kok, hanya dengan memastikan tanaman tumbuh di tempat yang bebas dari bayangan, tidak ada gulma dan penggunaan yang tepat.

Cara Menanam Jagung

Setelah memilih bibit yang berkualitas dan lokasi yang tepat, ayo kita mulai menanam jagung di pekarangan. Mari kita lakukan langkah-langkah berikut:

1. Siapkan Media Tanam

Medianya berupa tanah, sekam bakar dan pupuk kandang, lalu Polybag dengan diameter 15 cm, pot atau kaleng bekas cat 25 kg.

Kemudian isi polybag dengan media tanam tanah, sekam bakar dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Isi tiap polybag dengan 2 benih jagung. Lalu tutup polybag dengan sedikit media tanam. Siram dengan sedikit air.

Tempatkan polybag pada tempat terbuka dengan sinar matahari langsung. Siram 3 kali sehari. Benih akan mulai berkecambah pada hari kelima dan ketujuh. Benih akan siap dipindahkan ke pot yang lebih besar saat sudah tumbuh batang dan daun yang lebar.

2. Pindahkan ke Pot

Setelah sekitar 25 hari dimana benih sudah membentuk batang dan daun, kita bisa mulai memindahkannya ke pot yang lebih besar dan jangan. Masukkan media tanam dengan perbandingan yang sama seperti di polybag.

Pindahkan satu benih jagung pada satu pot. Jangan lupa untuk melubangi pot untuk jalan keluar air. Penyerbukan jagung dibantu oleh angin, karena itu yang terbaik adalah menanamnya secara berkelompok. Dengan demikian serbuk sari memiliki kesempatan yang baik untuk berkecambah.

3. Lakukan penyiraman

Tanaman jagung membutuhkan sekitar 2,5 cm air per minggu. Penyiraman yang jarang dapat menghasilkan banyak tongkol yang berlubang tanpa biji. Usahakan untuk menghindari penyiraman dari sisi atas tanaman karena berpotensi menghanyutkan serbuk sari.

4. Basmi gulma

Pertengahan masa pertumbuhan vegetatif, jagung mengeluarkan akar udara (aerial roots) sehingga memerlukan pembumbunan untuk memaksimalkan penyerapan hara. Jika perlu, pengendalian tumbuhan pengganggu (gulma) dilakukan menggunakan herbisida atau dilakukan dengan pendangiran.

5. Perhatikan pertumbuhan jagung

Bulan pertama, jagung akan memiliki tinggi sekitar 30,5–45,7 cm. Jagung akan memunculkan bakal buah di tiga bulan pertumbuhannya. Pada masa ini rambut jagung juga akan muncul sedikit demi sedikit. Tanaman jagung selesai tumbuh kira-kira tiga minggu setelah berkembang rambut jagung di pucuknya.

Jagung siap dipanen ketika biji-bijinya sudah menyatu dan menghasilkan cairan seperti susu ketika ditusuk. Untuk mendapat rasa paling enak dan kesegaran yang masih optimal, sebaiknya konsumsilah jagung segera setelah dipetik.

Rekomendasi Pupuk untuk Tanaman Jagung 

Kesuksesan budidaya tanamannya tentunya sangat bergantung dengan kesuburan lahan dan benih berkualitas, namun pupuk juga menjadi kunci penting dari hasil budidaya yang optimal dalam setiap usaha pertanian maupun perkebunan.

Dalam memenuhi kebutuhan tanah dan tanaman ada tiga unsur penting harus dipenuhi pupuk agar dapat mengoptimalkan pertumbuhan jagung, unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang seimbang menjadi kebutuhan mutlak dalam budidaya jagung.

Pengaplikasian pupuk secara lengkap (NPK) memberikan hasil panen yang lebih melimpah ketimbang hanya menggunakan satu atau dua unsur saja. Keseimbangan kombinasi pupuk N, P, dan K mempengaruhi efisiensi penggunaan hara. Dimana pemupukan N atau K yang berlebih pada tanaman jagung menyebabkan pertumbuhan vegetatif lebih dominan dibandingkan generatif, sehingga mengakibatkan penurunan hasil jagung.

Salah satu produsen pupuk plat merah Indonesia, PT Pupuk Kaltim telah membuktikan bahwa produk NPK Pelangi komposisi 16-16-16 telah menjadi andalan petani dalam mendukung budidaya tanaman pangan dan hortikultura. 

Untuk memberikan pupuk ke tanaman jagung yang kita tanam di pekarangan, pengaplikasiannya sangat mudah tinggal menaburkan secukupnya butiran pupuk NPK Pelangi di pot atau polybag pada saat tanaman jagung berusia 10-15 hari setelah tanam (Hst) untuk pemupukan pertama. Sedangkan pemupukan kedua dapat diberikan pada jagung usia 50-60 Hst.

Testimoni petani yang telah menggunakan NPK Pelangi dengan mudah kita dapatkan di berbagai platform media, dimana petani mengungkapkan kalau produktivitas tanaman mereka semakin tinggi saat menerapkan pupuk NPK Pelangi 16-16-16 pada tanaman pangan, termasuk di antaranya jagung.

Jadi, jangan tunda-tunda lagi ayo mulai kita persiapkan menanam jagung di pekarangan agar bisa menikmati jagung manis rebus atau bakar menjelang pergantian tahun nanti.

Penulis: Nila Ertina