Menanam Tomat Itu Ada Tekniknya

Menanam Tomat Itu Ada Tekniknya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Tomat memiliki nama latin Lycopersicum Esculentum Mill. Tomat merupakan jenis sayuran sekaligus buah yang cukup terkenal dan mudah ditemukan. Tomat biasa diolah menjadi sambal dan saus, sebagai bahan tambahan pada berbagai jenis masakan, juga menjadi minuman seperti jus tomat.

Selain diolah, tomat juga dapat dikonsumsi langsung. Rasanya segar, manis, dan sedikit asam. Penampilan tomat cukup cantik, buahnya mulus, mengkilap dan berwarna merah cerah jika sudah masak. Tak heran banyak yang menyukainya.

Selain karena rasanya enak, buah tomat memiliki kandungan gizi dan vitamin yang luar biasa. Buah tomat kaya dengan vitamin A yang baik untuk mata. Selain itu, tomat juga berkhasiat untuk memperlancar sistem pencernaan, menurunkan kadar kolesterol, menjaga kesehatan jantung, mencegah kanker, memperkuat tulang, menjaga kesehatan kulit dan juga mencegah depresi.

Karena memiliki segudang manfaat tersebut, tomat termasuk tanaman favorit untuk dibudidayakan, baik di kebun maupun di pekarangan rumah. Budidaya tomat cukup mudah dilakukan dan tidak memerlukan lahan yang luas.

Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum menanam tomat adalah memilih benih berkualitas bagus. Benih berkualitas dapat dengan mudah Anda dapatkan dengan membelinya di toko pertanian dan melalui e-commerce.

Benih tomat berkualitas bagus bisa juga dibuat sendiri yaitu dari buat tomat yang sudah matang sempurna. Biasanya petani tomat berkelanjutan membuat benih tomat sendiri. Caranya pilih pohon tomat yang tumbuh subur dan berbuah banyak. Biji tomat dikeluarkan dan dibersihkan dan jemur sampai kering kira-kira tinggal 6% kadar air.

Jenis benih tomat juga harus disesuaikan dengan area tanam setempat. Jika daerah dataran tinggi pilih jenis tomat dataran tinggi atau jika area tanam dataran rendah pilih jenis tomat dataran rendah. Contoh tomat untuk dataran rendah yaitu varietes ratna, mutiara, zamrud, dan opal. Sementara untuk dataran tinggi di antaranya varietes berlian, mutiara, dan f1.

Ada juga beberapa jenis tomat cocok ditanam pada dataran tinggi maupun rendah. Ada juga beberapa tomat hasil pengembangan dari produsen bibit, bisa ditanam pada dataran tinggi dan rendah salah satu dari produk Panah Merah.

Setelah mendapatkan jenis benih tomat yang tepat, Anda dapat melanjutkan menanamnya. Anda dapat menanamnya di lahan pekarangan rumah atau cukup menggunakan pot. Berikut cara menanam tomat di lahan dan di pot serta perawatannya yang dapat Anda praktikkan dengan mudah.

Cara menanam tomat di lahan rumah:

  • Pilih lahan dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya menerima 6 jam sinar matahari setiap hari.
  • Dua minggu sebelum menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur dengan pupuk kompos.
  • Tanam tanaman tomat dengan jarak sekitar 60 cm antara tanaman satu dengan tanaman lain.
  • Tempatkan tomat atau keramba di tanah pada saat penanaman untuk menghindari kerusakan akar di kemudian hari.
  • Jepit beberapa cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar cukup dalam sehingga daun terendah terletak tepat di atas permukaan tanah.
  • Siram dengan baik untuk mengurangi guncangan pada akar.

Cara menanam tomat di pot:

  • Gunakan pot atau wadah besar dengan lubang drainase di bagian bawah.
  • Gunakan tanah yang tidak terlalu padar agar air mengalir dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik dengan bahan organik tambahan.
  • Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh dengan baik dalam pot.
  • Tempatkan pot di tempat yang cerah dengan sinar matahari penuh selam 6 – 8 jam sehari.
  • Jaga kelembapan tanah. Menanam tomat dalam wadah membuat tanah lebih cepat mengering daripada di kebun, jadi periksalah setiap hari dan berikan air tambahan.

Perawatan tanaman tomat:

  • Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembapan yang dibutuhkan untuk melewati hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
  • Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk menjaga kelembapan tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit) lima minggu setelah tomat ditanam.
  • Untuk membantu tomat melewati masa-masa kekeringan, temukan beberapa batu pipih dan letakkan satu di samping setiap tanaman. Batuan mencegah air menguap dari tanah.
  • Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos setiap dua minggu, dimulai ketika buah tomat berdiameter sekitar 2,5 cm.
  • Saat tanaman tumbuh, lakukan pemangkasan daun untuk mengoptimalkan pertumbuhan buah. Hal ini juga membantu mencegah penyakit menyebar dari tanah ke dedaunan.

