Mengenal Kedelai, Tanaman Tahan Banting di Lahan Pertanian Kering

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Kedelai adalah salah satu jenis tanaman polong-polongan yang sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan makanan. Kedelai bisa menjadi bahan pembuat tahu, tempe, kecap, susu, keju dan masih banyak lagi. Kedelai menjadi salah satu sumber utama protein nabati dan minyak nabati yang sering digunakan di seluruh dunia.

Penggunaan kedelai untuk berbagai bahan makanan biasa digunakan oleh negara-negara Asia Timur seperti China, Indonesia dan lainnya. Meski begitu penghasil kedelai utama saat ini adalah Amerika  Serikat. Budidaya kedelai di luar Asia dimulai pada tahun 1910 sedangkan di China sudah lebih dari 300 tahun lalu.

Manfaat Kedelai

Kacang kedelai selain sebagai sumber utama protein nabati, juga memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Kacang kedelai mengandung antioksidan isoflavon, vitamin C, vitamin B1, magnesium, folat, selenium, zinc, serta lemak baik omega-e dan omega -6. Banyaknya kandungan nutrisi baik ini tentu kedelai masuk kedalam kategori makanan sehat. Olahan susu kedelai juga dapat menjadi alternatif bagi orang-orang yang memiliki alergi terhadap susu sapi. Berikut beberapa manfaat dari konsumsi kedelai atau makanan dengan kedelai sebagai bahan bakunya :

  1. Menjaga kekuatan dan kesehatan tulang

Sebagai salah satu bahan yang menghasilkan kalsium, protein, dan antioksidan isoflavon, kacang kedelai memiliki manfaat untuk memperkuat dan menjaga kesehatan tulang serta gigi. 

  1. Meringankan gejala menopause

Mengkonsumsi olahan kedelai dapat meringankan gejala-gejala yang sering tidur ketika menopause seperti sering pusing, mudah berkeringat, sulit tidur, dan suasana hati yang berubah-ubah. Zat fitonutrien yang terdapat pada kedelai lah yg dapat membantu meringankan gejala tersebut.

  1. Menurunkan kolesterol

Mengkonsumsi kedelai menurut penelitian dapat mengurangi kadar kolesterol baik (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik  (HDL). Ini karena kedelai mengandung serat dan lemak sehat yang tinggi sehingga dapat mencegah penyakit jantung dan stroke.

  1.  Memelihara kesehatan organ tubuh

Mengkonsumsi kedelai yang mengandung tinggi kalium, protein, lemak sehat, antioksidan dan serat dapat menjaga kesehatan jantung, selain itu juga dapat membantu menjaga organ seperti otak, ginjal, dan memastikan organ tersebut berfungsi dengan baik.

  1. Mengurangi resiko kanker

Manfaat mengkonsumsi kedelai yang tak kalah penting adalah mengurangi resiko kanker pada tubuh. Kandungan fitonutrien dan antioksidan isoflavon yang terdapat pada kedelai ini baik untuk mencegah beberapa jenis kanker seperti kanker payudara dan kanker prostat.

  1. Mencegah demensia

Mengkonsumsi kedelai secara rutin dapat membantu memelihara fungsi otak dan meningkatkan memori sehingga dapat mencegah terjadinya pikun atau demensia. Selain dapat menurunkan kemungkinan demensia, kedelai juga bagus untuk mengatasi kulit kering. Hal ini karena mengkonsumsi kedelai dapat meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh.

Budidaya Kedelai

Budidaya kacang kedelai di Indonesia memang sudah banyak, tetapi belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga Indonesia masih melakukan impor dari negara- negara lain. Kacang kedelai sendiri termasuk kedalam kacang-kacangan yang dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah bahkan pada tanah kering sekalipun. Kedelai dapat tumbuh asalkan drainase dan aerasi tanah cukup baik. Pengairan yang dibutuhkan untuk menanam kedelai adalah 100-200 mm/bulan curah hujan dengan suhu berkisar pada 25-27 celcius. Kedelai juga baik dibudidayakan pada ketinggian 0-900 mdpl dan mendapatkan sinar matahari langsung minimal 10 jam perhari.

Teknik menanam kedelai bisa tani muda lakukan dengan teknik tumpang sari ataupun secara tunggal. Yang harus dipersiapkan pertama untuk menanam kedelai adalah lahan yang telah dibersihkan dari gulma- gulma. berikan dolomit untuk menambah ph tanah, ph ideal untuk menanam kedelai adalah 4,5-5,5. Tanah usahakan memiliki tekstur lempung, berpasir atau liat. Berikan drainase yang baik, karena pengairan adalah salah satu peran penting dalam budidaya kedelai. Sebelum melakukan penanaman tani muda bisa memberikan pupuk kandang dan kompos pada tanah. Lalu memberikan pupuk urea untuk menambah kadar nitrogen pada tanah. 

Setelah lahan siap, tani muda bisa membuat lubang untuk menanam benih dengan kedalaman 2 cm dan jarak tanam 40 x 15 cm. Isi lubang dengan 2-3 benih lalu tutup dengan tanah. Setelah itu siram hingga tanah basah dan lembab. 

Pemeliharaan dan Perawatan Kedelai pada Musim Kemarau

Setelah kedelai di tanam, langkah selanjutnya tani muda harus melakukan pemeliharaan dan perawatan terlebih pada musim kemarau. Perawatan pertama adalah pemasangan mulsa untuk menghindari serangan hama. Pemasangan mulsa bisa tani muda lakukan pada saat sebelum menanam kedelai. Setelah itu tani muda harus melakukan penyiraman atau pengairan. Meski dapat tumbuh pada lahan kering, bukan berarti kedelai tidak membutuhkan air. Pengairan pada budidaya kedelai sangatlah penting. Pada saat musim kemarau tani muda harus lebih memperhatikan pengairan agar kedelai dapat tumbuh subur.

Selanjutnya adalah pemupukan. Pupuk pertama diberikan pada saat persiapan lahan yaitu memberikan pupuk kandang, kompos, dan urea. Setelah kedelai berumur 30-35 hari tani muda dapat melakukan pemupukan susulan dengan memberikan urea pada masa pertumbuhan, dan pada masa pembungaan hingga fase pembentukan biji/ polong dengan menambahkan unsur phospor dan kalium seperti TSP dan KCL. selanjutnya adalah melakukan penyiangan yang dilakukan tepat sebelum pemberian pupuk, pada saat usia kedelai 30-35 hari. Penyiangan berfungsi untuk membasmi gulma yang ada disekitar tanaman.  

Tani muda juga perlu melakukan penyulaman yaitu menanam kembali pada lubang yang tanamannya mati. Tani muda dapat melakukan penyulaman pada saat benih tumbuh. Setelah usia 70-90 hari, kedelai akan siap untuk dipanen. Tanda kedelai siap panen adalah saat daun sudah menguning, mengering, berwarna kecoklatan dan mudah rontok. Tani muda dapat memotong batang untuk mengambil biji/polong kedelai. Panen dengan cara mencabut akar tidak disarankan karena dapat merusak kesuburan tanah.