sampah untuk pupuk tanaman

Mengatasi Masalah Sampah dengan Bijak: Biodex Solusi Pengomposan Mudah dan Cepat

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

SAMPAH menjadi permasalahan yang selalu ada di Indonesia. Bahkan hingga saat ini, belum ada solusi yang ideal untuk mengatasi permasalahan sampah

Selain mencemari lingkungan, ternyata persoalan sampah juga mengancam target nol emisi. Berdasarkan data Indonesia National Plastic Action Partnership yang dirilis April 2020, sebanyak 67,2 juta ton sampah Indonesia masih menumpuk setiap tahunnya, dan 9 persennya atau sekitar 620 ribu ton masuk ke sungai, danau dan laut. 

Di Indonesia diperkirakan sebanyak 85.000 ton sampah dihasilkan per harinya, dengan perkiraan kenaikan jumlah mencapai 150.000 ton per hari pada tahun 2025.  Jumlah ini didominasi oleh sampah yang berasal dari rumah tangga, yang berkisar antara 60 hingga 75 persen. 

Sebagai salah satu negara dengan memiliki potensi besar dari sisi alam maupun manusia, kondisi ini tentu menjadi rapor merah. Bagaimana tidak, lebih dari 1 juta turis asing berkunjung ke Indonesia sebelum pandemi (2017-2019), sehingga akan sangat disayangkan apabila tingginya kunjungan tidak diimbangi dengan kenyamanan selama tinggal di Indonesia, salah satunya dari sisi kebersihan dan keindahan lingkungan.

Dampak negatif juga akan dirasakan oleh masyarakat Indonesia itu sendiri sebagai akibat dari tidak terkelolanya sampah dengan baik. Selain merusak pemandangan, sampah juga dapat menyebabkan masalah kesehatan serius karena perkembangbiakan bakteri serta peningkatan populasi hewan pengerat yang tentunya akan membuat kualitas lingkungan di Indonesia menurun.

Hari Peduli Sampah Nasional 2022

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022 yang jatuh pada 21 Februari 2022, kembali mengingatkan bahwa persoalan sampah harus jadi perhatian utama. Hal ini merujuk pada penanganan dan pengelolaannya yang membutuhkan peran serta seluruh komponen masyarakat.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (B3), Rosa Vivien Ratnawati menyebut tema HPSN 2022 ini adalah menyinergikan tiga program utama KLHK. Fokus utama tersebut merupakan pengelolaan sampah, pengendalian perubahan iklim dalam hal pengurangan emisi di program kampung iklim (Proklim), serta Perhutanan Sosial.

HPSN 2022 mengusung tema “Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim”. Peringatan di tahun ini diharapkan menjadi platform memperkuat posisi sektor pengelolaan sampah sebagai pendorong untuk mengendalikan dampak perubahan iklim yang timbul dari sektor sampah di tingkat masyarakat terkecil.

Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga

Mengetahui cara mengelola sampah rumah tangga yang tepat adalah salah satu solusi untuk mengatasi persoalan seputar sampah. Hal ini tidak hanya akan membuat keluarga di rumah menjadi lebih sehat, tetapi juga bisa meminimalisir dampak negatif sampah terhadap lingkungan.

Berikut ini adalah lima cara mengelola sampah agar bisa bermanfaat.

  1. Pisahkan sampah sesuai jenisnya

Secara garis besar, sampah dibagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik. Karena itu, lebih baik kamu menyiapkan dua tempat sampah yang berbeda di rumah untuk kedua jenis sampah tadi.

  1. Buat sampah organik menjadi pupuk

Sampah rumah tangga organic dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bisa digunakan untuk berkebun di taman rumah. Namun jika kamu tidak suka berkebun atau kurang menyukai aroma yang ditimbulkannya, kamu bisa menyumbangkannya kepada teman atau kerabat.

  1. Daur ulang sampah elektronik

Pisahkan sampah-sampah elektronik berbahaya untuk dibawa ke pusat daur ulang. Petugas pusat daur ulang pasti mengetahui cara mendaur ulang sampah berbahaya agar tidak merusak lingkungan. Kamu juga bisa membuang sampah elektronik ke tempat sampah electronic waste atau e-waste yang sudah banyak disediakan pemerintah setempat.

