Cara budidaya jeruk mandarin

Mengenal Jeruk Mandarin, Buah Khas Perayaan Tahun Baru Imlek

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Sebentar lagi, tepatnya tanggal 1 Februari 2022, masyarakat keturunan Tionghoa di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Imlek atau yang dikenal sebagai Tahun Baru China. Salah satu jenis makanan yang menjadi suguhan khas dalam acara ini adalah jeruk mandarin.

Jeruk mandarin biasanya disajikan untuk para tamu atau menjadi hantaran jelang Imlek untuk saudara, sahabat, atau rekan kerja. Ternyata, ada alasan khusus mengapa jeruk ini menjadi buah yang wajib ada menjelang Tahun Baru Imlek. Alasan pertama, jeruk mandarin dianggap sebagai buah keberuntungan. Kok bisa?

Dalam bahasa Mandarin, jeruk adalah júzi yang pelafalannya mirip dengan kata ji. Ji dalam bahasa Mandarin berarti keberuntungan, karena memiliki kemiripan pelafalan dengan kata júzi, maka jeruk ini menjadi simbol keberuntungan.

Selain itu, warna jeruk mandarin yang berwarna oranye dianggap sebagai simbol warna emas. Warna emas ini melambangkan harapan agar memasuki tahun baru dan sepanjang tahun ke depan akan dilingkupi keberuntungan dan kesejahteraan. 

Fakta dan Manfaat Jeruk Mandarin

Jeruk mandarin termasuk jenis jeruk yang populer di dunia. Jeruk asal China ini disukai karena memiliki kelebihan berupa rasanya yang manis dan segar, kulitnya berwarna oranye cerah dan mudah dikupas, serta daging buahnya yang tebal dan mudah dipisahkan.

Pohon jeruk mandarin juga berukuran relatif lebih kecil daripada jenis jeruk lainnya. Pohon ini bisa tumbuh di daerah tropis dan subtropis, termasuk di Indonesia. Jeruk mandarin yang dibudidayakan di Indonesia umum dikenal dengan nama jeruk keprok atau jeruk siam.

Selain dimakan langsung sebagai jeruk buah, jeruk mandarin juga kerap diolah menjadi salad atau dessert. Lapisan luar kulit jeruk atau yang disebut zest dimanfaatkan untuk keperluan memasak, membuat kue, minuman, atau bahan pembuatan permen. Jeruk ini juga banyak dijual dalam kemasan kaleng dengan daging buah yang sudah dikupas.

Selain rasanya yang enak, jeruk mandarin juga termasuk buah yang kaya gizi. Dalam satu buah jeruk mandarin berukuran sedang (88 gram) terkandung 47 kalori, 12 gram karbohidrat, 0,7 gram protein, 0,3 gram lemak, dan 2 gram serat. Buah ini pun mengandung berbagai vitamin dan mineral penting untuk tubuh, seperti vitamin C, vitamin A, vitamin B, kalium, kalsium, mangan, serta magnesium. 

Karena kandungan gizinya yang melimpah, jeruk mandarin memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, dirangkum dari Sehatq.com, berikut ini tujuh manfaat jeruk mandarin bagi kesehatan.

1. Menangkal Radikal Bebas

Jeruk mandarin kaya akan antioksidan bernama flavonoid. Senyawa ini dapat membantu dalam melindungi tubuh dari radikal bebas yang bisa memicu penuaan dan beragam penyakit, termasuk penyakit jantung dan kanker.

2. Memperkuat Imun Tubuh 

Kandungan vitamin C dalam jeruk mandarin dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, vitamin ini termasuk antioksidan yang mendorong fungsi sel-sel dalam sistem imun.

3. Menyehatkan Sistem Pencernaan

Jeruk mandarin mengandung serat, terutama jenis serat yang larut dalam air. Kandungan serat jenis ini dapat membentuk secam gel di saluran pencernaan. Secam gel bisa menarik air ke usus untuk melunakkan feses. Mekanisme ini kemudian membantu dalam melancarkan proses pencernaan.

