Mengenal Pertanian Demonstrasi

Mengenal Pertanian Demonstrasi dan Kaitannya dengan Revolusi Pertanian Afrika

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pertanian yang dikombinasikan dengan teknik dan teknologi pertanian – dikenal sebagai demonstrasi pertanian – merupakan investasi cerdas yang dapat membantu mempercepat adopsi inovasi. Para petani dapat mempelajari cara-cara baru untuk mendukung pertanian mereka. 

Demonstrasi pertanian bisa digunakan untuk mengajarkan berbagai teknik dan teknologi pertanian hingga memamerkan tanaman baru. Selain itu, demonstrasi pertanian juga berfungsi sebagai tempat untuk meneliti dan menguji metode baru bersama dengan metode tradisional.

Ukuran cukup bervariasi, mulai dari pertanian kecil hingga besar. Bergantung apa yang sedang diuji atau dipamerkan, demonstrasi pertanian dapat memiliki berbagai jenis tanaman dan varietas tanaman, ternak atau unggas, perawatan atau teknologi pupuk, seperti irigasi tetes. Konsep ini sering dimiliki dan dioperasikan oleh universitas, lembaga penelitian pemerintah atau swasta, industry swasta, atau perusahaan rintisan yang berfokus pada pertanian, dan organisasi non-pemerintah.

Pentingnya demonstrasi pertanian pertama kali diakui seabad lalu oleh ahli pertanian Seaman Knapp. Ia percaya pada filosofi mengajar melalui demonstrasi. Karena itu, ia dijuluki sebagai Bapak Demonstrasi Pertanian yang kini digunakan di seluruh dunia.

Hadirnya demonstrasi pertanian juga dapat membantu penerapan konsep baru yang mengubah pertanian, termasuk pertanian presisi, yaitu sistem pengelolaan pertanian yang memastikan tanah dan tanaman menerima apa yang mereka butuhkan untuk pertumbuhan dan produktivitas optimal.  Atau bisa juga pertanian konservasi, yaitu sistem produksi pertanian berkelanjutan yang terdiri dari tiga prinsip terkait gangguan tanah minimal, mencampur dan memutar tanaman, mencampur, dan memutar tanaman, serta menjaga tanah tertutup sebanyak mungkin.

Sejarah Demonstrasi Pertanian

Demonstrasi pertanian formal di Eropa muncul sejak pertengahan 1700-an dari kebutuhan untuk menyediakan makanan yang cukup bagi populasi yang mengalami urbanisasi cepat, dikombinasikan dengan peningkatan kebutuhan akan kebutuhan pangan pada saat terjadi perang antarbangsa. Pada saat yang sama, jalur perdagangan baru membuka peluang baru dan pasar bagi hasil pertanian. 

Kenyataannya masalah muncul. Banyak hal dari pertanian pada saat itu dikelola sebagai pertanian subsisten yang memproduksi komoditi pertanian bagi diri mereka sendiri atau pasar lokal. Akibatnya, di beberapa daerah, sistem berjalan sangat buruk sehingga sulit untuk memindahkan hasil bumi lebih jauh ke kota-kota yang berkembang pesat.

Untuk memperbaiki jalan dan infrastruktur diperlukan investasi. Bagi para petani yang ingin maju, demonstrasi ke petani tetangga (penyewa) adalah salah satu cara untuk meningkatkan kekayaan suatu daerah dan dengan demikian investasi memungkinkan investasi yang diperlukan dapat dilakukan.

Untuk mendorong perkembangan ini, ‘masyarakat daerah’ mulai bermunculan di seluruh Eropa pada tahun 1700-an sehingga pada era tersebut dilaporkan ada lebih dari 30 organisasi semacam itu di Perancis dan Swiss, serta lainnya di Leipzig, Württemberg, Hannover, Zurich, Heidelberg, Stockholm, Inggris, maupun lokasi lainnya. Tujuan utama dari masyarakat ini adalah meningkatkan kondisi umum pertanian di wilayah tersebut melalui pembelajaran dan kemudian mengajari tetangganya.

Saat pertama muncul, para pelaku demonstrasi pertanian formal adalah pertanian swasta yang didirikan oleh individu dan organisasi kaya (didanai dengan berlangganan dan kadang-kadang dengan hibah dari pemerintah) dengan maksud untuk meningkatkan pertanian dan ekonomi di dalam negeri. Sebuah iklan untuk model pertanian di Whitfield dekat Thornbury di Inggris Raya (1842) menggambarkan bagaimana pendekatan demonstrasi pertanian menunjukkan banyak kesamaan dengan yang ada saat ini.