  1. Daur ulang sampah anorganik

Sebagian sampah anorganik dapat didaur ulang, seperti kertas, kardus, botol kaca, botol plastic, atau kaleng. Kamu bisa membawa sampah—sampah anorganik tersebut ke pusat daur ulang sampah terdekat atau bisa juga memberikannya kepada pemulung.

  1. Reduce, Reuse, dan Recycle

Budayakan gaya hidup reduce, reuse, and recycle atau biasa dikenal dengan 3R. Biasakan untuk mengurangi pemakaian plastic atau bahan-bahan lain yang sulit terurai. Kemudian, jangan lupa memanfaatkan barang bekas agar bisa digunakan kembali. 

Biodex Bioaktivator Perombak Bahan Organik

Sebagai produsen pupuk urea terbesar di Indonesia, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) memiliki kapasitas untuk terus berinovasi menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan memberikan nilai tambah tidak hanya bagi bisnis, namun juga lingkungan dan sosial. 

Salah satunya adalah produk aktivator kompos Biodex sebagai bioaktivator yang dikembangkan Pupuk Kaltim untuk mengatasi masalah limbah organik yang mengandung selulosa dan lignin tinggi seperti jerami, sekam padi, kulit buah kakao. Melalui formula terkini dan ramah lingkungan, Biodex produksi PKT memungkinkan proses dekomposisi limbah organik dapat berjalan dengan cepat, sehingga menghemat waktu, tenaga, hingga biaya.

Selain dapat dimanfaatkan hingga skala pertanian secara luas karena mampu membantu petani secara efektif dan efisien dalam membuat kompos dari limbah organik sisa panen, pemanfaatan produk Biodex ini juga diperluas untuk membantu mengatasi limbah organik rumah tangga yang saat ini menjadi salah satu penyumbang terbesar penumpukan sampah di berbagai wilayah Indonesia.

Jefri Limeisa Putra selaku Vice President Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim, mengatakan sejak diluncurkan pada 2016, pemanfaatan produk unggulan Pupuk Kaltim ini semakin meluas tidak hanya di ekosistem pertanian, namun juga untuk mengatasi persoalan yang ada di masyarakat, khususnya terkait lingkungan. 

“Mengingat kandungan dan formulasi produk yang ramah lingkungan dan inovatif, Biodex ini mampu membantu masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga dan mengubahnya menjadi kompos yang memiliki nilai guna,” kata Jefri.

Pupuk Kaltim juga menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah, kali ini dengan Pemerintah Kota Madiun untuk membantu pengelolaan limbah rumah tangga masyarakat sekitar dengan pemanfaatan Biodex, dengan kehadiran Kampung Kompos Biodex. Melalui inisiatif tersebut, Pupuk Kaltim dan pemerintah setempat berupaya mengurangi peningkatan timbulan sampah di Kota Madiun yang mencapai 118,17 ton/hari, dengan 75% diantaranya merupakan sampah sisa makanan yang berasal dari rumah tangga.

Sejak digagas 4 bulan yang lalu, Kampung Kompos Biodex tersebut sudah mengolah lebih dari 2 ton limbah rumah tangga dan menghasilkan produksi 1 ton pupuk kompos Biodex. Selain itu, kompos Biodex tersebut juga secara langsung diaplikasikan untuk tanaman hortikultura yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar seperti terong, cabai, dan tomat.

Biodex berbentuk bubuk (powder) berwarna coklat kehitaman dan saat ini dijual dalam kemasan 2,5 kg. Biodex memiliki beberapa keunggulan, yaitu sesuai untuk limbah organik padat, tidak membutuhkan tambahan nutrisi, tidak perlu dilakukan pembalikan pada saat proses pengomposan dan sesuai untuk daerah tropis, dengan dosis pemakaian 2,5-5 kg/ton bahan organik.

Penulis: Tyo