4. Mengurangi Risiko Batu Ginjal

Salah satu penyebab umum batu ginjal adalah rendahnya kadar sitrat dalam urine. Jeruk mandarin buah yang mengandung tinggi sitrat, sehingga dapat membantu mengurangi risiko terjadinya batu ginjal.

5. Mengendalikan Tekanan Darah

Kandungan kalium pada jeruk mandarin dipercaya mampu mengendalikan tekanan darah. Kalium merupakan mineral yang dapat mengurangi efek garam. Garam merupakan pemicu umum dari tekanan darah tinggi bila dikonsumsi berlebihan.

6. Menyehatkan Tulang

Kandungan magnesium dan kalsium dalam jeruk mandarin berpotensi menyehatkan tulang. Pasalnya, kedua zat ini merupakan komponen penting untuk menjaga kekuatan tulang.

7. Menyehatkan Syaraf

Kandungan mangan dalam jeruk mandarin diyakini mampu membantu menyehatkan otak dan fungsi saraf. Mangan bisa melindungi otak serta saraf dari kerusakan akibat radikal bebas, serta membantu dalam meningkatkan fungsi kognitif.

Cara Budidaya Jeruk Mandarin

Melihat beragam keunggulan dan manfaatnya bagi kesehatan, jeruk mandarin dapat menjadi salah satu tanaman buah pilihan bagi Tani Muda untuk dibudidayakan. Budidaya jeruk mandarin pun cukup mudah. Berikut ini langkah budidaya jeruk mandarin.

1. Persiapan Bibit Jeruk Mandarin

Bibit jeruk mandarin dapat diperoleh dari biji maupun cangkok. Jika melalui biji, maka biji direndam selama semalaman. Setelah biji direndam, biji jangan langsung disemai tapi dikupas atau dibuang kulit luarnya terlebih dahulu. Setelah itu, semai biji jeruk mandarin menggunakan polybag dengan media semai berupa pupuk dan tanah. Atau bisa juga disemai dengan media tisu yang sudah dibasahi.

3. Persiapan Lahan Tanam Jeruk Mandarin

Lahan yang akan dijadikan lahan taman harus diolah terlebih dahulu. Bersihkan gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang ada di lahan tanam.

Selanjutnya, buatlah lubang tanam yang sesuai dengan lingkaran akar bibit ajeruk mandarin. Misalnya, jika diameter bibit jeruk mandarin sekitar 30 cm, maka lubang tanam dibuat dengan diameter 35 cm.

Jika lubang tanam sudah siap, selanjunya masukkan pupuk organik (pupuk kandang) ke dalam lubang tanam sesuai kebutuhan. Misalnya, jika bibit berukuran tinggi 50 cm, maka pupuk yang digunakan sebanyak 0,5 liter.

Apabila pupuk sudah dimasukkan dalam lubang tanam, selanjutnya berikan pengairan pada lubang tanam dan hancurkan pupuk kandang tersebut agar lebih mudah diserap.

Jika lubang tanam sudah siap, segera lakukan penanaman. Lepaskan bibit jeruk mandarin dari polybag, lalu masukkan ke lubang tanam yang sudah disiapkan. Letakkan dengan posisi tegak lalu timbun kembali dengan tanah galian yang sudah dicampur dengan pupuk organik lalu padatkan. Setelah itu siram hingga tanah lembab.

3. Perawatan Jeruk Mandarin 

Lakukan penyiraman seminggu sekali secukupnya saja jika tidak ada hujan. Lakukan pula pemupukan dengan menggunakan pupuk organik ataupun pupuk anorganik. Selain itu, lakukan pula pemangkasan untuk menghilangkan cabang atau dahan pohon yang rusak atau mati. Panen jeruk mandarin umumnya dapat dilakukan pada usia tanaman 2–5 tahun. 

Penulis: Eva