Di Amerika, demonstrasi pertanian dikembangkan dengan sungguh-sungguh di awal tahun 1900-an dengan karya Dr. Seaman Knapp. Knapp awalnya menggunakan istilah demonstrasi pertanian untuk menunjuk bagian dari pertanian yang dikelola sesuai dengan instruksi dari agen yang bekerja untuk Biro Industri Tanaman. Demonstrasi pertanian tersebut dikunjungi oleh agen sebulan sekali untuk memastikan instruksi diikuti dan memberikan saran tambahan yang diperlukan. Namun di kemudian hari, istilah demonstrasi pertanian digunakan untuk merujuk pada pertanian yang sepenuhnya dikelola di bawah instruksi. 

Dengan demikian, objek pertanian percontohan adalah untuk menempatkan pelajaran objek praktis di hadapan massa pertanian, yang mengilustrasikan metode terbaik dan paling menguntungkan untuk menghasilkan tanaman pertanian standar.

Pendekatan Knapp untuk demonstrasi pertanian adalah untuk menyemai landskap dengan ladang pertanian yang dikelola di bawah prinsip agronomi yang efisien. Ia mencatat bahwa demonstrasi pertanian harus dikelola dalam jangka yang lama.

Pertanian Demonstrasi Bantu Merevolusi Pertanian Afrika

Demonstrasi pertanian berpotensi untuk lebih dikembangkan lagi. Di Afrika, konsep ini masih terlalu sedikit diterapkan. Jika dirancang dengan sistematis, demonstrasi pertanian ini dapat membantu merevolusi pertanian Afrika. Demonstrasi pertanian dapat membantu memecahkan beberapa tantangan paling sulit di Afrika, termasuk tanah yang terdegradasi atau rendahnya adopsi teknologi irigasi.

Di Nigeria, sebuah perusahaan pupuk memiliki lebih dari 3.000 demonstrasi pertanian yang digunakan untuk memamerkan dan mengajari para petani tentang praktik pertanian modern. Di Ghana, Kementerian Pangan dan Pertanian telah mendirikan lebih dari 1.242 komunitas demonstrasi pertanian yang menampilkan teknologi pertanian baru.

Sementara itu di Kenya, sebuah demonstrasi pertanian di wilayah Meru mengajari Wanita segala hal yang perlu mereka ketahui tentang pertanian konservasi. Ini termasuk tanaman penutup seperti rumput atau kacang-kacangan, yang berfungsi menyediakan penutup tanah musiman untuk melindungi lahan kosong. Langkah-langkah semacam ini meningkatkan produktivitas tanaman maupun meningkatkan hasil serta keuntungan dan ketahanan pangan. 

Petani di negara ini dapat melihat bagaimana praktik bekerja dari waktu ke waktu hingga beberapa tahun. Mereka dapat menggunakan konsep tersebut di pertanian mereka sendiri. Lebih dari 10 ribu petani telah mengadopsi praktik-praktik ini.

China telah meluncurkan 23 pusat demonstrasi pertanian di seluruh Afrika dengan tujuan meningkatkan pertanian Afrika. Cara yang dilakukan adalah dengan meneruskan kesuksesan di bidang pertanian. Tetapi China melakukannya tidak sendiri. Perusahaan yang berfokus pada pertanian seperti Amiran Kenya telah menggunakan situs demonstrasi untuk memamerkan teknologi yang mereka jual. Tujuan mereka adalah untuk membuktikan kepada petani bahwa ini benar-benar berhasil dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan menghasilkan pertanian. Mereka memiliki sistem irigasi tetes berbasis gravitasi yang mudah digunakan, tangka, dan semua input pertanian yang diperlukan. 

Organisasi non-pemerintah juga menggunakan demonstrasi pertanian. Pembangunan pertanian di Kenya misalnya, menggunakan demonstrasi pertanian sebagai ruang kelas untuk menunjukkan praktik pertanian yang baik. 

Salah satu prakarsa paling sukses adalah membantu memecahkan salah satu tantangan terbesar Afrika, yaitu tanah yang terdegradasi. Aliansi untuk Revolusi Hijau di Afrika telah mendirikan lebih dari 155.000 kebun percontohan untuk memamerkan praktik Kesehatan tanah terbaik di 13 negara. Petani yang menggunakan praktik ini telah mampu meningkatkan hasil panen mereka hingga tiga kali lipat. (*)