Memanen tomat:

  • Tomat sudah bisa dipanen pada umur 2,5 sampai 3 bulan.
  • Ciri tomat sudah siap panen adalah, separuh buah tomat sudah mengalami perubahan warna. Perubahan warna hijau ke merah dan tandai juga tepi daun tua sudah mengering.
  • Setelah dipetik, jangan meletakkan tomat segar ke dalam kulkas. Melakukan hal itu dapat merusak rasa dan tekstur tomat.

Pupuk untuk Tanaman Tomat

Sebagai salah satu tanaman hortikultura yang populer dibudidayakan, keberhasilan panen tanaman tomat ditentukan oleh pemberian nutrisi. Pembudidaya harus memahami kebutuhan nutrisi untuk tomat pada setiap fasenya. Salah satu yang direkomendasikan untuk tanaman tomat adalah pupuk NPK Mutiara.

Pada fase vegetatif, tomat yang termasuk tanaman golongan Solanaceae membutuhkan unsur Nitrogen yang lebih tinggi dari unsur lainnya. Nitrogen (N) berfungsi sebagai komponen enzim serta protein yang berperan dalam metabolisme tanaman. Dengan tercukupinya unsur hara esensial ini, maka kita dapat mengoptimalkan tinggi tanaman.

Sementara pada fase generatif, tanaman tomat membutuhkan unsur hara Kalium (K), Kalsium (Ca), dan Boron (B) lebih banyak dari unsur hara lainnya. Tanaman tomat membutuhkan K untuk meningkatkan proses penyerapan hara oleh akar tanaman dan menghasilkan lebih banyak fotosintat ke buah. Sehingga, bobot buah meningkat.

Ca memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas buah, menjaga keutuhan sel, dan pertumbuhan buah. Jika kebutuhan nutrisi Ca tercukupi, maka jumlah buah yang mengalami blossom end-rot atau BER (busuk pantat buah) akan lebih sedikit dari jumlah buah normal. BER sendiri kelainan fisiologis pada tanaman tomat akibat kekurangan Ca saat pembentukan buah.

Fungsi Pemangkasan pada Tanaman Tomat

Pemangkasan menjadi salah satu perawatan penting dalam budidaya tanaman tomat agar produktivitasnya terjaga. Pemangkasan daun berfungsi untuk mengoptimalkan pertumbuhan buah tomat. Terlalu banyak daun dapat mengganggu pertumbuhan buah.

Tanaman tomat yang terlalu rimbun karena mempunyai banyak daun dan cabang umumnya menghasilkan buah yang berukuran kecil. Hal itu dikarenakan nutrisi yang didapat dari hasil fotosintesis tidak maksimal diserap buah karena harus berbagi dengan daun yang banyak.

Selain untuk mengoptimalkan pertumbuhan buah, pemangkasan pada tanaman tomat juga berguna untuk mengatur kelembapan serta mencegah serangan hama dan penyakit.

Dirangkum dari Pertanianku.com, terdapat tiga jenis teknik pemangkasan pada tanaman tomat, yaitu sebagai berikut:

1. Pemangkasan Tunas Muda

Tunas yang terlalu banyak pada tanaman tomat dapat mengganggu pertumbuhan tanaman itu sendiri. Anda perlu mengatur jumlah tunas agar produktivitasnya tinggi dan perkembangan buah maksimal.

Khusus tunas yang tumbuh di antara batang perlu dipangkas sehingga tersisa hanya batang dan daun utamanya. Pemangkasan dapat dilakukan secara manual menggunakan tangan yang steril dengan memotek tunas tersebut.

2. Pemangkasan Batang

Pemangkasan batang dilakukan ketika ada dua helai daun yang tumbuh di atas tandan buah yang kelima. Tujuannya untuk mempercepat pematangan buah tomat. Namun, jika ada tunas yang tumbuh kuat di batang sekitar tandan buah yang kelima ini, batang tersebut tidak perlu dipangkas.

Tanaman tomat akan memiliki produktivitas yang baik jika hanya mempunyai 2 – 3 tunas cabang di setiap batangnya. Pemangkasan dapat dilakukan memakai pisau yang tajam.

3. Pemangkasan Bunga dan Buah

Pemangkasan bunga dan buah tomat juga perlu dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhannya. Idealnya setiap tanaman tomat cukup menghasilkan sebanyak 6 – 8 buah saja per periode.

Dengan mengurangi kuantitas buah, kualitas buah dapat meningkat tajam. Buah yang dibiarkan akan tumbuh maksimal hingga mencapai mutu yang premium. Namun, jika standar kualitas buah yang diharapkan tidak terlalu tinggi, misalnya untuk pasar lokal, pemangkasan terhadap bunga dan buah ini tidak perlu dilakukan. (*)